Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tiba Di Kota Negara Shui


__ADS_3

Xiu Jimei telah tiba di perbatasan kota bersama dengan kelompok Elder Chi. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan kedua bawahan Luo Chan saat ini—dan dia sama sekali tidak memikirkannya.


Menatap gerbang masuk keluar kota yang menjulang tinggi, Xiu Jimei agak kagum. Di alam sekuler ini ternyata gerbang kota lebih besar dan tinggi ketimbang di negeri alam sekunder. Xiu Jikai juga menaikkan sebelah alisnya.


Di atas pintu gerbang terdapat tulisan besar ‘Negara Shui’. Akhirnya Xiu Jimei tahu nama negara tempat Elder Chi dan yang lainnya hidup.


“Kenapa disebut Negara Air?” tanyanya.


“Oh, itu karena negara ini dikelilingi oleh lautan. Hanya ada sedikit pulau di sini tapi ada banyak sungai yang terhubung dari pegunungan ke laut. Sungai-sungai juga jarang mengering sehingga kekeringan juga minim terjadi,” jelas Elder Chi.


Semua desa dan kota makmur, air yang jarang surut juga membuat ikan melimpah sehingga tidak ada bencana kelaparan parah sepanjang tahunnya. Hanya saja jika musim penghujan tidak berhenti dalam suatu waktu, bencana banjir dan longsor menjadi peringatan penting istana kekaisaran.


Terkadang sebuah berkah juga bisa menjadi bencana.


Untungnya tidak ada peraturan khusus bagi siapapun yang ingin masuk dan keluar. Jadi saat Elder Chi serta rombongannya membawa Xiu Jimei serta Xiu Jikai memasuki gerbang, penjaga tidak curiga atau berkata macam-macam. Selama tidak membuat keributan lain, siapapun bisa masuk dan berkunjung.


Pertama kali memasuki gerbang, Xiu Jimei akhirnya bisa melihat keramaian di dalamnya. Kebanyakan dari mereka hanyalah manusia biasa dan kultivator tingkat rendah. Sepertinya bukan pemandangan yang langka di alam sekuler.


Xiu Jimei dan Xiu Jikai menyembunyikan tingkatan kultivasi diri sehingga tidak ada yang bisa mengetahui seberapa kuat keduanya. Namun melihat Elder Chi membawa orang asing masuk, banyak juga yang penasaran. Lagi pula Elder Chi masih orang penting di sekte terkemuka di negara tersebut.


Tapi perhatian semua orang yang lewat di jalan langsung berfokus pada si kembar. Terutama Xiu Jimei yang memiliki kecantikan luar biasa. Mereka segera menyentuh hitam sendiri, khawatir akan mimisan tiba-tiba.


Betapa cantiknya Xiu Jimei, lebih cantik daripada bunga negara saat ini. Belum lagi Xiu Jikai yang memiliki ekspresi dingin itu. mereka juga khawatir para pangeran sombong istana kekaisaran juga tidak bisa disandingkan.


Siapa keduanya?

__ADS_1


Mereka bertanya-tanya dalam hati tapi tidak berani maju untuk bertanya langsung. Bukankah itu tidak sopan?


Elder Chi terbatuk kecil dan lupa jika keduanya terlihat tidak ada bandingannya.


“Nona Xiu, kami akan kembali ke istana kekaisaran lebih dulu untuk melaporkan hal ini. Apakah kalian berdua ingin jalan-jalan terlebih dahulu atau …”


“Kami akan mengikuti diam-diam. Jangan khawatir.” Xiu Jikai menukasnya. “Zhongkui mungkin sudah tiba di istana lebih awal dan melaporkan hal ini pada kaisar kalian. Jika ada sesuatu, kami akan membantu di belakang,” jelasnya.


Elder Chi merasa tersentuh oleh kebaikannya. Ia mengucapkan rasa terima kasih dengan tulus lalu pergi dengan rombongannya. Namun sebelum berjalan jauh, sekelompok kultivator penjaga istana kekaisaran tiba-tiba datang. Mereka mengepung Elder Chi serta rombongannya.


“Elder Chi dan kelompoknya, kaisar mencurigai kalian sebagai pemberontak. Ikut dengan kami untuk pemeriksaan!” Seorang jenderal kultivator duduk di atas kuda putih roh jantan dengan badan tegap dan ekspresi dingin.


Aura yang terpancar dari tubuhnya jelas tidak kecil. Walaupun terlihat masih muda tapi usianya sudah lebih dari 40 tahun. Berkat efek mengolah energi spiritual yang baik, jenderal muda itu terlihat sangat segar pada pandangan pertama.


