Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tidak Sejahat yang Dibayangkan (1)


__ADS_3

Xiu Jimei, Huang Fu Shi serta Fu Yiyuan saling melirik. Mereka tidak berbicara untuk sementara waktu. Tapi tidak terlalu percaya dengan apa yang dikatakan Tongluo. Apa lagi anak laki-laki itu berkepala rubah, pasti penipu yang licik.


Tongluo, jika tahu pikiran mereka pasti akan pingsan karena kemarahan. Dia tak selicik itu untuk menipu pihak lain jika berkaitan dengan reputasinya sendiri.


Xiu Jimei menyipitkan mata, ingin mencari celah kebohongannya. "Apakah kamu tahu, apa akibatnya jika berbohong padaku?" tanyanya santai tapi sukses membuat bulu-bulu ekor Tongluo mengembang.


"Aku tahu, aku tahu! Kamu manusia tidak berperasaan! Aku jelas tidak berbohong. Aku datang ke sini hari ini, bagaimana bisa membuat sungai mengering?! Jangan bercanda. Aku tidak sekuat itu!" Tongluo kesal.


"Kamu akhirnya mengakui jika kekuatanmu masih rendah." Fu Yiyuan mengangguk.


"..." Aku lemah di depan gadis yang tampak tak normal itu, bukan padamu, batin Tongluo tidak berdaya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Menguliti rubah ini lebih dulu atau menjualnya?" tanya Xiu Jimei sengaja tak sengaja membuat kulit kepala Tongluo mati rasa.


Menjual rubah iblis, bukanlah itu ilegal? Tongluo tidak menyangka, Xiu Jimei bukan hanya memiliki kekuatan yang mesum tapi pikirannya juga sangat berantakan. Dia tidak mau dijual.


Huang Fu Shi menggelengkan kepala. Sepertinya Xiu Jimei hanya bercanda untuk menakutinya.


Tak perlu menunggu jawaban mereka, Xiu Jimei langsung mencubit kerah belakang anak laki-laki itu dan menyeretnya keluar dari hutan.


"Ayo kita pergi membawanya ke istana untuk diadili." Xiu Jimei mengajak yang lainnya.


"..." Tongluo yang diseret tidak berdaya. Dia benar-benar tak bisa melakukan apapun saat ini. Bahkan energi spiritual iblisnya kacau.


Tepat setelah Xiu Jimei membawa Tongluo pergi, Xuan Bing serta Fu Heng juga datang. Keduanya memiliki urusan lain sebelumnya dan mengatasi kekacauan di wilayah lain. Barulah bisa datang ke sini. Tapi baru saja tiba, kondisi hutan yang terbakar sudah mulai terkendali.


Xuan Xing melihat ayahnya datang, langsung mencibir. "Pahlawan kesiangan, tidak ada gunanya datang. Semuanya sudah diatasi, “ujarnya.


"Nak, kamu semakin melawan ayahmu ini 'kan?" Xuan Bing menjitak kepala putrinya sedikit lebih keras.


Xuan Xing memiliki beberapa poin kemiripan dengan pria itu, terutama dari rambut dan ekspresinya. Gadis itu mengelus kepalanya yang sedikit sakit lalu mengeluh diam-diam.

__ADS_1


"Benar saja, Xiaomei lebih dapat diandalkan. Kenapa dia bukan seorang pria dan bukan ayahku juga?" gumamnya.


"...."


Xuan Bing merasa jika puluhan anak panah menusuk hatinya. Apakah dia dibanding-bandingkan dengan Xiu Jimei? Sudut mulutnya berkedut. Xiu Jimei merupakan anak angkatnya satu ini.


Fu Heng terbatuk ringan dan mulai kembali pada inti permasalahannya. "Apa yang terjadi sebelum kami datang? Bagaimana api bisa padam lebih cepat?"


Xuan Xing juga tidak tahu pasti. Dia hanya melihat sekilas jika Fu Yiyuan serta kelompok Xiu Jimei pergi menuju istana kekaisaran. Dan Xiu Jimei masih menyeret seorang anak laki-laki berkepala rubah merah. Dia tidak tahu lebih banyak.


Fu Heng dan Xuan Bing terkejut. Mungkin ini ada hubungannya dengan Alam Neraka seperti yang dikatakan Ming Zise?


"Kalian begitu pergi ke istana untuk melihatnya sendiri." Xuan Bing sudah menghilang dari pandangan mereka.


