
Dewa Obat terkejut. Sihir putri tidur yang diciptakan oleh Dewa Kegelapan berhasil dipecahkan?
"Siapa yang memiliki kemampuan ini? Mungkinkah gadis itu?" tebaknya.
"Bukan." Dewa Kegelapan memiliki ekspresi serius saat ini dan menyeka darah hitam di mulutnya. "Ini bukan dia. Aku merasakan energi spiritual dingin ras hantu yang kental dari orang ini," jelasnya.
Dewa Obat memeriksa kondisi Dewa Kegelapan. Tidak tahu sampai kapan efek sihir putri tidur ini bisa bertahan. Tapi Dewa Kegelapan tidak bisa tertidur saat ini. Dia pasti akan kembali ke dalam mimpi yang diciptakan oleh sihir tersebut.
Tiba-tiba saja Dewa Obat menggampar bahu Dewa Kegelapan hingga pihak lain meringis kesakitan.
"Dewa Tua! Apakah kamu masih seorang dokter? Ingin mematahkan bahuku?" protes Dewa Kegelapan tidak senang.
"Bodoh!" Dewa Obat langsung menepuk jidatnya.
"Kamu memanggilku bodoh? Apakah kamu berani?"
"Maksudku, aku bodoh! Benar-benar bodoh!" Dewa Obat menggelengkan kepala tapi ekspresinya langsung berbinar dan penuh senyum.
"(ー_ー)."
Memangnya kapan Dewa Tua ini memiliki otak yang pintar? Batin Dewa Kegelapan.
Dewa Obat sama sekali tidak peduli dengan apa yang dipikirkan Dewa Kegelapan saat ini. "Jika ada orang yang bisa mengangkat sihir ini, berarti bisa mengangkat sihir yang mengikatmu juga. Kenapa kamu tidak memikirkan ini? Kenapa kamu tidak senang? Ini bagus!"
"..." Aku menciptakan sihir putri tidur tapi pihak lain yang memecahkannya? Bukankah aku tidak layak menjadi dewa? Batin Dewa Kegelapan lagi.
Tapi dia memang butuh solusi saat ini. Jadi dia langsung mencari tahu siapa pihak lain yang berhasil mengangkat sihir putri tidur itu. Tak lama, dia melihat gambaran Yan Yujie yang memiliki rambut merah dan tanda raja hantu di dahinya.
__ADS_1
Tak lama, dia tampak tidak senang dan tidak mempercayainya. "Tidak mungkin dia?!" teriaknya.
"Siapa?"
"Yan Yujie, calon raja hantu!"
"...??!" Laki-laki yang terkena sial sepanjang waktu itu, apakah diberkati Dewi Fortuna?
Dewa Kegelapan tidak sabar untuk segera pergi sebelum sihir putri tidur ini mengikis kesadarannya lebih banyak. Dia tidak menunggu dewa tua itu memberinya saran dan segera menghilang dari pandangan.
"..." Dewa Obat yang ditinggal sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika Dewa Kegelapan turun ke Dunia Langit untuk menemukan Yan Yujie, dia tiba di pantai. Pada saat itu juga, Xiu Jimei dan Yan Yujie sudah tiba di pantai setelah diantar oleh Sin dan Yuyu.
Siapa tahu saat Xiu Jimei dan Yan Yujie yang sudah mengembalikan penampilannya, seorang pria jangkung berjubah brokat hitam muncul tiba-tiba tak jauh dari keberadaan keduanya. Belum lagi masih menyebut nama Yan Yujie seperti sedang mencari penyelamat.
"Aku akhirnya menemukanmu. Manusia, kamu harus membantuku," kata Dewa Kegelapan seraya berjalan cepat ke arah Yan Yujie.
Yan Yujie tidak tahu di mana dia pernah melihat pria bangsawan itu. Kenapa menatapnya seperti melihat mangsa?
"Siapa dia?" Yan Yujie berbisik pada adik sepupunya. "Apakah dia orang jahat dan ingin membunuhku?"
Xiu Jimei menggelengkan kepala. "Dia bilang meminta bantuanmu. Seharusnya tidak jahat." Melihat penampilan Dewa Kegelapan yang luar biasa, Xiu Jimei sedikit kesal. "Huh, kenapa tidak tersandung sekalian," gumamnya.
Di matanya, Ming Zise lebih tampan. Pria yang berjalan ke arah mereka saat ini seperti kebalikan dari sosok Ming Zise yang selalu berpakaian putih bersih.
__ADS_1
Di saat Dewa Kegelapan berjalan ke arah mereka, kakinya tiba-tiba saja tersandung seekor anak kura-kura yang menyembul dari dalam pasir.
Pikiran Dewa Kegelapan kosong saat ini dan akhirnya jatuh tengkurap. Dia adalah dewa, tapi kenapa masih tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya sendiri.
Dewa Kegelapan curiga jika dia baru saja dikutuk seseorang.
"Kenapa ada kura-kura di dalam pasir seperti ini? Apakah dia lahir dari batu karang?!" kesalnya.
"..." Xiu Jimei dan Yan Yujie bahkan tidak bersalah sama sekali.
Dewa Kegelapan melihat keduanya dengan canggung dan buru-buru bangun. Dia menghampiri mereka. Lalu tatapannya tertuju pada Yan Yujie.
Xiu Jimei diam-diam menarik laki-laki itu ke belakang dan menatap Dewa Kegelapan dengan waspada.
"Pria tampan hitam ini, apakah kamu memiliki urusan dengan Kakak Sepupu ku?" tanyanya curiga.
Xiu Jimei melihat tanda bunga teratai hitam di dahi pria itu, mau tidak mau mengerutkan kening. Dia tidak bisa merasakan energi spiritual di tubuh pria berjubah brokat hitam di depannya ini. Sepertinya bukan dari Dunia Langit?
"Siapa yang kamu panggil 'pria tampan hitam'? Di mana aku hitam?" Dewa Kegelapan kesal.
"Hanya karena berpakaian serba hitam seperti raja jahat," jawabnya polos.
Sudut mulut Dewa Kegelapan berkedut. Dia yakin gadis pewaris esensi delapan dewa-dewi ini sedang berpura-pura bertampang polos di depannya.
Kemudian ekspresi Xiu Jimei langsung berubah terkejut. "Tidak, tidak! Aku harus memberi tahu Ming Ming tentang ini. Dia pasti tahu," katanya.
"...?!" Siapa itu Ming Ming? Batin Dewa Kegelapan.
__ADS_1