
Kembali ke tempat Xiu Jimei berada.
Kelompok Xiu Jimei mencari ke berbagai sudut dan memeriksa setiap bagian barang yang ada di sana. Namun tidak temukan sesuatu yang mencurigakan.
Bahkan Xiu Jikai yang memperhatikan lukisan seorang wanita cantik yang memejamkan mata. Lukisan itu terlihat santai indah. Wanita cantik yang ada pada lukisan seperti nyata.
Namun saat Xiu Jikai memperhatikan, wanita dalam lukisan itu tiba-tiba saja membuka matanya dan tersenyum pada Xiu Jikai.
"..." Xiu Jikai sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Dia melihat beberapa alat melukis di atas meja tak jauh dari lukisan itu digantung.
Dia mengambil kuas dan mengeluarkan cat lukis berwarna hitam. Dengan cibiran jelas, dia langsung menggambar sesuatu di wajah lukisan wanita yang kini tersenyum padanya.
"Buang-buang waktuku saja," gumam Xiu Jikai.
"..." Wanita yang berada di dalam lukisan itu tertegun.
Dia melihat apa yang baru saja digambar laki-laki itu di wajahnya.
Kumis dan janggut!
Lalu gambar kura-kura di dahinya.
Si wanita dalam lukisan itu terkejut dan kesal. Ingin marah tapi tidak bisa. Pada akhirnya dia hanya bisa menghilang dari sana dengan ekspresi pahit di wajahnya.
Lukisan yang semulanya tampak cantik kini kosong. Hanya selembar kertas lukis kosong di dinding, tak lebih. Xiu Jikai bahkan lebih kecewa.
"Kenapa dia tidak meninggalkan petunjuk apa pun?" gumamnya.
Sementara Xiu Jimei sudah sedikit bosan. Dia kembali ke tengah ruangan dengan ekspresi tidak berdaya.
"Apakah kalian menemukan petunjuknya?" tanyanya.
Yang lain menggelengkan kepala.
Tiba-tiba saja teriakan Yan Yujie menggema. Bahkan suaranya bisa terdengar hingga ke laut pagoda dua puluh lantai, membuat peserta yang lain semakin tidak karuan.
Hantu!
Pasti ada hantu di dalam!
Saat ini, Xiu Jimei serta yang lainnya menghampiri Yan Yujie yang berada di dekat rak buku. Laki-laki itu melemparkan buku tua yang dipegangnya ke lantai begitu saja.
"Kakak sepupu, kenapa kamu berteriak?" tanya Xiu Jimei.
__ADS_1
"Hantu! Ada hantu di buku itu!" Yan Yujie menunjuk buku tua itu dengan tangan gemetar.
"Kamu adalah laki-laki, kenapa berperilaku seperti anak kecil?" Xiu Jikai bahkan tidak berdaya menghadapi kakak sepupu yang penakut ini.
Yan Yujie ingin mengelak. "Aku terkejut, hanya terkejut! Siapa yang takut?!"
"Baiklah, baiklah. Bukankah itu hanya hantu dalam buku?" Wang Xuyue tidak mau berdebat dan mengambil buku tua itu.
Mereka memperhatikan sampul buku. Tidak ada apapun. Lalu Yan Yujie meminta mereka untuk membuka buku.
Benar saja, sebuah wajah mengerikan tiba-tiba muncul di halaman pertama buku tersebut. Wang Xuyue hampir saja melemparkan buku itu karena terkejut. Dia menahan diri untuk tidak berteriak.
Wajah mengerikan di halaman pertama buku tua itu akhirnya tertawa dsn menggeram.
"Aku ingin darah kalian ... Aku ingin darah kalian ... darah ... darah ..." Suara seorang pria dari buku tersebut mengejutkan mereka.
Awalnya Xiu Jimei merasa heran. Tapi dia segera memikirkan sesuatu dan mengambil buku tua itu dari tangan Wang Xuyue.
"Di mana petunjuknya?" Dia justru bertanya pada sosok wajah mengerikan yang muncul di halaman buku sambil terus mengeluarkan kalimat yang sama.
Tidak ada jawaban yang diinginkan, Xiu Jimei terus bertanya lagi dan lagi hingga sosok wajah mengerikan di buku itu menunjukkan ekspresi lelah.
Pad akhirnya, sosok wajah mengerikan itu memutar bola matanya. Dia tahu Xiu Jimei tidak takut dan justru menatapnya seperti ingin melubangi buku.
