Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Ras Hantu Mulai Menyerang


__ADS_3

Ming Zise mencegahnya pergi. Sudah ada Xiu Jikai serta yang lainnya pergi ke sana. Xiu Jimei sudah terlalu kuat, masalah di sana bukan makanannya sama sekali. Biarkan mereka bermain hingga Ming Zise bisa berduaan dengan Xiu Jimei.


"Guru, kamu sungguh buruk!" Xiu Jimei tahu jika pria itu hanya sengaja menahannya.


"Guru hanya ingin berduaan dengan Xiao Mei."


"Tapi kakak sepupu ...."


"Yakinlah, dia akan baik-baik saja. Jika dia terluka, istana dewa kesialan akan tersambar petir."


Ming Zise membuat sumpah. Tapi sumpah ini sebenarnya berlaku untuk dewa kesialan, bukan dirinya. Ini menyelamatkan diri dan melemparkan bom energi pada pihak lain.


Pada akhirnya, Xiu Jimi sibuk memasak tapi pikirannya masih mengkhawatirkan Yan Yujie. Hanya saja ada Xiu Jikai yang memiliki kemampuan setara dengannya sehingga tidak terlalu khawatir lagi.


Lebih baik membuat sarapan dan makan lebih cepat nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di sisi lain sungai ....


Yan Yujie yang sibuk memandikan anak beruang roh kuno tiba-tiba saja merasakan energi spiritual yang kuat mendekat ke arahnya. Dia menjadi waspada dan memeluk anak beruang roh kuno lalu menghindar.


Pada saat yang sama, sebuah ledakan muncul di tempat Yan Yujie berada sebelumnya. Ledakan energi spiritual yang membunuh, Yan Yujie yakin jika selama mengikuti ujian bakat spiritual gabungan ini, ada pihak lain yang mengincar nya. Namun dia tidak mengatakan apa-apa pada yang lain.


"Siapa di sana?"


Sekelompok murid ras hantu tiba-tiba saja muncul dari balik pepohonan dan melemparkan banyak anak panah beracun. Anak panah itu akan menghilang saat mengenai permukaan lain sehingga tidak akan dicurigai bahkan jika mereka melakukannya.


Asalkan tidak meninggalkan bukti, semuanya baik-baik saja.


Yan Yujie terkejut melihat sekelompok ras hantu datang padanya. "Kenapa kalian menyerangku?" tanyanya bingung.


"Kamu tidak perlu tahu. Asal kami membunuhmu, semuanya akan baik-baik saja." Salah satu dari murid hantu tersenyum.


"Membunuhku? Kenapa kalian harus membunuhku? Sepertinya aku tidak memiliki dendam pada dunia kalian," jelas Yan Yujie lebih bingung.


Jangan kan mengganggu mereka, menginjakkan kaki di dunia mereka saja tidak pernah.

__ADS_1


"Humph! Ini tidak perlu kamu ketahui! Yang jelas, kamu mati, raja kami akan senang!"


"Raja kalian? Raja hantu tua? Aku dengar dari ayahku bahwa ada raja hantu tua yang telah lama memimpin tapi serakah. Apakah raja yang itu? Kenapa ingin membunuhku? Aku juga bukan ras hantu!"


"Kamu tahu terlalu banyak! Lebih baik kamu berdoa bahwa dewa akan mengirimmu ke surga!" Salah satu dari mereka akhirnya menyerang menggunakan pedang Yin.


Hawa dingin dari pedang Yin sama sekali tidak menggangu Yan Yujie. Tampaknya dia biasa saja. Tapi memikirkan apa alasan ras hantu ingin membunuhnya, mungkin hanya raja hantu yang tahu lebih baik.


Tapi kenapa dia harus mati?


Pedang Yin berusaha menebas tubuh Yan Yujie. Gerakan pihak lain sangat cepat namun Yan Yujie juga tidak kalah cepat. Dia mungkin sering terkena sial dan bodoh namun tidak berarti mengabaikan kultivasi nya.


Pihak lain menjadi marah dan merasa ini buang-buang waktu. Dia khawatir ledakan tadi akan memancing teman Yan Yujie. Jadi dia harus bertindak cepat.


Pihak lain melirik temannya yang menyaksikan. "Cepat bantu aku! Apa gunanya kalian berdiri di sana?!" teriaknya kesal.


Pada saat inilah Yan Yujie segera menendang kepala pihak lain dengan kekuatan penuh.


"Ahh!!" Pihak lain terpental dan menghantam batu besar di tepi sungai.


