
Keesokan harinya.
Setelah sarapan, Xiu Jimei sudah pergi entah ke mana. Mereka tidak terkejut lagi setelah mengingat tentang pembicaraan semalam. Kali ini mereka hanya perlu mendiskusikan ke mana akan mencari binatang roh untuk dijinakkan.
Lagi-lagi, mereka tidak ingin mencolok di bagian ujian kali ini. Masih ada cabang tugas lainnya, mulai dari mengumpulkan sayuran dan herbal roh kuno, berburu binatang roh kuno hingga memasaknya menjadi sebuah hidangan.
Mereka membersihkan tempat berkemah serta meratakan sisa api unggun. Karena menunggu Xiu Jimei, mereka sedikit bersantai.
Namun Xiu Jikai tidak tenang. Dia ingin menyusul adiknya tapi dihentikan oleh Ming Zise. Laki-laki itu tidak khawatir tentang kembarannya yang akan terluka, tapi khawatir membawa pulang sesuatu yang tidak terduga.
Dia tidak percaya gadis dengan ide aneh dan selalu ceroboh itu akan membawa pulang seekor zebra.
Zebra memiliki tubuh belang hitam putih, perawakan kuda pada umumnya. Tapi rasanya tidak cocok sebagai binatang roh tunggangan adiknya yang liar.
"Sudahlah, adik sepupu. Dia akan baik-baik saja. Tunggu Xiao Mei kembali," bujuk Yan Yujie juga sedikit tertekan.
Xiu Jikai mendengkus, "Dia membuang banyak waktu," katanya beralasan.
Setelah menunggu kurang dari setengah jam, Xiu Jimei kembali. Tapi dia kembali seorang diri. Namun melihat senyumnya yang tak bisa disembunyikan, mereka menjadi penasaran.
"Apakah berhasil?" tanya Xuan Xing.
"Tentu saja. Aku telah membujuk zebra untuk ikut denganku. Dia tentu saja mau dengan jaminan makan daging yang banyak."
"Makan daging?!" Yan Yujie terkejut. "Bukankah zebra makan rumput?"
"Mungkinkah zebra roh kuno itu pemakan daging?" tebak Kin Wenqian juga sangat penasaran.
Di samping Wang Xuyue, Cip Cip sedikit tidak nyaman. Entah kenapa dia merasa jika Xiu Jimei tidak memiliki peliharaan yang baik. Mungkin bisa mengancamnya.
"Lalu di mana zebra itu? Mungkinkah kamu memasukkannya ke ruang spiritual bawaan?" Xiu Jikai berwajah gelap.
"Tentu saja tidak. Dia ada di belakang. Aku baru saja lomba lari dengannya tapi dia terlalu lambat." Xiu Jimei tertawa sedikit.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka mendengar suara auman dari kejauhan. Mendengar suara ini, mereka lebih terkejut lagi. Apakah zebra bahkan memiliki suara seperti ini?
Namun di saat mereka melihat bayangan besar melompat ke udara dari balik rimbunnya rerumputan, Yan Yujie berteriak kaget. Bahkan Cip Cip sendiri menggigil dan akhirnya pingsan.
"Cip Cip!" Wang Xuyue terkejut melihat Cip Cip yang pingsan lagi.
Mungkinkah binatang roh kuno peliharaannya ini memiliki jantung yang lemah?
Bayangan yang baru saja melompat ke udara itu akhirnya mendarat di samping Xiu Jimei. Xiu Jikai langsung berwajah gelap. Adapun Yan Yujie serta yang lain, mereka mundur selangkah.
Orang yang mungkin tidak terkejut melihat hal ini hanyalah Ming Zise serta Wuming yang diam-diam berada di kegelapan—-hampir saja terpeleset daro dahan pohon yang dipijakinya.
"Ini ... Ini zebra? Ini yang kamu katakan zebra??!" Yan Yujie berteriak kesal pada adik sepupunya yang kini mengelus binatang berbulu itu.
"Benar. Ini Zebra. Binatang roh peliharaan yang akan menjadi tunggangan ku." Xiu Jimei mengangguk.
"Xiao Mei, kamu serius kan?" Kin Wenqian juga sedikit tidak percaya. "Ini bukan zebra, ini harimau putih!"
Apa yang baru melompat dari balik semak-semak tinggi itu bukan zebra si kuda belang seperti yang mereka bayangkan. Tapi binatang roh kuno pemakan daging, harimau putih roh kuno.
