
Yang lainnya segera menyusul Yan Yujie dan melihat banyak tulang belulang di bawah beberapa pohon besar. Saat kabut mulai menipis, mereka akhirnya bisa melihat ada ratusan kerangka manusia di bawah pohon.
Sedangkan Yan Yujie baru saja tersandung tengkorak manusia yang setengah terkubur di tanah.
Sebelumnya mereka tidak menemukan tulang-tulang tersebut. Entah karena ilusinya dipatahkan atau memang mereka di tempat yang salah sebelumnya. Namun hampir semua pohon memiliki kerangka manusia yang sudah tidak lengkap lagi.
"Tulang ... tulang manusia," gumam Wang Xuyue sedikit merinding. "Apakah mereka semua adalah tulang dari para kultivator yang tak bisa keluar dari Lembah Hantu ini?"
"Sepertinya begitu." Jia Lishan mengangguk.
Tiba-tiba saja angin berembus cukup kencang dan sesuatu dari kejauhan tampaknya menuju ke arah mereka. Ada desisan ular di udara tapi tidak ada wujudnya.
Hingga kabut putih berkumpul di satu sisi, membentuk seekor ular putih raksasa yang menatap kelompok Xiu Jimei dengan mata ungu gelapnya.
Ular putih raksasa itu menjulurkan lidahnya berulang kali dan bersiap untuk menyerang mereka.
Kelompok Xiu Jimei waspada dan tidak peduli lagi dengan tulang belulang yang ditemukan.
"Apakah kamu penjaga Lembah Hantu ini?" tanya Xiu Jimei datar.
"..." Tidakkah manusia ini takut padanya? Batin si ular.
Namun saat melihat pria yang ada di samping Xiu Jimei, ular putih raksasa itu seperti mengenalinya lebih dari siapapun. Ini tuan! Ini adalah tuannya yang telah lama tidak dia lihat sejak dilemparkan ke alam sekuler ini.
Adapun Ming Zise yang mengerutkan kening, tampaknya tidak asing dengan ular putih tersebut. Akhirnya, pria itu berwajah gelap saat mengingat siapa ular putih itu di masa lalu.
"Yamla," katanya.
Ular putih raksasa berdesis beberapa kali dan akhirnya mengubah wujudnya menjadi seorang wanita bergaun putih, rambut putih serta mata ungu gelapnya yang cantik. Wanita itu langsung berlutut di depan Ming Zise dengan ekspresi ketakutan.
Wanita jelmaan ular putih tersebut sudah tidak lagi memedulikan manusia sebagai santapannya.
"Tuan!" sapanya. "Akhirnya Yamla bisa bertemu lagi dengan Tuan!"
__ADS_1
Ming Zise tidak mengatakan apa-apa. Namun Wuming tiba-tiba saja muncul di samping Ming Zise dan terlihat marah pada Yamla. Siluman ular putih inilah yang berkhianat pada tuannya dan melarikan diri selama ratusan tahun lamanya.
Siapa yang tahu Yamla ternyata ada di sini.
"Kamu pengkhianat! Masih berani memanggil Tuan!" Wuming bernada dingin.
Yamla semakin bingung dan akhirnya mengerti apa yang terjadi waktu itu. "Tidak! Yamla berani bersumpah kepada langit dan bumi bahwa Yamla tidak berkhianat. Semua ini karena Dewi Kecantikan! Dialah yang melemparkan ku ke sini dan menyegelku di sini. Yamla sama sekali tidak memiliki niatan untuk berkhianat!" ungkapnya tergesa-gesa.
Ular putih raksasa yang mendiami Lembah Hantu ini tak lain adalah siluman ular putih roh dewa yang sebelumnya tinggal di Alam Para Dewa. Belum lagi berstatus sebagai bawahan Ming Zise yang setara dengan Wuming.
Namun waktu itu Yamla berkhianat pada Ming Zise dan melarikan diri ke dunia lain. Hal ini membuat Ming Zise marah dan Wuming juga tidak mengerti kenapa Yamla melakukannya.
Sekarang nama Dewi Kecantikan disebut, Wuming masih tidak mau percaya namun hanya menatap Ming Zise yang diam sejak awal.
Kelompok Xiu Jimei tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tampaknya wanita bergaun putih itu mengenal guru pendamping.
Ming Zise menatap Xiu Jimei sebentar dan meminta mereka untuk pergi ke sisi lain sebentar.
"Guru akan segera menyusul. Xiao Mei bisa menyelesaikan tugas lebih dulu. Kita akan pergi ke ibu kota setelah keluar dari sini," katanya.
