
Xiu Jimei telah menggunakan esensi delapan dewa-dewi hanya untuk membuka gerbang ilusi yang ada di kolam air terjun. Dia khawatir Yan Yujie akan mengalami kecelakaan di tempat lain. Meski pun Ming Zise dan Xiu Jikai meyakinkannya bahwa Yan Yujie baik-baik saja, Xiu Jimei tidak mau terjadi sesuatu pada kakak sepupu.
Jadi, dia sengaja menyelam dan membobol gerbang ilusi spiritual yang dibuat oleh pihak lain. Untung saja dia langsung menemukan Yan Yujie tepat saat berenang di lautan ilusi.
Yan Yujie hampir tenggelam dan Xiu Jimei segera meraih tangannya yang terulur. Lalu dia membawanya kembali keluar dari gerbang ilusi spiritual.
Namun Yan Yujie merasa jika kesadarannya mulai menurun dan akhirnya pingsan.
Keduanya muncul di permukaan kolam air terjun hingga yang lainnya pun menghela napas lega.
"Yujie! Xiao Mei!" Wang Xuyue berteriak lega.
Xiu Jikai melihat adiknya agak pucat pun segera menghampirinya untuk membantu Yan Yujie yang pingsan.
Ketika tiba di daratan, Xiu Jimei terbatuk karena air yang tak sengaja masuk ke paru-parunya. Ming Zise segera memeluk gadis itu dan menyuntikkan energi spiritual miliknya agar Xiu Jimei tidak jatuh sakit. Gadis itu tidak tahan dengan hawa dingin.
Melihat Ming Zise yang begitu perhatian, yang lainnya agak canggung. Lupakan. Mereka tahu apa yang harus dikatakan dan tidak. Hubungan Xiu Jimei sebagai bintang phoenix Ming Zise sangatlah unik. Namun jangan beritahu Xiu Jimei tentang ini.
"Guru, Yan Yujie ..." Xiu Jimei masih mengkhawatirkan kakak sepupunya.
"Jangan khawatir, dia baik-baik saja." Ming Zise mengeringkan tubuh gadis itu dengan energi spiritual. "Istirahatlah. Kamu telah bekerja keras. Kakakmu akan mengurus sisanya."
Xiu Jimei agak linglung saat dipeluk oleh Ming Zise. Pada akhirnya mengangguk.
Semua orang kembali ke gua tempat peristirahatan. Hujan belum reda dan mereka pun mengeringkan tubuh setelah tiba di gua.
Ular hijau roh kuno belum pergi. Dia masih bersama Cip Cip. Tapi kali ini ada penambahan orang yaitu Bai Huazhi.
"Kalian sudah kembali. Apakah masalahnya serius?" Bai Huazhi menyipitkan mata saat melihat Yan Yujie yang pingsan dan digendong oleh Xiu Jikai.
"Yujie pingsan," jawab Jia Lishan.
Melihat Yan Yujie yang dibaringkan tak jauh dari api unggun, Bai Huazhi memeriksa kondisi tubuhnya. Untungnya tidak ada yang aneh dan hanya pingsan biasa. Sementara Xiu Jimei bersin beberapa kali. Sepertinya kedinginan dan mulai pilek.
Xiu Jikai sedikit khawatir juga dengan kondisi adiknya yang jatuh sakit setiap kali menyentuh hawa dingin yang berlebihan.
__ADS_1
Ming Zise membuat teh herbal roh dewa untuk gadis itu. Teh herbal yang dicampur madu memiliki aroma yang mampu menenangkan saraf. Sangat harum. Bahkan Bai Huazhi pun iri.
"Karena semuanya tidak ada masalah serius, aku akan kembali." Bai Huazhi mengambil ular hijau roh kuno untuk dibawa pulang ke Dunia Kecil Array Kuno. "Berhati-hatilah selama ujian. Terutama saat memasuki Dunia Hantu," imbuhnya. Dia tertuju pada Yan Yujie yang pingsan.
"Dunia Hantu? Aku hampir lupa jika Dunia Hantu juga termasuk dalam penjelajahan ujian kali ini," kata Wang Xuyue.
"Setelah ras hantu menyerang Yan Yujie, pasti akan ada serangan lain saat tiba di sana." Jia Lishan juga berpikir tentang ini.
Bai Huazhi membuka portal teleportasi spiritual dan menghilang bersama ular hijau roh kuno. Suasana di gua menjadi sedikit lebih tenang.
Selama menunggu Yan Yujie Siuman, Xiu Jimei sudah duduk di dekat api unggun sambil minum teh herbal roh dewa yang dibuat oleh Ming Zise. Hidungnya memerah karena bersin beberapa kali. Bahkan hidungnya sedikit gatal.
