Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Pergi Untuk Waktu yang Lama


__ADS_3

Yidao diejek oleh laki-laki yang memiliki kemiripan dengan Xiu Jimei. Dia yakin ini pasti saudara kandungnya. Tapi dia tidak tahu jika mulut Xiu Jikai begitu beracun. Belum lagi, ia bisa merasakan energi spiritual iblis dari tubuhnya.


Padahal Yidao sudah menyembunyikan aura ular iblisnya dengan sangat baik. Tapi hidung Xiu Jikai lebih dari sekadar penciuman anjing.


"Kakak, dia adalah Yidao, iblis dari Alam Neraka." Xiu Jimei tidak berbasa-basi dan memperkenalkannya pada Xiu Jikai.


"Iblis Alam Neraka?" Xiu Jikai menyipitkan mata.


Ia melangkah mendekati Yidao. Walaupun Tinggi badannya tak bisa melampaui Yidao, auranya sangat menekan. Yidao sendiri bahkan berkeringat dingin.


Yidao berpikir, jika Xiu Jimei adalah bunga yang memiliki racun, maka Xiu Jikai seperti raja hutan berbulu anjing peliharaan. Hidungnya sangat tajam.


"Kenapa dia di sini?" tanya Xiu Jikai tidak ramah.


"Dia akan menumpang hidup selama beberapa waktu. Jangan khawatir, dia sudah bersumpah ke langit dan bumi, jadi aman." Xiu Jimei menjelaskan, sedikit kasihan pada Yidao. "Kakak, jangan terlalu galak. Dia yatim piatu."


Xiu Jikai mendengkus. Mau hidup sebatang kara atau tidak, bukan urusannya!


Tak lama kemudian, Roh Bunga datang menyambut mereka. Terutama saat melihat Xiu Jimei.


"Anak Majikan sudah kembali. Mau makan apa hari ini? Pinky akan memasak." Roh Bunga tampak dalam suasana hati yang baik.


Tapi kemudian Roh Bunga terlihat curiga dengan Yidao.


"Ini ular lokal atau ular alam lain? Kenapa ada di sini?" tanyanya bingung.


"..." Yidao yang dikenali lagi, mau tidak mau curiga dengan teknik penyamarannya.


Lalu, siapa orang yang berpakaian serba merah muda di depannya ini? Dia pria tapi terlihat seperti seorang wanita.


Yamla tertawa setelah melihat ekspresi Yidao yang terdistorsi. Sepertinya tak ada salahnya membiarkan Yidao keluar lubang. Biarkan dia tahu betapa kejamnya dunia luar.


"Ini ular alam seberang, jangan terlalu pedulikan." Yamla akhirnya menjawab dengan nada hangat. Dia sangat puas melihat Yidao diejek berulang kali.


Yidao mengeluh dalam hatinya tapi melihat Yamla yang tersenyum manis, jantungnya berdetak kencang. Namun pada akhirnya, dia juga tersenyum.

__ADS_1


"Selama kamu senang," katanya.


"..." Yamla berhenti tertawa dan kembali ke penampilan nya yang cuek.


Roh Bunga tidak suka dengan iblis Alam Neraka. Belum lagi Yidao ini baunya tidak enak. Jadi, dia membujuk Xiu Jimei.


"Anak majikan, dia tak bisa menumpang gratis di sini. Dia harus membayarnya dengan bekerja," sarannya.


"Oh, pekerjaan apa?" Xiu Jimei tidak keberatan.


"Taman bunga pinky sering didatangi tikus. Biarkan dia berjaga dan mengusir semua tikus. Bukankah ular suka makan tikus?"


Mendengar ini, Yamla tak bisa menahan tawanya lagi. Dia tertawa lepas hingga perutnya sakit. Mulut Roh Bunga bahkan lebih beracun. Yidao adalah siluman ular iblis Alam Neraka. Tapi tampaknya dia tak pernah makan tikus.


"..." Yidao tak tahu apakah dia harus menangis atau mengeluh. Apakah pria cantik itu punya dendam?


Xiu Jikai juga merasa ide ini bagus. Tapi Xiu Jimei ragu. Jika Yidao bisa digunakan untuk menangkap tikus di kebun bunga, kenapa dia tidak meminta Blacky untuk melakukan hal yang sama?


Blacky yang ada di ruang spiritual bawaan bersin. Jika dia tahu apa yang dipikirkan Xiu Jimei, tampaknya lebih rela memakan ikan daripada tikus.