Xiu Jimei serta teman-teman nya segera meninggalkan tempat tersebut dan berkeliling Lembah Hantu sebentar untuk menyelesaikan tugas sampingan. Mereka memetik bunga mawar hitam serta mengambil beberapa tulang manusia sebagai bukti.
Meski agak aneh mengambil tulang manusia, tapi tak ada yang bisa mengetahui apa yang dipikirkan Xiu Jimei saat ini.
Setelah menyelesaikan tugas, mereka keluar dari Lembah Hantu dan mencari tempat untuk menunggu Ming Zise kembali.
Pad akhirnya mereka bertemu dengan kelompok Meng Meng dan Huang Fu Shi. Jadi, ketiga kelompok itu pergi bersama meninggalkan hutan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di sisi Ming Zise saat ini ....
Yamla masih berlutut dan tidak berani menatap Ming Zise yang tampaknya menyimpan kemarahan padanya. Ini semua bukan salahnya. Tapi gara-gara Ning Siyu yang sengaja menjatuhkan dirinya ke alam sekuler lalu menyegelnya di lembah ini. Kemudian dia menghantui setiap kultivator yang datang dan membuat mereka kehilangan nyawa.
__ADS_1
Dia sangat marah dan dendam karena tidak bisa keluar dari tempat ini.
"Benarkah dewi kecantikan melakukan ini?" Wuming merasa tidak menduga jika Ning Siyu yang terlihat lembut dan baik hati memiliki sisi jahat yang tersembunyi.
"Aku tidak berbohong. Aku bersumpah. Semuanya karena dia," jawab Yamla.
"Kamu telah mengucapkan sumpah beberapa kali. Tidakkah bosan?"
"Aku khawatir Tuan tidak percaya." Yamla juga mengeluh atas pertanyaan Wuming yang selalu menyudutkannya. Tapi dia tidak mempermasalahkannya. Sejak awal, Ning Siyu menang sengaja menjebaknya.
"Kenapa Ning Siyu melakukan ini padamu?" Akhirnya Ming Zise angkat bicara.
"Ning Siyu tidak suka dengan kecantikanku dan khawatir akan menggoda Tuan. Jadi dia sengaja menjebakku ke alam sekuler waktu itu dan menyegel bawahan di sini," jelas Yamla.
Ming Zise sepertinya ingat hari di mana Yamla dikatakan berkhianat, Ning Siyu juga banyak mengganggunya. Sepertinya dewi kecantikan terlalu menganggur akhir-akhir ini.
Dewi Kecantikan dipilih untuk membuat umat manusia di beberapa dunia memiliki kesempatan hidup dengan baik dan tampil percaya diri. Tapi mungkin dewi kecantikan tidak suka orang lain lebih cantik darinya sehingga menyalahgunakan posisi seorang dewi untuk dipuja banyak makhluk lain.
"Aku sepertinya terlalu baik akhir-akhir ini," kata Ming Zise.
"Tuan ..." Wuming tidak tahu apa artinya. "Apakah Yamla dimaafkan begitu saja?"
Yamla tidak senang pada Wuming. "Kenapa? Aku jelas korban. Jika aku mampu keluar dari sini, aku pasti sudah kembali ke Alam Para Dewa!"
"..." Wuming tidak mau percaya tapi tempat ini memang aneh.
"Ada sihir dewi kecantikan di sini. Kamu benar-benar tidak diizinkan untuk meninggalkan tempat ini," kata Ming Zise.
"Tuan, Tuan ... Tolong beri Yamla satu kesempatan lagi untuk melindungi Tuan. Lain waktu Yamla tidak akan ceroboh." Yamla murni memuja Ming Zise sebagai tuannya dan tidak pernah memikirkan hal lain.
Berbeda dengan Wuming yang merupakan penghuni Alam Para Dewa biasa, Yamla adalah siluman ular putih. Tapi dia tunduk pada Ming Zise dan beruntung bisa menjadi salah satu bawahannya.
Namun karena dia merupakan kecantikan dari klan ular putih, Ning Siyu cemburu dengan kecantikannya. Itulah sebabnya dia memiliki malapetaka ini.
__ADS_1
"Jika Tuan melepaskan segel, dewi kecantikan pasti akan langsung mengetahuinya. Bagaimana menurutmu?" Wuming memikirkan tuannya yang sering diganggu dewi kecantikan, langsung kesal. Ini tidak sekuat dan semurni Xiu Jimei.