"Xiao Mei, kamu pilek," kata Xuan Xing.
"Yah, sepertinya begitu," keluh Xiu Jimei kembali bersin.
Tak lama, Yan Yujie siuman dan berteriak seolah-olah terbangun dari mimpi dimakan para hantu. Semuanya terkejut tapi tidak mengganggunya. Akhirnya setelah kesadarannya penuh, Yan Yujie terdiam, memperhatikan sekitar lalu mengembuskan napas lega.
"Kamu akhirnya sadar. Apakah ada ketidaknyamanan?" tanya Kin Wenqian seraya memberikan segelas air pada Yan Yujie.
"Dia di sini. Jangan khawatir. Lebih baik kamu ceritakan apa yang terjadi sebelumnya? Kenapa aku tidak bisa menemukanmu?" tanya Jia Lishan agak kesal.
"Hah?" Yan Yujie sepertinya mengingat-ingat pertemuannya dengan mantan raja hantu generasi lama.
Lalu dia menceritakan dari awal hingga akhir dan mengeluarkan sebuah buku tua usang yang disampulnya terdapat gambar tengkorak.
"Apa ini?"
"Dia memberikan ini padaku. Mungkin untuk mempelajari sesuatu?" Yan Yujie juga tidak tahu. Saat dia membuka halaman pertama, semua orang terdiam.
"Ini bukan tulisan bahasa kita," komentar Kin Wenqian.
"Mungkinkah ini tulisan kuno?" tanya Jia Lishan.
"Entahlah. Xiao Kai, apakah kamu mengenalinya?"
__ADS_1
"Tidak."
Ming Zise melihat isi tulisan pada buku usang di tangan Yan Yujie, lalu mengerutkan kening. "Kamu bilang, sosok yang membawamu ke suatu tempat adalah mantan raja hantu generasi lama?" tanyanya untuk memastikan sesuatu.
Yan Yujie mengangguk.
"Apakah Guru tahu sesuatu tentang ini?" tebak Xiu Jimei.
"Ini tulisan kuno dari Dunia Hantu periode lama. Sekitar ribuan tahun yang lalu. Sudah sangat lama. Lalu tulisan kuno ini tidak lagi digunakan semenjak beberapa dunia terbentuk. Dunia Hantu pun menerapkan tulisan dan bahasa Dunia Langit agar bisa menjalin kerja sama sesama kultivator," jelas Ming Zise.
"..." Jadi maksudnya, mantan raja hantu generasi lama yang ditemui Yan Yujie adalah leluhur ras hantu ribuan tahun lalu?
"Sangat lama. Dia mungkin tidak tahu bahwa generasi saat ini telah mengubah aksara bahasa." Kin Wenqian berpikir.
"Tidak. Dia tahu. Tapi ini bukan buku biasa." Ming Zise melihat beberapa kalimat mantra untuk berkultivasi. "Ini adalah buku kultivasi kuno para raja di masa lalu yang turun temurun."
"Lalu kenapa tidak menurunkannya pada raja hantu yang sekarang?"
"Itu karena raja hantu yang sekarang bukanlah raja hantu yang terpilih. Melainkan menduduki posisi raja dengan merebutnya dan membunuh setiap calon raja hantu yang terpilih," jelas Ming Zise lagi tanpa ada fluktuasi apapun di hatinya.
Ada sedikit keheningan saat ini dan mereka menatap Yan Yujie dengan kebingungan. Mungkinkah Yan Yujie ....
"Aku yang terpilih saat ini bukan?" tebak Yan Yujie memberanikan diri.
"Ya." Ming Zise mengangguk. "Kamu memiliki aura raja di tubuhmu dan mampu membuat semua bawahan hantu tunduk padamu. Oleh karena itu raja hantu saat ini gelisah dan mengirim kelompok hantu untuk membunuhmu."
Wang Xuyue sangat marah ketika mengingat serangan ras hantu yang selalu ingin mencelakakan Yan Yujie.
"Tercela! Mereka benar-benar ingin membunuh calon raja hantu!"
"Sekarang raja hantu pasti tidak akan duduk dan diam," kata Xuan Xing.
"Ya. Jika ingin menjadi raja hantu, maka harus berkultivasi dengan mengikuti semua mantra dan ajaran kultivasi di buku ini. Saat tiba di Dunia Hantu, ada tempat yang cocok untuk berlatih." Ming Zise tahu jika Yan Yujie pasti tidak akan menolak untuk ini.
"Lalu bagaimana dengan ujiannya?" Yan Yujie ingat jika saat ini masih dalam waktu ujian.
__ADS_1