"Tidak masalah, tidak masalah. Bukankah hanya mengusir tikus? Ini bukan sesuatu yang sulit bagiku." Yidao buru-buru setuju.


Selama dia tidak ditemukan makhluk Alam Neraka, tinggal seratus tahun di sini pun rela. Dia akhirnya dibawa oleh Roh Bunga ke halaman belakang.


Setibanya di halaman belakang, Roh Bunga degan santai menarik tangan Yidao menuju taman bunga kesayangannya. Yidao terkejut ketika melihat berbagai bunga ditanam dengan baik.


Pria cantik itu ternyata suka menanam bunga.


Namun saat hendak melangkah lebih dekat, Yidao tiba tiba menabrak sebuah array spiritual hingga membuat wajahnya sakit. Dia mengerang dan menyentuh hidungnya yang berdarah.


"Oh, aku lupa tentang ini." Roh Bunga merasa bersalah padanya tapi itu hanya dibuat-buat. "Ada array seratus lapis di sini dan hanya aku yang bisa memasukinya saat ini. Aku akan membiarkanmu masuk."


Yidao mengusap hidungnya yang berdarah. Ternyata rasanya sakit juga, batinnya.


"Array seratus lapis? Apakah ada yang seperti itu?"

__ADS_1


"Tentu saja ada. Bukankah kamu baru saja melihatnya?"


"..." Tentu saja tidak. Jika bisa melihat nya, aku tidak akan menabrak dinding array bukan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada malam harinya, Xiu Jimei baru saja selesai mandi. Dia melihat Ming Zise duduk di tepi tempat tidur dengan ekspresi serius.


Gadis itu mengerutkan kening. "Mingming, kenapa kamu datang malam-malam? Yamla bilang kamu masih sibuk? Apakah urusanmu sudah selesai?" tanyanya.


Ming Zise menatap Xiu Jimei dan tersenyum lembut padanya. "Datanglah. Aku akan mengeringkan rambutmu."


Xiu Jimei duduk di samping Ming Zise. Pria itu menyentuh rambut panjangnya dan menggunakan tenaga dalamnya. Dalam sekejap, rambut itu Jimei kering dan halus.


"Mei'er, aku mungkin akan pergi untuk waktu yang cukup lama." Ming Zise mengutarakan niatnya datang ke Istana Golden Lotus.


Xiu Jimei tertegun. "Berapa lama? Kenapa kamu pergi?"


"Aku akan pergi untuk kultivasi tertutup. Paling sedikit satu atau dua tahun. Paling lambat, bertahun-tahun."


Ming Zise tidak ingin melakukannya. Tapi dia harus pergi. Alam Neraka akan menyerang Dunia Langit dan Alam Para Dewa di masa depan. Tujuan utama mereka adalah menguasai keduanya.


Untuk membuatnya lebih kuat, tentu saja Ming Zise harus pergi memperkuat dirinya. Ia mungkin terluka sebelumnya dan disembuhkan oleh esensi delapan dewa-dewi. Tapi kekuatannya masih belum cukup.


Ming Zise harus mengolah energi spiritual dan memperkuat fondasinya. Sehingga saat Ning Siyu dan Lu Zheng menyerang, ia sudah siap untuk segalanya.


Kali ini yang paling besar bagi Ming Zise tentu saja meninggalkan Xiu Jimei. Gadis ini pasti tidak akan nyaman tanpa kehadirannya di masa depan.


Xiu Jimei memeluknya. "Begitu lama? Tidak bisakah kamu membawaku?"


Pria itu menggelengkan kepala. "Tidak bisa. Bukannya tidak ingin, tapi tempat itu memang tidak bisa dimasuki siapapun selain kami para dewa. Jika ada sesuatu di masa depan, jangan ragu untuk datang menemukan dewa lain. Mereka akan membantumu sebisa mungkin."


Xiu Jimei memeluknya dengan erat. Entah kenapa, air matanya jatuh dan membasahi baju pria itu. Ming Zise merasa dadanya hangat oleh air mata, rasanya lebih tertekan.


"Mei'er, ini tidak akan lama. Tunggu aku, ya?" Ming Zise membujuk.

__ADS_1


"Bukankah mimpi itu akan menjadi nyata? Kamu benar-benar pergi seperti dalam mimpi itu dan aku tak bisa menggapaimu. Kumohon jangan pergi." Gadis itu akhirnya terisak. Tidak mau melepaskan pelukannya.


__ADS_2