Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Akhir Dari Perang (3)


__ADS_3

Cukup lama bagi Lu Zheng untuk menguras semua vitalitas pasukan Alam Neraka. Bahkan ia tidak ragu untuk menggunakan vitalitas Ning Siyu yang lebih besar.


Tentu saat dia melakukan hal tersebut, Dewa Mimpi yang tengah menjaga Ning Siyu dibuat heran. Tubuh Ning Siyu seperti kehilangan energi spiritual sedikit demi sedikit. Dan ini terjadi secara alami.


"Apa yang terjadi? Array mimpiku tidak akan melakukan hal seperti itu," gumamnya.


Akhirnya, Dewa Mimpi meminta anak buahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tak butuh waktu lama baginya untuk mengetahui jika Lu Zheng melakukan pengorbanan rakyatnya sendiri. Sangat tidak masuk akal.


Pasukan yang berjuang untuknya justru dijadikan tumbal hanya demi kekuatan. Dewa Mimpi tak habis pikir ketika mengingat seperti apa Lu Zheng sebelumnya.


"Dulu dia tidak seperti ini," gumamnya.


Karena vitalitas Ning Siyu perlahan habis, Dewa Mimpi tak perlu lagi menguncinya dengan array mimpi. Ia melepaskan efek array mimpi, membuat Ning Siyu yang awalnya bermimpi indah terbangun.


Bukan hanya terbangun, tapi juga kebingungan. Ada akhirnya, tubuhnya semakin tidak tahan.


"Apa yang terjadi padaku? Di mana ini? Di mana Ming Zise? Aku baru saja akan melakukan pernikahan dengannya. Kita hidup bahagia. Kenapa tiba-tiba aku di sini?" Ning Siyu masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Kamu baru saja terjebak dalam array mimpi yang kubuat. Bagaimana? Apakah menyenangkan bermimpi indah?" Dewa Mimpi tersenyum padanya.


Ning Siyu akhirnya mendengar suara Dewa Mimpi. Ia terkejut dan mencoba untuk keluar gua. Tapi array menghalangi bibir gua sehingga dia tak bisa ke mana-mana.


"Dewa Mimpi! Apakah kamu sengaja melakukannya? Di mana Lu Zheng?" Ning Siyu menatapnya dengan tajam.


"Dari pada memikirkan dia, lebih baik kamu bertobat sebelum terlambat. Lihatlah dirimu sendiri saat ini. Lu Zheng mengorbankan rakyatnya sendiri untuk menjadi lebih kuat karena Ming Zise memanggil Beilong," jelasnya.


"Tidak! Tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku menjadi seperti ini? Beraninya Lu Zheng memperlakukan aku seperti ini!"


Ning Siyu melihat tangannya yang mulai keriput. Rambutnya memutih bahkan wajahnya menunjukkan tanda-tanda penuaan. Semuanya terlihat dengan mata telanjang. Suaranya juga perlahan berubah seperti wanita tua.


Rakyatnya sendiri dikorbankan untuk mengisi kekuatan. Apakah Lu Zheng sudah gila?

__ADS_1


Vitalitasnya semakin menyusut. Belum lagi karena efek array mimpi, energi spiritualnya juga terkuras. Ning Siyu belum pernah merasakan ketakutan yang dalam selama ini. Tapi sekarang dia takut mati.


"Tidak ... Tidak! Aku tidak mau mati!" Ning Siyu gemetar. Ia juga muntah darah, mengutuk Lu Zheng dalam hatinya.


Dewa Mimpi tidak melakukan apapun. Ia juga tidak berniat untuk menyelamatkannya. Lagi pula, Ning Siyu adalah musuh lama. Dulu tidak terbunuh dan berhasil melarikan diri. Sekarang jangan sampai terjadi lagi. Jika tidak, Dewa Mimpi akan menyesalinya seumur hidup.


Mungkin karena tidak ada harapan lagi. Kali ini, setelah cukup lama vitalitasnya berkurang, Ning Siyu memberi tahu Dewa Mimpi sebuah rahasia.


"Hancurkan ... hancurkan jantung Alam Neraka sehingga Lu Zheng tak akan mampu menyerap vitalitas rakyatku." Ning Siyu terengah-engah hingga wajahnya sedikit memerah. Kulitnya semakin keriput.


"Kenapa kamu memberitahuku ini?"


Ning Siyu tersenyum sedikit ironis. "Bahkan jika aku jahat dan egois, aku tidak akan mengorbankan rakyatku sendiri. Tanpa mereka, Alam Neraka tidak pernah ada. Lebih baik biarkan mereka hidup daripada mati."


"Kamu cukup murah hati dibanding Lu Zheng." Dewa Mimpi menaikkan sebelah alisnya. Dia sedikit terkejut dengan keputusan Ning Siyu.


