
"Kalian bisa bicara?" Yan Yujie terkejut.
"Tentu saja. Tapi kami tidak mau buang-buang energi untuk bicara dengan kalian! Karena kalian datang ke sini, bersiaplah untuk menjadi santapan kami!"
"Bukankah kalian makan rumput?" Yan Yujie bertanya.
"Rumput itu hanya camilan!" Mereka berkata serempak. "Kami suka daging!"
Xiu Jikai yang ada di sampingnya mengerutkan kening. Tampak nya binatang roh kuno ini hampir bisa makan daging bahkan jika mereka termasuk binatang pemakan rumput.
Setelah berdebat cukup panjang dengan beberapa zebra roh kuno dewasa, pada akhirnya Yan Yujie melarikan diri. Dia langsung menyeret Xiu Jikai, berlari bersama di padang rumput sambil dikejar sekawanan zebra.
Teriakan Yan Yujie yang sekali lagi terdengar membuat yang lain menjadi lebih bingung. Tampaknya di setiap kesempatan, Yan Yujie selalu berhasil menjadi orang yang menarik perhatian.
"Kalian lari!! Zebra ini pemakan daging!" teriak Yan Yujie pada mereka.
"..." Wang Xuyue serta yang lain sedang mencoba menjinakkan zebra. Tapi saat mendengar kata 'pemakan daging', mereka sedikit ngeri.
Zebra yang tidak memiliki gigi tajam itu pemakan daging? Rumput hanya camilan?
Benar saja, karena sekawanan zebra dewasa berani melawan dan mengejar Yan Yujie serta Xiu Jikai. Maka sisanya juga akan melahirkan keberanian. Zebra roh kuno yang awalnya tampak jinak di depan mereka, kini memberikan tatapan provokatif.
Hasil akhirnya, kawanan zebra mengejar kelompok Xiu Jimei sambil berteriak tidak jelas. Sebagian zebra roh kuno bisa bicara. Sehingga suara teriakan manusia dengan zebra roh kuno menarik perhatian Xiu Jimei dan Ming Zise.
Xiu Jikai mungkin bisa menangani zebra roh kuno seorang diri. Tapi kali ini dia bersama teman-temannya, tidak mungkin mengurus semuanya secara benar.
Mau tidak mau, dia hanya memanggil Xiu Jimei yang mampu menakuti bintang roh apa saja. Kin Wenqian sendiri sedikit tidak berdaya. Dia sakit kepala.
"Terlalu banyak. Aku tidak bisa mengendalikan pikiran mereka," kata Kin Wenqian.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Xuan Xing sendiri tidak bisa menggunakan elemen es untuk menghalau mereka.
Setiap kali Xuan Xing membentuk dinding es, zebra roh kuno akan menghancurkannya dengan mudah. Dia ingat jika ini bukan zebra roh biasa, tapi binatang roh kuno pada zaman purba.
Sementara mereka sibuk, Xiu Jimei dan Ming Zise masih memperhatikan.
"Apa yang mereka lakukan? Bermain kejar-kejaran?" gumam Xiu Jimei.
__ADS_1
Setelah itu, Xiu Jimei dan Ming Zise merasakan embusan angin muncul di tengah-tengah keduanya. Lalu sosok Xiu Jikai yang berteleportasi langsung muncul di tengah, memisahkan jarak antara Ming Zise dan Xiu Jimei.
Xiu Jimei yang terkejut dengan kemunculan saudara kembarnya itu pun ingin mengomelinya. Tapi tidak ada waktu karena Xiu Jikai berkata dengan nada serius saat ini.
"Cepat bantu mereka. Kamu memiliki kemampuan untuk ini," kata Xiu Jikai pada adiknya.
Untung saja apel yang dimakan Xiu Jimei tinggal sedikit jadi langsung habis dengan satu kali suap. Dia menatap kakaknya, sangat kesal.
"Kakak, jelas kamu juga bisa menyelesaikan para kawanan zebra? Kenapa meminta bantuanku?"
"Kamu adalah ketuanya."
"Siapa juga yang ingin jadi ketua?" gumam Xiu Jimei.
Pada akhirnya, Xiu Jimei meminta harimau putih roh kuno untuk menggiring para zebra. Kemudian dia akan menjinakkannya.
Tapi tentu saja harimau putih itu tidak mau. Kawanan zebra begitu banyak, dia seorang diri. Bagaimana mungkin mampu?
"Kamu pikir aku anjing gembala? Aku tidak mau!"
"Cepat, lakukan saja! Dasar kucing gemuk!" Xiu Jimei tidak sabar. Dia akhirnya mencubit ekor harimau putih itu sekuat tenaga.
