Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Semuanya Berakhir


__ADS_3

Tentang siuman nya Xiu Jimei tentu saja langsung diketahui oleh Ming Zise sejak awal. Hanya saja karena terlalu sibuk, Ming Zise belum bisa menemuinya.


Ming Zise hanya bisa kembali keesokan paginya setelah semua anak buah Lu Zheng diurus. Lu Zheng sendiri telah pergi dan membawa pasukan yang tersisa untuk kembali. Sayangnya, portal teleportasi spiritual telah hancur sebelumnya. Lu Zheng menggunakan kekuatan tersisa untuk membawa semua pasukan pergi.


Ketika Ming Zise kembali, terdapat beberapa goresan luka serta mengalami cedera internal yang cukup parah. Yan Yujie, Xiu Jikai serta Dewa Perang juga tidak luput dari luka.


Pertempuran ini bukan hanya melibatkan penghuni Dunia Langit dan Istana Langit tapi juga penduduk alam sekuler. Banyak korban yang berjatuhan setelah perang ini. Dewa Perang memastikan jika perbaikan alam sekuler membutuhkan beberapa tahun untuk pulih.


"Mei'er!" Ming Zise melihat Xiu Jimei baik-baik saja, akhirnya bisa menghela napas lega.


"Adik!" Xiu Jikai berjalan lebih cepat daripada Ming Zise. Dia memastikan jika adiknya baik-baik saja.


Betapa takutnya dia saat tahu Xiu Jimei koma karena esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya tidak terkendali. Dia ingin memberi tahu ayah dan ibunya namun Ming Zise menolak. Ming Zise berkata bahwa Xiu Jimei baik-baik saja dan perlu menstabilkan tubuhnya sendiri.


Awalnya Xiu Jikai tidak percaya dan bertengkar dengannya selama beberapa waktu. Bahkan perkelahian hampir tak terelakan. Tapi Ming Zise bukan kultivator, dia adalah mantan dewa dari Alam Para Dewa. Apa yang belum pernah dilihatnya selama ini?


Xiu Jikai marah dan menyalahkannya karena tidak menjaga Xiu Jimei dengan baik. Ming Zise bisa mengerti perasaan tersebut. Ia juga lalai dalam hal ini dan tidak menyangkalnya. Tapi bukan berarti Ming Zise membiarkan Xiu Jikai juga kehilangan akan sehatnya.


Untungnya ada Ye Jue yang membujuk. Sebagai Dewa Welas Asih, Ye Jue memiliki beberapa cara untuk mengatakan nasihat pada Xiu Jikai. Setelah Xiu Jikai tenang, Ming Zise menjelaskan semuanya dari awal.


"Mei'er, apakah kamu baik-baik saja?" Xiu Jikai memeluk kembarannya dengan erat.


"Kakak, aku baik-baik saja. Jangan khawatir."


Xiu Jimei mungkin bisa menebak emosi yang disembunyikan oleh Xiu Jikai. Dia membalas pelukannya dan menepuk punggungnya dengan lembut.


"Kamu tahu, aku tidak mati begitu saja. Bukankah jantungku terlindungi dengan baik?" Xiu Jimei menghela napas.


"Aku tahu." Xiu Jikai hampir lupa jika jantung adiknya berada di tempat terpisah. Begitu juga dengan dirinya.


Saat keduanya lahir, Xiu Jichen telah membuat kondisi khusus agar jantung keduanya terlindungi dengan baik. Sehingga jika ada sesuatu, si kembar tidak akan mudah untuk diganggu.

__ADS_1


Si kembar saling berpelukan dan mengucapkan beberapa patah kata. Ming Zise sedikit cemburu. Dia pura-pura batuk dan mendesis kesakitan. Dengan hati-hati, Ming Zise mengambil duduk untuk memulihkan diri.


Xiu Jikai tidak memiliki banyak luka. Dia hanya membunuh para pasukan iblis Alam Neraka serta jenderalnya saja. Sementara Ming Zise sibuk melawan Lu Zheng.


Kini perhatian Xiu Jimei kembali lagi ke Ming Zise. "Ming Ming, apakah kamu baik-baik saja?" Dia menghampirinya untuk memeriksa luka.


Ye Jue tidak terlalu mengerti hubungan kasih sayang keduanya jadi berkata. "Ming Zise, kamu sangat kekanak-kanakan. Luka kecil seperti itu sebenarnya bisa sembuh dalam waktu singkat."


Tiba-tiba saja Ye Jue merasakan hawa dingin menerpa punggungnya. Ia melihat tatapan Ming Zise menjadi lebih dingin saat melihatnya. Mau tidak mau, Ye Jue mengalihkan topik dengan canggung.


