
Sementara itu, Xiu Jimei masih khawatir dengan Xiu Jikai dan Yan Yujie yang sama sekali belum muncul. Ini sudah cukup lama tapi keduanya belum terlihat batang hidungnya.
Xiu Jimei ingin menyusul untuk mencarinya langsung di dalam lautan namun tubuhnya lemas dan hampir saja kehilangan keseimbangan.
Jika bukan karena Ming Zise yang tiba-tiba muncul di belakang untuk menangkap tubuhnya, dia mungkin sudah jatuh ke pelukan Xuan Xing.
"Guru, kamu kembali. Tapi saudaraku dan Yujie belum muncul," katanya.
"Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja. Sebentar lagi mereka akan muncul." Ming Zise segera membopong Xiu Jimei yang tidak kuat lagi untuk berjalan.
"Mari cari tempat yang teduh dan bangun tenda untuk berlindung dari hujan." Ming Zise melihat yang lainnya.
Wang Xuyue dan yang lainnya mengangguk. Mereka menemukan tempat yang cocok untuk membangun tenda dan membuat api unggun khusus agar tidak padam saat terkena hujan. Api ini tentu saja merupakan api hantu yang terkenal misterius.
Anehnya, Ming Zise mampu mengeluarkan api hantu dan menggunakannya dengan santai.
Xiu Jimei sudah berganti pakaian di dalam tenda. Dia mendapatkan segelas susu hangat untuk diminum.
Tak lama setelah itu, Xiu Jimei melihat dua sosok di kejauhan, menuju ke arah mereka.
"Kakak, Kakak Sepupu!" teriaknya lega.
Xiu Jikai memapah Yan Yujie yang kini wajahnya pusat. Tubuh keduanya basah kuyup. Ditambah terguyur hujan, semakin dingin.
"Apakah kalian berdua baik-baik saja?" Jia Lishan membantu Xiu Jikai memapah Yan Yujie.
"Tidak apa-apa. Hanya sedikit merepotkan," jawab Xiu Jikai.
__ADS_1
Dia kelelahan setelah menyelam hampir menuju laut bagian dalam. Tekanan di bawah lautan dalam sangat rendah sehingga kedua telinga Xiu Jikai bahkan mengeluarkan darah saat ini, belum kering.
Xiu Jimei menjadi lebih khawatir. Dia mengeluarkan handuk tebal yang lembut dari ruang spiritual bawaan. Xiu Jimei mengeringkan tubuh Yan Yujie dan Xiu Jikai menggunakan energi spiritual dan membungkus keduanya dengan handuk besar.
Yan Yujie saat ini terjaga tapi terlalu lemas untuk bicara. Dia sempat mual karena sebelumnya berada di perut ikan buntal raksasa yang bau.
"Kakak, istirahatlah dulu. Aku akan membuatkan teh herbal untukmu dan Kakak Sepupu."
"Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir," kata Xiu Jikai. Dia bersandar di bahu adiknya dan ingin tertidur sebentar.
"Ayo, berbaring di pangkuanku. Ini lebih nyaman." Xiu Jimei tidak keberatan.
Keduanya adalah saudara kandung dan sering sekali saling meringankan kesulitan. Xiu Jimei sering membuat Xiu Jikai membersihkan semua kekacauan yang dibuatnya. Kali ini, sebagai saudara perempuan, tentu saja harus menjadi tempat perawatan baginya ketika sakit.
Xiu Jikai akhirnya berbaring di pangkuan Xiu Jimei dan memejamkan matanya untuk beristirahat. Gadis itu membersihkan telinganya yang memiliki noda darah, lalu menyuntik energi spiritual ke tubuhnya untuk memulihkan diri.
Tubuh Xiu Jikai sangat dingin saat ini.
"Apakah aku sakit kali ini?" tanyanya kesal.
"Sepertinya. Jangan khawatir, cukup minum obat, seharusnya baik-baik saja besok." Wang Xuyue menemaninya.
Ming Zise cemburu saat ini melihat Xiu Jimei dan Xiu Jikai sangat dekat. Wajah keduanya sangat mirip hingga tak bisa membedakan. Hanya saja saat melihat Yan Yujie, dia menyipitkan mata.
Di kening Yan Yujie ada simbol api hantu berwarna biru keputihan. Dia sedikit terkejut. Ditelan ikan buntal dan berhasil selamat dengan membawa simbol calon raja hantu?
Apakah ini berkah?
__ADS_1
"Apakah kamu memiliki kejadian aneh saat ditelan ikan buntal?" tanyanya.
Yan Yujie yang sudah merasa baikan pun mengangguk lalu menggelengkan kepala. "Aku tidak ingat. Aku hanya merasa pengap di dalam perut ikan buntal itu. Lalu kepalaku sakit. Setelah itu tidak ingat apa-apa," jelasnya.
"Apakah ada yang salah dengannya?" Kin Wenqian melirik Ming Zise.
"Lihat keningnya."
Mereka akhirnya menyadari jika ada simbol api hantu di kening Yan Yujie. Mereka tidak terlalu memerhatikan awalnya.
Yan Yujie menyentuh keningnya, sedikit panas. "Ada apa dengan keningku?"
Xuan Xing tidak bisa berkata-kata. Dia bingung. Wang Xuyue, Jia Lishan serta Kin Wenqian memperhatikannya sedikit lebih curiga. Lalu mereka menggelengkan kepala.
Ming Zise pun menjelaskan. "Simbol raja hantu ada di keningmu. Selamat, dengan adanya ini, semua penghuni Dunia Hantu tidak akan berani melawanmu," jelasnya.
"..." Yan Yujie yang tidak ingin menjadi raja hantu tampak tidak senang atau sedih.
"Ternyata simbol raja hantu." Xiu Jimei juga terkejut. "Apakah ini berbahaya?"
"Tidak. Hanya saja raja hantu saat ini mungkin lebih tidak sabar lagi untuk membunuhmu."
"..." Bisakah untuk tidak menakuti ku? Batin Yan Yujie.
Karena Xiu Jimei sednsg merawat Xiu Jikai, tuags memasak diberikan pada sisanya. Ming Zise yang pandai memasak menjadi koki saat ini, membuat makanan untuk semuanya tanpa pamrih.
Untuk Yan Yujie dan Xiu Jikai, Ming Zise membuat sup ikan roh dewa. Wuming yang membawa ikan itu secara langsung atas permintaannya.
__ADS_1
Aroma sup ikan yang harum membuat Yan Yujie lebih lapar saat ini.
Bukan hanya itu, tapi beberapa hidangan yang disediakan. Mereka makan dengan lahap.