Elder Chi terkejut sesaat lalu tenang kembali. Tak terkecuali rombongannya. Mereka seperti sudah mengharapkan hal ini terjadi.


“Beraninya menanyakan maksud kaisar. Peramal Zhong kembali dengan luka-luka di tubuhnya ketika menyusul kalian ke laut. Semuanya bisa dijelaskan ketika tiba di istana,” jelas Jenderal Ye, pria yang menunggangi kuda putih roh jantan itu.


Dari awal hingga akhir, Jenderal Ye dan rombongannya tidak melihat keberadaan Xiu Jimei dan Xiu Jikai kembali. Baginya, orang yang tidak bisa dirasakan energi spiritualnya sama sekali tidak dianggap serius. Oleh karena itu, Jenderal Ye mengira jika keduanya hanyalah kultivator tingkat rendah.


Jenderal Ye mengatakan dengan lantang di depan banyak orang yang lalu-lalang, jikalau Elder Chi menangkap dan membunuh murid Zhongkui yaitu Yan Chan. Namun Elder Chi berkata bahwa Yan Chan masih hidup sampai sekarang dan dia hanya menangkapnya.


Dengan bukti inilah, Jenderal Ye bahkan tak segan untuk menangkap mereka.


Xiu Jimei dan Xiu Jikai juga dibawa bersama karena berada di rombongan Elder Chi saat pertama kali datang.

__ADS_1


“Kultivator tingkat raja roh? Lumayan juga,” gumam Xiu Jimei saat melihat Jenderal Ye.


Rupanya apa yang dikatakan Xiu Jimei tak sengaja didengar oleh salah satu prajurit Jenderal Ye. Prajurit kecil itu menatap Xiu Jimei dengan ekspresi tidak senang. Meskipun Xiu Jimei memang sangat cantik tapi tetap saja tidak berguna jika tidak memiliki energi spiritual.


“Lumayan katamu? Jenderal Ye merupakan salah satu kultivator berbakat di negara ini. tingkat raja roh sangat tinggi, di mana itu lumayan?”


Sudut Xiu Jimei berkedut ringan, tidak menanggapi perkataan prajurit kecil itu. ia lupa jika ini alam sekuler, bukan Dunia Langit. Di alam sekuler, kultivator yang memasuki tingkat prajurit roh saja sudah senang, apa lagi raja roh.


Kebanyakan kultivator biasa hanya bisa berada di puncak aura energi spiritual saja yaitu aura hitam. Barulah memasuki tingkat lanjutan seperti prajurit roh, raja roh, kaisar roh dan kedewaan. Sangat jarang bisa memasuki ranah apa lagi pergi ke Dunia Langit untuk menjadi kultivator abadi sesungguhnya.


“Oh, suka hatimu kalau begitu,” ucap Xiu Jimei tidak peduli.


Ada pun Jenderal Ye yang mengawal kelompok Elder Chi sepertinya agak terkejut setelah mendengar kata-kata Xiu Jimei. Gadis itu tahu tingkatan kultivasinya sendiri, yang mengejutkannya.


Bukannya Jenderal Ye menyembunyikan tingkat kultivasi dari pandangan kultivator lain. Tapi sangat jarang ada orang biasa yang melihat tingkat aura seorang kultivator.


Mungkinkah gadis itu bukan orang biasa? Karena terlalu kuat jadi dia tidak bisa melihat tingkatan kultivasinya? Rasanya tidak mungkin.


“Apakah kamu seorang kultivator?” tanya Jenderal Ye pada si kembar Xiu.


“Ya, tentu saja. Zhongkui tidak bercerita pada kaisar tentang aku juga sebelumnya? Apakah aku begitu tidak penting dalam ceritanya? Sayang sekali.” Xiu Jimei menghela napas tidak berdaya, tampak terlihat menyesal dan tidak senang.


“…” Apakah kamu sangat ingin dibicarakan? Sangat luar biasa? Jenderal Ye bercanda di dalam hatinya.


Meskipun kata-kata Xiu Jimei tidak terdengar serius, Jenderal Ye juga ragu.

__ADS_1


Jarak ibu kota kekaisaran dari tempat mereka berada saat ini cukup jauh. Membutuhkan perjalanan lebih dari satu hari jika mau. Namun karena mereka memiliki tunggangan roh, perjalanan hanya membutuhkan satu hari saja.


Akhirnya, mereka pun tiba di ibu kota kekaisaran sebelum langit gelap.


__ADS_2