
“Sin, menurutmu, apa yang akan mereka lakukan dengan air mata ras kita?” tanya salah satu pria duyung dewasa. Dia memiliki wajah yang tampan dan tubuh bagus.
“Bukankah kamu baru saja mendengarnya? Mereka ingin menggunakan air mata duyung untuk menyelamatkan rekannya.”
“Yah … mereka terlihat tidak biasa. Tiga di antara mereka sangat kuat. Terutama pria berambut putih itu … siapa dia? Aku merasa menggigil saat melihatnya?” Yang lain juga merinding.
“Tidak tahu. Tapi kita beruntung tidak ditangkap malam ini.” Pria duyung bernama Sin itu menyipitkan matanya, lalu mengubah ekor ikannya menjadi kaki manusia.
Melihat Sin naik ke daratan, mereka khawatir.
“Kakak Sin, ke mana kamu akan pergi?” tanya laki-laki duyung kecil yang kemungkinan terlihat seperti anak berusia tujuh tahun.
Sin menatap ke arah di mana kelompok Xiu Jimei pergi. Sepertinya kelompok itu tidak pergi terlalu jauh. Api unggun mulai terlihat dan mereka membangun tenda di tengah malam seperti ini.
“Aku akan pergi dan melihat mereka. Kalian tunggu di sini. Jika keadaannya baik-baik saja, kalian bisa tenang,” jawabnya.
Yuyu, laki-laki duyung kecil itu lebih ketakutan lagi. Dia menggelengkan kepala, menolak keinginan Sin.
“Tidak, jangan pergi Kakak Sin! Mereka itu manusia. Mereka itu serakah dan jahat terhadap ras duyung kita. Jika kita pergi menjelajah daratan terlalu jauh, raja akan marah,” katanya mengingatkan.
“Karena itu aku meminta kalian tetap di sini. Jika terjadi sesuatu, kalian bisa pergi.”
Sin sudah memiliki keputusan dan pergi menuju ke tempat di mana Xiu Jimei berada saat ini.
__ADS_1
Saat ini, Xiu Jimei sedang menuangkan air mata duyung yang ada di mangkuk ke mulut Yan Yujie. Wajah Yan Yujie sedikit pucat saat ini. Ketika air mata duyung memasuki tubuhnya, perlahan aura biru terlihat menyelimutinya. Tak lama kemudian aura biru itu menghilang dengan kecepatan mata telanjang.
Yang lainnya masih khawatir jika air mata duyung tidak bekerja.
“Jangan khawatir, dia akan bangun. Saat ini dia mungkin berada dalam mimpi buruk,” ujar Ming Zise seraya membakar ikan yang cukup besar.
Memang, tak lama, Yan Yujie menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Namun tampaknya terjerat dengan mimpi buruk hingga dahinya berkeringat.
Hanya saja saat mereka fokus pada penyembuhan Yan Yujie, tamu tak diundang tiba-tiba saja muncul. Mereka melihat seorang pria berambut merah dengan bertelanjang dada menghampiri tempat mereka. Sepertinya penampilan pria berambut merah itu agak akrab.
“Apakah kamu … pria duyung yang tadi?” tanya Jia Lishan.
Sin mengangguk datar, sedikit waspada. “Namaku Sin. Maaf mengganggu kalian,” jawabnya.
“Aku hanya ingin tahu kenapa kalian tidak menangkap kami,” kata Sin.
“…” Harusnya kamu senang kami tidak menangkap kalian, bukan datang ke sini untuk menggigit umpan, batin yang lain.
Xiu Jimei tidak peduli apakah pihak lain duyung atau bukan, dia hanya fokus dengan keripik kentangnya. Sin tentu saja disambut dan mereka tidak tertarik dengan duyung atau memeliharanya. Xiu Jimei hanya ingin air mata duyung untuk membangunkan Yan Yujie.
Saat Sin melihat laki-laki yang berbaring tak sadarkan diri di dekat api unggun, sepertinya laki-laki itu memiliki gejala yang aneh.
“Ini … rekan-rekanku masih ada di tepi karang. Bisakah mereka datang juga?” Sin ragu untuk membicarakan masalah ini.
__ADS_1
"Tentu saja. Selama kalian tidak membuat keributan atau menyerang kami."
"..." Justru aku yang harus khawatir, batin Sin.
Sin akhir pergi dan mengajak rekan-rekannya untuk datang dan berkumpul. Meski mereka ragu, tapi Sin tidak terlihat panik atau terancam sama sekali. Jadi mereka juga yakin.
Yuyu yang sempat ketakutan sebelumnya tidak mau jauh-jauh dari Sin.
"Manusia, kenapa kalian membutuhkan air mata duyung kami?" tanya Yuyu memberanikan diri.
"Lihat, Kakak Sepupu ku tidak sadarkan diri karena diserang oleh ras hantu," jawab Xiu Jimei.
"Ras hantu?" Yuyu terkejut. "Bukankah itu penghuni pinggiran dunia bawah?"
"Ya."
"..." Sejak kapan ras hantu mulai mengganggu manusia? Batinnya.
Anak beruang roh kuno bahkan tidak tahu sejak kapan keluar dari cincin penyimpanan Yan Yujie dan kini gelisah di samping tuannya. Ini kali pertama bagi Yuyu serta rekan duyung lainnya melihat seekor beruang roh kuno.
Wang Xuyue tak bisa menahan diri untuk bertanya pada mereka. "Omong-omong, kalian sebagai ras duyung sudah ada sejak lama. Tapi kenapa aku baru pertama kali melihat kalian? Apakah kalian tidak pernah muncul atau jalan-jalan di daratan?" tanyanya.
Sin menghela napas. "Keberadaan kami cukup sensitif tapi bukan berarti orang lain tidak tahu. Ras lain termasuk manusia selalu percaya jika kami mampu membawa keberuntungan, jadi mereka sering menjebak ras kami dan menangkap mereka untuk dipelihara," jelasnya sedikit perasaan dingin di hati.
__ADS_1
Ini sudah ada sejak lama tapi dilakukan diam-diam. Jika duyung yang ditangkap tidak lagi berguna, mereka akan dibunuh untuk menghilangkan bukti.