"Tapi perang kali ini memang sangat ganas. Alam Para Dewa dan Alam Neraka juga berperang dulu dan kamu terluka. Butuh waktu lama untuk sembuh, aku mengerti," jelasnya meluruskan meski hati kecilnya tidak setuju. Dewa Welas Asih tidak suka berbohong.


Xiu Jimei juga awalnya curiga. Namun setelah mendengar penjelasan itu, dia menghela napas lega. Luka kecil di tubuh Ming Zise mungkin bukan masalah besar namun cedera internalnya serius.


Kemudian dia ingat saat bertemu Mye Ai dalam mimpi, ada beberapa buah persik yang diberikan. Xiu Jimei meletakkan semua buah di ruang spiritual bawaan. Mengingat, buah persik yang satu itu bisa menghangatkan dantian serta mengandung esensi delapan dewa-dewi. Xiu Jimei mengeluarkannya satu untuk Ming Zise.


"Ming Ming, makanlah ini. Mungkin bisa berguna," katanya.


“Gadis ini, dari mana kamu mendapatkannya?” tanya Dewa Perang sangat penasaran seraya mengingat-ingat sesuatu.


“Ini diberikan oleh seseorang saat aku koma,” jawabnya.


“Jika kamu koma, bagaimana kamu tahu itu diberikan seseorang?”


“Aku bertemu dengannya dalam mimpi.”


“Siapa itu?” tanyanya lagi.


Namun Ming Zise terbatuk lagi yang membuat Dewa Perang akhirnya tutup mulut. Dia terlalu berlebihan untuk menanyakan privasi orang lain. Dewa Perang menghela napas. Ia hampir saja kehilangan citranya sebagai Dewa Perang yang ditakuti dewa-dewi lain karena sikap tegasnya.


Xiu Jimei tak bisa menahan diri untuk bergumam. "Siapapun itu, apa hubungannya dengan mu?"

__ADS_1


"..." Dewa Perang berpura-pura tidak mendengarkan.


Ming Zise memegang buah persik merah muda yang terlihat sangat harum di tangannya. Bahkan Roh Bunga tak bisa menahan diri untuk mengulurkan tangan, ingin menyentuhnya. Buah persik yang satu ini berbeda dengan miliknya sendiri. Jadi Roh Bunga penasaran.


Sayangnya Ming Zise menepis tangan pria berwajah cantik itu. "Mei'er memberikannya padaku, jangan sentuh."


Roh Bunga mendadak kesal. "Hanya menyentuhnya saja tidak boleh. Kenapa kamu begitu pelit?"


"Sebagai kaisar bunga spiritual, bukankah kamu adalah perwujudan pohon persik? Pegang saja buah persik yang kamu miliki."


"..."


Roh Bunga tidak mengatakan apa-apa lagi. Buah persik miliknya snGat berharga. Bahkan ia tidak bisa membiarkan Fu Chan Yin atau Xiu Jimei untuk memetiknya.


Ming Zise tidak menunjukkan ekspresi yang berlebih saat melihat buah persik yang diberikan Xiu Jimei. Dia hanya tersenyum seperti biasanya.


"Kalau begitu terima kasih, Mei'er. Buah persik ini sangat berharga dan pasti akan mengobati semua luka dalamku." Ming Zise mulai menggigitnya sedikit demi sedikit hingga akhirnya menyisakan biji buah berwarna merah.


Ming Zise berniat untuk menanam bijinya di halaman belakang istana nya sendiri. Mungkin bisa tumbuh dengan baik.


Sementara itu, Dewa Perang sedang berpikir keras tentang buah persik yang dimakan Ming Zise. Kenapa begitu akrab tapi ia tidak bisa mengingatnya?


"Dewa Perang, apa yang kamu pikirkan?" Ye Jue yang sudah ada di sampingnya pun bertanya dengan keheranan.


"Berpikir tentang buah persik itu, kenapa rasanya tidak asing?"


Ye Jue menggelengkan kepala dan tersenyum lembut. Ekspresinya yang tampak tidak berbahaya membuat wanita manapun ingin membesarkannya sebagai selir pria yang mudah patuh.


"Kenapa begitu rumit? Bukankah itu hanya buah persik hasil dari esensi delapan dewa-dewi yang dikatakan sudah menghilang sejak ribuan tahun lalu?"


Jika esensi delapan dewa-dewi hanyalah roh spiritual yang tidak memiliki kecerdasannya sendiri, mungkin sejak dulu masih ada di Alam Para Dewa bukan?

__ADS_1


__ADS_2