
Di saat keduanya mengobrol dan Yan Yujie tidak peduli dengan pembicaraan keduanya, Xiu Jimei pun turun dan menyapa mereka. Pembicaraan itu akhirnya berpindah topik lagi.
Yamla kembali mengambil wujud ular putih kecilnya dan tinggal di bahu Xiu Jimei dengan nyaman.
"Putri, apakah kamu sudah merasa baikan?" tanyanya.
"Ya. Tidak ada masalah." Xiu Jimei tidak terlalu peduli. Dia menatap Dewa Kegelapan tanya eidkit linglung saat ini. "Apa yang kamu pikirkan?"
"Tidak ada." Dewa Kegelapan tersenyum. Lupakan saja tentang masalah iblis neraka saat ini. Penting untuk sarapan.
Tapi Dewa Kegelapan baru menyadari jika pakaiannya juga agak kotor. "Kenapa pakaianku kotor seperti ini? Apakah kalian melewati jalan berlumpur saat membawaku ke sini?"
"Tidak. Kamu terlalu berat jadi aku menyeretnya sepanjang jalan."
"..." Aku tidak percaya alasanmu.
Setelah sarapan, Dewa Kegelapan tidak memiliki banyak waktu di Dunia Langit. Dia harus kembali ke Alam Para Dewa untuk mengatur pekerjaannya sendiri. Tapi dia membutuhkan jiwa raja hantu untuk mengangkat sihir putri tidur sepenuhnya.
Yan Yujie sedikit tidak berdaya. Lagi-lagi dia menunjukkan sisi jiwa raja hantunya melalui bantuan Xiu Jimei.
Ketika jiwa raja hantu kembali dipanggil mengambil alih tubuh Yan Yujie, ekspresinya tidak baik lebih banyak kemarahan.
"Brengs*k! Untuk apa lagi kamu membangunkanku?" tanya ketus.
"Biarkan kamu mengangkat sihir putri tidur lagi," jawab Xiu Jimei.
"Lagi? Apakah dunia ini dipenuhi oleh sihir putri tidur dan aku adalah tabibnya? Orang bodoh mana yang menciptakan sihir ini tanpa memiliki penawar nya?!" Jiwa raja hantu yang menempati tubuh Yan Yujie mencibir saat ini.
"..." Dewa Kegelapan yang menjadi pelaku utama merasa jika ribuan anak panah menembus jantungnya.
__ADS_1
Orang bodoh yang dibicarakan Yan Yujie ada di depannya sendiri.
Barulah saya itu Yan Yujie yang berambut merah dan memiliki tanda raja hantu di dahinya menatap Dewa Kegelapan.
"Maaf, aku sedikit buta wajah," katanya.
"..." Kamu pasti pura-pura tidak melihatku.
"Apakah kamu ingin aku mengangkat sihir putri tidur?" tanya Yan Yujie tanpa sadar.
"Ya." Dewa Kegelapan mengangguk. "Aku akan membayar harganya. Sebutkan saja apa yang kamu inginkan."
Dewa Kegelapan mengira jika jiwa raja hantu tidsk pernah melihat dunia yang begitu luas. Jadi dia cukup santai. Paling juga yang dimintanya tak akan jauh dari buah roh dewa, yang atau pun harta lainnya.
Tapi tebakannya salah. Saat Yan Yujie meminta sesuatu, dia hampir tersedak salivanya sendiri.
"Aku ingin buah persik penyatuan jiwa," pinta laki-laki itu.
"Tidakkah kamu lihat bahwa aku dan tubuh ini adalah satu?"
"Oh, kamu ingin melakukan penyatuan jiwa? Tapi melihat kondisimu saat ini, sangat tidak mungkin untuk melakukan penyatuan jiwa. Tubuh ini dan jiwamu tidak seimbang. Aku khawatir itu hanya akan membuat kamu meledak menjadi genangan darah. Pikirkan lah kembali," jelasnya.
"Aku tahu. Aku hanya ingin menyiapkannya lebih dulu."
"Jika kamu bersikeras, maka tidak masalah. Ketika kembali, aku akan meminta Dewa Obat untuk memberikan buah persik tersebut."
Xiu Jimei juga mulai hijau saat mendengar bayaran. "Jangan lupa, aku juga berpartisipasi," katanya.
"..." Dewa Kegelapan sedikit merinding saat melihat senyum gadis itu. Entah kenapa dia merasa jika Xiu Jimei akan mengosongkan gudang hartanya saat ini.
__ADS_1
Tidak mau menunggu lama, jiwa raja hantu yang ada di tubuh Yan Yujie meminta Dewa Kegelapan untuk membuka pakaiannya agar dia bisa menyerap energi sihir putri tidur dengan baik.
Kurang dari seperempat jam, sihir putri tidur yang tersisa telah lenyap dan Dewa Kegelapan merasa memiliki vitalitas hari ini.
Jiwa raja hantu tak bisa bertahan di tubuh Yan Yujie dan kembali ke alam bawah sadar. Tak lama, Yan Yujie mendapatkan kembali pikirannya.
"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanyanya.
"Tidak apa-apa. Sudah selesai," jawab Xiu Jimei.
Sayangnya, saat jiwa raja hantu menarik diri dari tubuh dan pikiran Yan Yujie, Dewa Kegelapan sudah meninggal Dunia Langit.
Setelah membereskan tenda dan api unggun, Xiu Jimei dan Yan Yujie kembali ke penginapan di mana yang lainnya berada. Ming Zise belum juga kembali saat ini.
Haruskah dia menyusulnya ke Alam Para Dewa?
Xiu Jimei penasaran dengan iblis neraka yang mereka bicarakan waktu itu. Kenapa menginginkan esensi delapan dewa-dewi?
"Xiao Mei, kamu akhirnya kembali." Wang Xuyue sedang memandikan Cip Cip di halaman belakang.
Ayam roh kuno itu jelas enggan untuk mandi saat ini namun Wang Xuyue berkata jika tubuhnya sudah bau.
"Apakah dia masalah saat aku pergi?"
"Tidak ada. Syukurlah kamu kembali. Oh, kenapa Yujie terlihat sangat lelah? Apakah kalian mengalami masalah selama di perjalanan?"
Yan Yujie menguap. "Tidak ada. Hanya saja aku sedikit tidak enak badan saat ini. Aku akan kembali tidur hari ini, jangan ganggu aku."
Dia masuk penginapan dan pergi ke kamar untuk tidur kembali. Tubuhnya sudah dua kali ditempati jiwa raja hantu. Ada kekuatan asing yang berkecamuk di tubuhnya.
__ADS_1
Xiu Jimei juga tahu bahwa tidak mudah bagi Yan Yujie untuk menahan rasa tidak nyaman di tubuhnya. Tapi ini juga menjadi pelajaran baginya untuk menjadi sedikit lebih dewasa.
"Menjadi raja hantu tidak mudah," gumam gadis itu.