
Selama seminggu beristirahat, para peserta ujian spiritual gabungan akhirnya berkumpul di sekitar pagoda dua puluh lantai. Mereka bersiap untuk pergi ke Dunia Hantu.
Tentu saja ada beberapa pengumuman dari pengawas ujian kali ini. Meraka menjelaskan seperti apa suasana di Dunia Hantu terlebih dahulu agar bisa siap secara fisik dan mental.
Ada berbagai jenis hantu tentunya. Baik yang baik hati hingga jahat, cantik hingga buruk rupa, licik hingga polos. Dan masih banyak lagi.
Yan Yujie sedikit merinding saat mendengarnya. "Bisakah aku pura-pura sakit dan tidak mengikuti ujian kali ini?"
"Kecuali jika kamu inginkan kelompok kita didiskualifikasi, pergilah," jawab Xuan Xing.
"Begitu kejam?" Yan Yujie menghela napas tidak berdaya.
Saat gerbang Dunia Hantu dibuka, embusan energi Yin menguar. Xiu Jimei sedikit kedinginan. Namun berkat jubah khusus yang diberikan oleh Ming Zise, hawa dingin itu perlahan terserap ke dalam jubah.
Mereka semua memasuki gerbang Dunia Hantu secara bergantian. Kelompok Xiu Jimei melihat ke arah tiga ras hantu yang telah terekspos memiliki niat jahat pada Yan Yujie. Mungkin akan ada pertarungan lain di dalam sana.
Tentu saja, Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong telah mendapatkan teguran keras dari raja hantu setelah kembali ke sana sementara. Ketiganya tidak akan gegabah kali ini. Apalagi membunuh Yan Yujie di wilayahnya sendiri, sungguh keberuntungan.
Di saat semuanya memasuki gerbang Dunia Hantu, tanah di sana tidak seperti tanah biasa di Dunia Langit ataupun alam sekuler, tapi berwarna hitam, merah kadang ada juga yang sedikit keunguan.
Pepohonan di Dunia Hantu juga tidak hijau, melainkan hitam dan merah. Semuanya serba suram dan tidak bernyawa.
Saat Xiu Jimei menapakkan kaki di sana, seekor ular hantu berwarna biru keputihan tanpa sengaja menggigit kakinya.
"Xiao Mei, hati-hati!" Wang Xuyue ingin membunuh ular itu, namun tidak sempat.
__ADS_1
Ular biru keputihan yang menggigit kaki Xiu Jimei tiba-tiba menyusut menjadi kecil dan kecil hingga hampir seukuran cacing.
Bahkan Xiu Jimei tidak merasakan sakit sama sekali. "Ular ini baru saja menggigitku?" tanyanya heran. Dia mengambil ular biru keputihan yang sangat kecil, meliuk-liuk di udara, ingin melarikan diri.
"Tidakkah kamu merasa sakit atau keracunan?" Yan Yujie keheranan.
Gadis itu menggeleng kepala. "Aku hanya merasa dingin di kakiku, seperti embusan angin," jelasnya.
"..." Apakah Dunia Hantu ini tidak memengaruhimu? Batin mereka.
Ming Zise melihat ular biru keputihan yang telah kehilangan vitalitasnya di buang Xiu Jimei secara sembarang. Alisnya naik sedikit. Di melihat aura esensi delapan dewa-dewi di tubuh Xiu Jimei mulai membentuk perisai di sekitar tubuhnya. Lalu mengerti sesuatu.
Aura Yin rendah diserap oleh esensi delapan dewa-dewi. Tapi di sisi lain, Xiu Jimei pasti akan mudah lapar karena kehilangan energi spiritual.
Benar saja, Xiu Jimei merasa lapar saat ini. Padahal dia baru saja makan cukup banyak.
"Bisakah ada makanan normal yang bisa dimakan manusia seperti kita di sini?" tanya Jia Lishan.
"Tentu saja ada. Jangan khawatir."
Ming Zise membawa mereka ke sebuah penginapan yang cukup sepi. Tapi tidak terlalu mencekam. Para hantu di sana beragam. Tapi tidak seperti jiwa yang dilemparkan setelah mati.
Mereka hidup normal selayaknya manusia. Berdagang, berbelanja, menikah, memiliki anak bahkan memiliki emosi. Satu-satunya yang tidak mereka miliki hanyalah ingatan tentang menjadi manusia.
"Aku merasa diperhatikan," bisik Yan Yujie pada Xiu Jikai.
__ADS_1
"Jangan khawatir, asal kamu tidak berkeliaran, semuanya akan baik-baik saja."
Memang benar jika saat ini Yan Yujie diperhatikan oleh sekelompok ras hantu yang ditugaskan untuk membunuhnya. Kelompok itu dipimpin oleh Mei Rong.
Melihat kelompok Xiu Jimei memasuki sebuah penginapan, Mei Rong meminta anak buahnya untuk berpura-pura menjadi tamu dan menginap di sana juga.
Mi Sai muncul di sampingnya. "Raja tidak ingin kita gagal lagi. Jika tidak, kita akan tamat," bisiknya.
"Aku tahu. Selama kita bisa membunuhnya, semuanya mudah dibicarakan." Mei Rong mendengkus lalu meninggalkan tempat tersebut.
Mi Sai menggelengkan kepala dan segera mengikutinya.
......................
Di penginapan.
Setiap kamar bisa menampung lebih dari sepuluh orang. Ada sepuluh tempat tidur single yang disiapkan untuk para tamu. Berbeda dengan penginapan di Dunia Langit yang hanya bisa menampung satu atau dua orang setiap kamar, budaya di Dunia Hantu benar-benar unik.
Jadi kelompok Xiu Jimei berada di satu kamar dengan ranjang berjajar di kedua sisi berlawanan. Untuk pertama kalinya mereka akan tidur dalam ruangan yang sama. Termasuk Ming Zise.
"Mereka juga bisa melakukan apapun di kamar tersebut, termasuk memasak sendiri. Asal tidak sampai membakar kamar.
Tak lama setelah itu, seorang pelayan hantu berwajah pucat datang untuk menawarkan makan siang.
"Para tamu, apakah ingin memesan hidangan favorit di penginapan kami?"
__ADS_1
...****************...
NB: Menurut kalian, hidangan apa yang dimiliki oleh ras hantu?