Ya Tuhan, gadis itu begitu berani, pikirnya.
Tanpa sadar, Cip Cip menatap ekornya sendiri. Jika Wang Xuyue memiliki sifat seperti Xiu Jimei, mungkin dirinya akan menjadi ayam botak.
Auman dari harimau putih langsung membuat kawanan zebra berhenti berlari. Mereka mencari sumber suara auman tersebut. Tak alam kemudian mereka menemukan seekor harimau putih di bibir hutan.
Harimau adalah musuh mereka. Jadi saat ini, kawanan zebra tidak peduli lagi dengan manusia dan berlari ke arah harimau putih berada.
"???!"
Harimau putih yang mengaum tanpa sadar tadi, saat ini bahkan lebih terkejut. Dia melupakan rasa sakit di ekornya dan mau menyadari jika kawanan zebra itu berniat untuk membunuhnya.
"Apakah kamu bercanda? Memancing mereka ke sini?" Harimau putih itu memasang kuda-kuda pertahanan dan menyalahkan Xiu Jimei.
"Bukankah kamu sebelumnya sangat tenang di antara kawanan zebra?" Xiu Jimei meliriknya dengan bingung.
__ADS_1
"Itu sebelumnya, tapi kini berbeda. Mereka marah dan merasa terancam. Di mana kucing besar ini memiliki nyali melawan mereka? Jelas aku tidak bisa menanganinya."
"Ternyata hanya tubuhmu saja yang besar," gumam Xiu Jimei.
Harimau putih itu merasa ada sesuatu yang mencekik lehernya. Tolong, bisakah gadis manusia ini berpura-pura memujiku alih-alih mengejek secara langsung?
Kawanan zebra itu berlari kencang ke arah harimau putih berada. Mereka tidak memperhatikan adanya Xiu Jimei, Ming Zise atau Xiu Jikai di dekatnya.
Tapi Xiu Jimei segera berjalan ke depan dan berhenti tak jauh dari keberadaan harimau putih. Dia tampak tenang. Di saat kawanan zebra paling depan tidak berniat untuk berhenti, Xiu Jimei cemberut.
"Berhenti!!" teriaknya pada mereka.
Tapi kawanan zebra roh kuno tidak mau mendengarkan.
Di sinilah Xiu Jimei merasa bahwa Dunia Kecil Array Kuno ini adalah milik para binatang roh kuno. Dia akhirnya mengubah ekspresi wajahnya dari malas menjadi serius.
Tepat ketika salah satu zebra dewasa hendak menyeruduk Xiu Jimei, gadis itu sendiri langsung mengangkat tangan dan menampar wajah zebra tersebut dengan sedikit kekuatan.
Awalnya si zebra meremehkan kekuatan tamparan gadis itu. Tapi tak lama setelahnya, zebra dewasa tersebut langsung mengeluarkan bunyi nyaring seolah-olah sangat kesakitan.
Bahkan kepalanya langsung menyentuh tanah berumput. Membuat keempat kakinya hilang keseimbangan dan terjatuh seakan berlutut di depan Xiu Jimei.
Melihat hal ini, para zebra yang ada di belakang secara otomatis berhenti. Bahkan di antaranya langsung mengangkat kedua kaki depan dan bersuara satu sama lain. Dampak ini juga menyebabkan beberapa zebra yang ada di samping belakang menabrak pantat rekannya sendiri.
Xiu Jimei puas dengan hasil ini. Bahkan mulut harimau putih di belakangnya terbuka, sangat mengejutkan!
Zebra besar dan tinggi itu mampu ditaklukkan oleh Xiu Jimei hanya dengan memukul wajahnya. Sungguh berani.
Xiu Jimei mendarat dengan aman setelah melompat untuk memukul wajah zebra.
"Nah, akhirnya kalian berhenti juga. Jika kamu mendengar sebelumnya, aku tidak akan memukul wajah jelekmu yang penuh warna belang," kata Xiu Jimei.
"..."
Zebra dewasa yang wajahnya dipukul merasa kesakitan. Dia ingin merengek tapi sangat malu karena dipukul oleh makhluk yang bernama manusia ini.
Semua zebra tidak ada yang berani untuk maju lagi. Mereka hanya menatap tajam harimau putih roh kuno di belakang Xiu Jimei.
__ADS_1
"Siapa kamu? Kenapa mampu memukulku dengan keras? Padahal itu hanya tamparan." Zebra dewasa yang dipukul itu akhirnya bangun dan mundur beberapa langkah, khawatir Xiu Jimei akan memukulnya lagi.