Saking kerasnya pukulan, batu besar itu pecah ketika dihantam oleh pihak lain. Kini pihak lain batuk darah, merasa tidak percaya jika kekuatan Yan Yujie lebih besar dari dugaannya.


"Biarkan aku saja." Suara kultivator laki-laki muncul dari belakang kelompok ras hantu berpakaian putih tulang.


Mereka melihatnya dengan tatapan terkejut. "Mi Sai ... Perwakilan Dunia Hantu."


Mi Sai, laki-laki bertubuh kecil seperti anak kecil itu melepaskan boneka kanibalnya yang terlihat menyeramkan. Mata boneka itu bergerak-gerak seperti sedang mencari mangsa.


Adapun Yan Yujie yang mengenalinya, terlihat lebih bingung lagi. Mi Sai, seperti yang diceritakan oleh Ming Zise, merupakan kultivator boneka kanibal. Laki-laki itu suka sekali mengoleksi darah korbannya untuk memberi makan boneka.


Memikirkannya saja, dia sudah merinding.


"Mi Sai ...," katanya tanpa sadar.


"Sepertinya kamu tahu aku," ujar Mi Sai seraya tersenyum, tidak terkejut atau takut.


"Tahu saja."

__ADS_1


"..." Kenapa kamu tidak takut padaku? Pikir Mi Sai.


Boneka kanibal yang ada di samping Mi Sai seperti mengeluarkan bunyi sendi-sendi tulang yang dipatahkan. Gigi Yan Yujie merasa ngilu saat mendengarnya. Boneka itu tidak mungkin terbuat dari tulang terbungkus kain khusus 'kan?


"Kenapa kamu?" Yan Yujie ingin mendapatkan informasi lebih jauh lagi.


"Tidak perlu tahu. Tapi aku ingin darahmu!"


Seketika, Mi Sai menggerakkan kedua tangannya yang ternyata sudah dipenuhi oleh benang energi spiritual hitam. Semua benang energi spiritual tersebut terhubung ke tubuh boneka kanibal yang ukurannya memang agak besar.


Boneka kanibal itu langsung membuka mulut lebar-lebar, menatap Yan Yujie seperti melotot. Bau darah tercium dari boneka itu hingga Yan Yujie hampir muntah.


Anak beruang roh kuno sepertinya tidak takut pada boneka jelek itu dan berteriak padanya. Tapi tidak ada hasil. Yan Yujie menyingkirkan anak beruang roh kuno ke sisi lain dan bersiap mengeluarkan pedang untuk membelah boneka.


"Itu tidak ada gunanya!" Mi Sai tertawa. Dia menggerakkan boneka ke sisi lain untuk mengambil anak beruang roh kuno alih-alih menyerang Yan Yujie.


"Putih!" Yan Yujie terkejut melihat binatang roh kuno kontraktualnya diambil oleh boneka itu di mulutnya. "Kembalikan dia!"


Mi Sai menarik kembali boneka kanibal ke sisinya dan mengambil anak beruang itu. "Jika kamu ingin binatang roh ini selamat, maka tukar dengan jiwamu."


"Kenapa kalian ingin nyawaku? Ada apa dengan Dunia Hantu kalian? Membunuh orang tanpa berkedip, apakah tidak takut pembalasan kultivator Dunia Langit?" Yan Yujie menggertakkan gigi.


"Dunia Langit tidak akan sebodoh itu untuk menyerang Dunia Hantu hanya karena sosok kecilmu. Kamu tidak berharga bukan?" Mi Sai mengejek.


"Justru karena aku tidak berharga, nyawaku harus nya tidak penting untuk ras hantu!" timpal Yan Yujie kesal.


"..." Ini juga dibenarkan ... Batin mereka.


"Ini tidak perlu kamu tahu!"


Mi Sai merasa jika Yan Yujie ini bodoh tapi tidak bodoh. Dia harus segera menyelesaikan ini. Meski tidak membunuhnya, cukup lukai saja.


Merasakan ada pihak lain yang akan datang, Mi Sai sengaja mengeluarkan jimat gerbang dunia hantu dan memanggil banyak ras hantu untuk datang. Dia ingin mereka mencegah teman-teman Yan Yujie menyusul ke sini untuk menghancurkan rencananya.


"Kalian juga pergi dan halangi mereka. Buat mereka sibuk!" perintah Mi Sai pada ras hantu yang sebelumnya menyerang Yan Yujie.


"Senior, apakah tidak apa-apa sendirian melawannya? Anak manusia itu sepertinya tidak lemah," kata salah satu dari mereka.

__ADS_1


Sebelum Mi Sai menjawab, dua kultivator ras hantu lainnya datang.


"Tidak perlu, kami sudah cukup!"


__ADS_2