Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Sarang Ular Hitam Alam Neraka


__ADS_3

Xiu Jimei merasakan bahwa di dalam lubang itu lebih panas ketimbang di luar. Tapi dia tidak berniat berhenti dan terus masuk lebih dalam. Tuit Tuit bertengger di bahunya dan diam-diam mendeteksi apakah ada bahaya atau tidak.


Semakin dalam Xiu Jimei bergerak, hawanya semakin panas.


"Tuan, aku merasakan sesuatu yang menjijikkan di bawah. Ini seperti binatang roh yang kotor," ucap Tuit Tuit.


Xiu Jimei tidak terlalu peduli. "Berapa lama lagi untuk mencapai dasar?"


"Tidak lama lagi. Ayo bergerak sedikit lagi," jawab burung itu mendesaknya.


Xiu Jimei turun lagi walaupun dahinya berkeringat saat ini. Hawanya memang lebih panas hingga membuat wajahnya menjadi kemerahan. Ini lebih baik daripada menemukan hawa dingin.


Kurang dari waktu setengah dupa, Xiu Jimei akhirnya bisa melihat ujung dari lubang tersebut. Dia sedikit marah pada Tuit Tuit.


"Kamu bilang ini sebentar lagi tapi aku telah menghabiskan cukup waktu."


"Ini memang sebentar jika aku terbang."


"Terbang ekormu! Kenapa kamu tidak mau memeriksanya sendiri sejak awal? Lagi pula diameter lubang ini cukup membuat tubuh kecilmu terbang ke sana ke sini!"


Tuit Tuit yang kena marah hanya bisa tutup mulut dan pura-pura tidak mendengarnya. Jika dia kembali ke ruang spiritual bawaan, empat binatang roh suci ilahi kuno pasti akan menertawakannya.


Cepat jika dia terbang tapi Xiu Jimei memakai tali untuk turun hanya agar tidak membuang-buang energi spiritual. Siapa tahu lubang tersebut akan sangat dalam.


Xiu Jimei langsung melompong ke permukaan tanah di dalam lubang besar tersebut. Ternyata isinya sangat luas. Setidaknya galian tanah yang sempurna membentuk sebuah ruangan yang cukup besar.

__ADS_1


Gadis itu mengerutkan kening. Hawa panas di dalamnya lebih terasa dari pada saat berada di dinding lubang.


"Kenapa aku merasa suasananya tidak benar?" Xiu Jimei curiga dengan sekitarnya.


"Tuan, ada banyak ular di kegelapan."


"Apakah ini sarang ular?"


"Seharusnya."


"..." Kenapa aku tidak merasakan ada ular di dalam sebelumnya? Batin Xiu Jimei.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ming Zise yang sudah kembali kembali ke Alam Para Dewa segera mendapatkan kabar jika Xiu Jimei sudah menyelinap pergi. Gadis ini tak bisa tinggal sebentar dan malas untuk melakukan bersih-bersih.


Dia sengaja meminta Yamla untuk tinggal di Dunia Langit dan menjaga Xiu Jimei. Setidaknya jangan sampai gadis itu mengalami masalah. Tapi Xiu Jimei sangat pandai menyelinap hingga Yamla tidak menyadarinya.


Karena Yamla belum melapor, itu artinya dia tidak mengetahui kepergian gadis itu.


"Aku baru saja mengirim pesan pada nya untuk mengikuti Putri Xiu."


"Ke mana dia pergi sebenarnya?"


"Sepertinya putri Xiu pergi ke pegunungan untuk berjalan-jalan."

__ADS_1


Berjalan-jalan ke pegunungan, sungguh hal yang berbeda. Gadis itu mungkin mencari sesuatu setelah insiden serangan dari Alam Neraka.


"Kalau begitu awasi. Jika ada sesuatu terjadi, segera beri tahu aku." Ming Zise tidak bisa pergi ke Dunia Langit karena urusannya belum selesai saat ini.


"Ya." Wuming mengangguk dan langsung menghilang dari tempatnya.


Sedangkan Ming Zise yang duduk tenang di rumah belajar mau tidak mau melihat ke luar jendela. Langit cerah dan pemandangan yang indah. Sayangnya tidak tahu kapan semua itu akan bertahan lama.


Gerakan Alam Neraka untuk memulai perang semakin jelas dari waktu ke waktu. Ia tidak tahu mimpi Xiu Jimei apakah akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yamla memang sedang menyusul Xiu Jimei saat ini setelah mendapatkan informasi dari Wuming. Ia menyesal karena tidak memperhatikan gadis itu dengan hati-hati. Atau setidaknya tetap di sampingnya.


"Jika sesuatu terjadi pada putri Xiu, tuan pasti akan menyalahkanku," gumamnya.


Yamla melihat lubang yang sebelumnya dimasuki oleh Xiu Jimei, mau tidak mau berpikir lebih jauh. Sebagai siluman ular putih dari Alam Para Dewa, ia mampu membedakan sarang setiap siluman yang ada. Ia mengendus sekitar.


"Lubang dan bau ini jelas milik siluman ular Alam Neraka!! Sial! Apakah ular jelek dari Alam Neraka datang untuk membuat masalah?" Yamla sangat marah hingga dia langsung mengirim pesan pada Ming Zise secepatnya.


Setelah itu, Yamla dengan cepat memasuki lubang tersebut tanpa ragu. Dia tidak tahu apa.yanh terjadi dengan Xiu Jimei saat ini.


Ketika Yamla tiba di ujung lubang, ia melihat ruangan yang sangat besar. Xiu Jimei tidak ada di sekitar dan ia hanya melihat sekumpulan ular hitam bersembunyi di kegelapan.


Melihat kedatangan Yamla, justru sekelompok ular hitam itu langsung merasa ada musuh yang masuk. Ini bau ular lain! Usir dari sarang.

__ADS_1


Mata indah Yamla langsung berubah menjadi mata ular. "Oh, sekelompok ular lemah ingin melawan yang kuat, cari mati!"


Segera, pertarungan di sana tidak terhindarkan lagi. Yamla berubah menjadi ular putih raksasa dan menatap sekelompok ular hitam kecil seperti semut yang malang.


__ADS_2