Benar saja, ketika seseorang berada di ambang hidup dan mati, kebaikannya terlihat. Dewa Mimpi mengangguk.


Di saat sekarat, Ning Siyu tersenyum meski agak jelek. "Terima kasih."


Pada akhirnya, Ning Siyu meninggal dengan cara yang tak terduga. Dewa Mimpi memastikan jika tubuh Ning Siyu seperti tulang terbungkus kulit, akhirnya membakarnya dengan api hitam. Dengan begitu, tak ada yang namanya kebangkitan.


Dia pergi menemukan Xiu Jichen dan mengatakan apa yang dikatakan oleh Ning Siyu padanya. Melihat jika rakyat Alam Neraka kehilangan vitalisnya satu persatu, akhirnya Xiu Jichen pergi ke jantung Alam Neraka yang ada di pusat Alam Neraka.


"Apakah kamu mampu menggalinya?" tanya Dewa Mimpi.


"Ini tidak sulit." Xiu Jichen tersenyum percaya diri.


Dia mengumpulkan energi spiritual di telapak tangannya lalu menampar permukaan tanah. Dalam sekejap, energi spiritual iblis menyebar ke dalam tanah hingga ke lapisan paling dalam. Di sanalah jantung Alam Neraka berada.


Jantung Alam Neraka adalah kumpulan energi spiritual dari seluruh makhluk hidup di sana. Ini yang membuat iblis Alam Neraka tetap memiliki energi spiritual dan berlatih tanpa harus kesulitan mencari negeri spiritual. Selama jantung Alam Neraka tidak rusak, mereka semua bisa berkultivasi.

__ADS_1


Namun Ning Siyu meminta untuk menghancurkan jantung Alam Neraka. Ia tidak keberatan. Belum lagi, jika dibiarkan, Lu Zheng akan semakin tak terkendali.


Ketika Xiu Jichen menemukan titik jantung Alam Neraka, dia menampar tanah kembali, menyebarkan serangan fatal. Membutuhkan banyak energi spiritual untuk melakukannya.


Tiga kali tamparan sudah cukup membuat jantung Alam Neraka hancur. Ketika itu terjadi, energi spiritual Alam Neraka seketika menyusut dan habis. Semua penghuni juga kehilangan energi spiritual.


Namun demikian, Lu Zheng juga tak bisa menyesap vitalitas mereka.


Saat ini di Alam Para Dewa, Lu Zheng memuntahkan darah. Dia bingung dan merasa tidak percaya.


"Bagaimana mungkin?! Aku belum selesai, bagaimana bisa tidak ada energi spiritual sama sekali. Apa yang terjadi?" gumamnya.


Lu Zhen menyeka darah di mulutnya. Ia samar-samar bisa merasakan jika energi spiritual di Alam Neraka sudah habis. Lebih tepatnya, hancur.


"Apakah kamu lupa?" Ming Zise tersenyum. Sepertinya dia bisa menebak apa yang terjadi di Alam Neraka saat ini. "Alam Neraka bisa bertahan karena jantung spiritual. Saat jantung spiritual Alam Neraka hancur, maka penghuninya juga tidak memiliki kekuatan apapun. Dengan kata lain, mereka tak lebih dari iblis Alam Neraka yang fana," jelasnya.


"Jantung Alam Neraka?" gumam Lu Zheng langsung menggertakkan gigi.


"Sepertinya Ning Siyu tidak memberitahumu tentang ini. Rupanya dia berjaga-jaga darimu meski tahu akan mati pada akhirnya."


"Ning Siyu!!" Lu Zheng akhirnya ingat jika dirinya dan Ning Siyu tidak harmonis.


Keduanya selalu berdebat tentang banyak hal. Ia memang kurang tahu tentang ini. Tanpa diduga, Ning Siyu lebih suka menghancurkan jantung Alam Neraka daripada berkorban untuknya.


Beilong sudah bosan memperhatikan mereka dan akhirnya menyerang Lu Zheng. "Sudah cukup basa-basinya."


Lu Zheng menghindar dan menggunakan energi spiritual yang baru saja diserap untuk berteleportasi berkali-kali. Dia menghindari api hitam Beilong. Meski pada akhirnya, dia gagal melarikan diri.


Energi spiritual yang diserap dari sebagian pengikutnya sudah cukup untuk membuatnya berubah. Lu Zheng mengubah dirinya menjadi iblis Alam Neraka bersayap hitam. Dia terbang dan menyerang Beilong sekuat tenaganya.


Kulit naga sangat keras. Sulit untuk melukainya. Namun bukan berarti tanpa kelemahan. Lu Zheng mengincar mata Beilong.

__ADS_1


__ADS_2