"Tidak ada petunjuk apa pun di sini. Ini hanya permainan untuk menakuti peserta ujian!" Sosok wajah mengerikan itu akhirnya kesal.
Xiu Jimei menyipitkan mata dan langsung menyeringai.
"Aku baru saja mempelajari sesuatu dan perlu dicoba. Kamu akan menjadi uji coba pertamaku," katanya.
"..." Sosok wajah mengerikan di halaman buku tua itu mengerutkan kening. Dia sudah gagal menakuti mereka, tidak perlu berpura-pura menjadi hantu lagi.
Xiu Jimei sepertinya menggumamkan sesuatu, kemudian menyuntikkan energi spiritual ke halaman buku tersebut.
Ekspresi wajah mengerikan di halaman buku itu sedikit stagnan. "Apa yang kamu lakukan?!"
"Jadilah katak!"
"...?!!!?" Sosok wajah mengerikan di halaman buku itu terkejut.
Katak?
Apa maksudnya menjadi katak?
__ADS_1
Namun belum sempat berpikir, sosok wajah mengerikan dalam buku itu mendadak menghilang.
Halaman buku tua itu kembali normal. Isinya hanya tulisan biasa tentang kultivasi dasar yang selalu diajarkan oleh para guru sekte.
Akhirnya, ketenangan menyelimuti sekitar.
"Xiao Mei, apa yang kamu lakukan dengan wajah yang berpura-pura menjadi hantu itu?" Kin Wenqian yang memegang buku lain pun bingung.
Namun Wang Xuyue ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Jangan di tanya lagi. Dia tahu jika Xiu Jimei pasti menggunakan mantra sihir untuk mengubah sosok itu menjadi katak.
Sihir itu pasti berfungsi saat ini. Jika tidak, sosok wajah mengerikan itu tidak akan menghilang begitu saja.
Xiu Jimei hanya tertawa ringan. Dia menggelengkan kepala. Dia mengubah orang itu menjadi katak bukan hanya iseng atau mencoba mantra sihirnya, tapi karena pihak lain berkata jika di sini tidak ada petunjuk apa pun.
Bukankah mereka hanya bermain? Maka dia bermain dengan mereka.
Lagi pula mantra sihir ini mudah dipecahkan oleh guru sekte cabang ilmu sihir Sekte Atas. Dia tidak perlu khawatir. Bahkan jika tidak bisa dipecahkan siapapun, efek sihirnya hanya berlaku sehari. Setelah sehari penuh, orang itu akan kembali ke wujud aslinya.
"Lupakan saja. Ayo kita lanjutkan. Tapi guru berkata, kita tidak perlu mencolok. Cukup bermain saja," ujar Jia Lishan.
Mereka akhirnya menuju lantai dua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di tempat rahasia para penguji ujian bakat spiritual.
Seekor katak hijau melompat menuju pintu lain. Dia mencoba mengetuk pintu dengan kedua kaki depannya yang kecil. Tapi sama sekali tidak berhasil. Ketukannya sama sekali tidak menghasilkan bunyi.
Pada akhirnya, seorang laki-laki berjubah Sekte Atas dan juga merupakan salah satu penguji melirik jijik katak itu. "Hewan spiritual milik siapa ini? Katak ini begitu jelek!" ejeknya.
Katak hijau itu mengeluarkan suara khas yang penuh kemarahan. Dia menatap orang itu sambil menunjuk.
"Siapa yang kamu bilang jelek? Senior ini jelas tampan! Aku hanya tidak beruntung saat ini dan menjadi katak! Berani tidak menghormati senior!" Katak hijau tersebut bisa bicara.
"??!" Laki-laki berjubah Sekte Atas itu terkejut. "Senior? Benar-benar senior yang paling tampan itu?"
"Benar! Ini aku!" Katak hijau itu bernada bangga.
Meski dia bukan yang paling tampan, dia juga dikategorikan pria tampan di kalangan kultivator wanita. Tentu saja yang paling tampan adalah Xiu Jikai.
"Senior, kenapa kamu menjadi katak?" tanya si laki-laki berjubah Sekte Atas dengan enggan.
"Ceritanya panjang. Cepat bawa aku menemui guru sihir!"
__ADS_1
Akhirnya, katak itu diambil dan dibawa ke ruangan di mana guru sihir berada.