Fu Heng juga menyusul. Xuan Xing berniat menyusul setelah urusan di sini selesai. Saat dia hendak membantu yang lain untuk memadamkan beberapa titik api yang tersisa, teriakan Yan Yujie terdengar.


"Xing Xing, Xing Xing tunggu!" Yan Yujie setengah berlari ke arahnya. "Apakah kamu melihat Xiaomei dan yang lainnya?"


Yan Yujie membelalakkan mata dan rahang bawahnya hampir jatuh. Dia terkejut. Xuan Xing menatapnya dengan sedikit jijik.


"Ada apa dengan tatapanmu itu? Jangan bilang kamu baru saja dari Istana Kekaisaran dan datang ke sini tapi tidak berpapasan dengan Xiaomei?"


"..." Bisakah kamu menebaknya begitu akurat? Batin Yan Yujie langsung menangis di hatinya.


Jarak dari Istana Kekaisaran Negeri Alam Baka menuju hutan ini tidak terlalu dekat karena itu, Yan Yujie ingin istirahat sebentar setelah menemukan mereka. Siapa yang tahu jika Xiu Jimei sudah pergi ke istana.


Mau tidak mau, Yan Yujie juga berniat pergi ke sana. Tapi kerah bajunya baru saja dipegang Xuan Xing. Ia mengerutkan kening.


"Ada apa?" tanyanya bingung.


"Bantu aku dulu dan pergi bersama nanti."

__ADS_1


"..." Yan Yujie harusnya tidak datang untuk bertanya padanya tadi. Dia terlalu malas untuk berjalan di hutan yang gosong saat ini.


Tak lama setelah keduanya menyusuri bagian hutan yang terbakar, tanah di sekitarnya langsung bergetar cukup kuat. Keduanya terkejut dan tidak tahu apa yang baru saja terjadi.


"Apa lagi sekarang?" gumam Xuan Xing masih cukup tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Kekaisaran Negeri Alam Baka, Kaisar Alam Baka melihat anak laki-laki berkepala rubah merah tergeletak tak jauh di dekat Xiu Jimei. Huang Fu Shi melaporkan apa yang terjadi dari salah hingga akhir, membuat Tongluo ingin membela diri.


Tapi dia telah jauh ke tanah Dunia Langit dan masih ditangkap oleh kultivator Dunia Langit. Dia sangat tidak berguna.


Tongluo hanya mengucapkan beberapa patah kata tentang kebakaran hutan dan tidak mau mengakui tentang sungai yang mengering itu. Karena dia bukan pelakunya! Dia khawatir jika mereka salah sangka dan mulai mengurungnya di penjara gelap.


“Apakah kamu yakin, bukan kamu yang melakukannya?” Kaisar Alam Baka menyipitkan mata. Semua mata para menteri dan jenderal kultivator yang ada di sana tertuju pada Tongluo.


Tujuh ekor Tongluo mengembang dan dia sangat marah kali ini. Haruskah dia mengucapkannya ribuan kali bahwa bukan dirinyalah pelakunya? Di saat Tongluo hendak marah, Ming Zise akhirnya datang dan memecahkan suasana yang tegang tersebut.


“Itu bukan dia.” Ming Zise tanpa ragu mengucapkannya.


Semua orang di sana langsung menoleh dan melihat Ming Zise dengan jubah brokat putih. Auranya yang agung membuat mereka hampir tak bisa bernapas. Seberapa besar tingkat kultivasi pria itu saat ini?


Kaisar Alam Baka terkejut. "Bukan dia? Mungkinkah itu orang lain?"


Kaisar Alam Baka tahu sedikit tentang Ming Zise tapi tidak mau menggali lebih dalam. Terkadang, semakin ingin tahu, bisa membuat celaka diri sendiri.


Ming Zise tidak langsung menjawab. Dia melirik Tongluo yang berkepala rubah merah, mau tidak mau menaikkan alisnya sedikit.


Tongluo tidak tahu banyak tentang pihak lain. Ia baru saja hidup beberapa ratus tahun dan tidak mengalami perang dua alam waktu itu. Namun hanya dengan melihat Ming Zise saja, dia tahu bahwa pihak lain memiliki darah dewa.


Mata anak laki-laki berkepala rubah itu terbelalak. "Kamu— kamu sebenarnya —" Dia tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi karena ada sesuatu yang menahan kata-katanya.

__ADS_1


Bisakah Ming Zise melakukan itu? Bukankah terlalu mengerikan?


__ADS_2