Karena harimau putih memiliki belang hitam dan putih dengan garis rapi, Xiu Jimei memberinya nama Zebra. Ini nama untuk binatang rohnya bukan nama sesungguhnya dari jenis kuda.
Jelas harimau putih adalah jenis kucing besar bergigi tajam dan bertumbuh besar. Harimau putih itu memiliki tinggi hampir mencapai kepala Xiu Jimei. Badannya sedikit gemuk, kakinya kuat dan berkuku tajam serta ada dua taring atas yang menonjol.
Harimau putih itu mengaum kecil pada mereka tapi tatapan matanya malas.
"Kenapa kamu membawa harimau putih pulang? Tidak bisakah kamu benar-benar membawa zebra sungguhan?" Yan Yujie masih kesal dan berteriak pada adik sepupunya itu.
Namun Xiu Jikai yang ada di samping nya itu terlihat tidak senang. "Hewan pemakan rumput tidak cocok untuk adikku. Dia tidak akan pernah memiliki binatang roh seperti itu dalam hidupnya."
"Kenapa memangnya? Zebra juga cocok untuk adik sepupu yang cantik."
"Karena adikku memiliki kebiasaan yang kadang abnormal. Binatang roh tertentu takut saat melihatnya."
__ADS_1
"..." Ini juga fakta, batin Yan Yujie. Melihat Cip Cip yang baru saja bangun dari pingsan, dia merasa kasihan.
Jia Lishan tidak mau mempermasalahkan ini lagi. Dia bertanya pada Xiu Jimei, apakah dia melihat binatang roh kuno lain di sekitar sarang harimau putih.
Pada akhirnya, Xiu Jimei membawa mereka ke sebuah tempat. Ketika tempat yang ditunjukkan Xiu Jimei muncul di hadapan mereka, sebuah kekaguman tak terbatas muncul di hari mereka.
Padang rumput yang mereka lihat saat ini tersembunyi di balik hitam lebat tersebut. Luasnya tidak terhitung. Ada banyak zebra roh kuno yang sedang makan rumput.
"Awalnya aku ingin menjinakkan salah satu harimau putih di sarangnya sendiri. Tapi aku tidak sengaja lewat sini dan melihat kuda belang-belang itu sedang makan rumput. Tapi ada satu hal yang membuatku tertarik waktu itu, aku melihat harimau putih yang sedang mengendap-endap di antara kumpulan zebra yang sibuk makan. Jadi aku pikir dia berpura-pura menjadi kawanan zebra." Xiu Jimei menjelaskan panjang lebar tentang detail kejadian kemarin sore.
"Itulah sebabnya kamu menamai harimau putih itu zebra?" tanya Xuan Xing.
"Ya. Nama Zebra juga cocok. Bukankah bulunya juga belang hitam putih?" Xiu Jimei mengelus tubuh harimau putih yang kini memutar bola matanya karena kesal.
"Ya Tuhan, aku tidak pernah menduga akan mendengar sebuah cerita di mana harimau berpura-pura menjadi zebra. Aku pikir harimau putih itu ingin menjadi zebra karena hidup kesepian," ujar Yan Yujie apa adanya.
Akhirnya, harimau putih di samping Xiu Jimei itu memberinya tatapan kesal. "Itu adalah strategi mendapatkan mangsa agar aku bisa makan dan bertahan hidup. Bagaimana mungkin ini disebut sebagai binatang roh yang kesepian?!"
Yan Yujie dan yang lainnya dikejutkan lagi oleh harimau putih yang berbicara.
"Kamu bisa bicara?"
"Tentu saja bisa! Aku ini binatang roh kuno yang telah hidup ribuan tahun di sini. Kenapa aku tidak bisa bicara? Bukankah ayam bodoh itu juga bisa bicara?" Harimau putih roh kuno bahkan lebih kesal dengan Yan Yujie yang memasang ekspresi polos tak berdosa.
"Jadi kamu sudah tua ..." Yan Yujie merapat ke sisi Xiu Jikai, tapi disingkirkan oleh Xiu Jikai sambil memasang ekspresi jijik.
"..." Tolong, bukan itu artinya ... Harimau putih ingin tersedak sesuatu.
Cip Cip yang diam-diam ketakutan di samping Wang Xuyue tidak terima dibilang ayam bodoh oleh harimau putih.
"Kamu tua dan tua! Siapa yang kamu bilang aku bodoh?! Aku jelas tidak bodoh!"
Harimau putih itu mendengus, "Dari dulu, semua jenis ayam telah terbilang makhluk yang paling bodoh dan serakah. Ikan bahkan lebih licik dan pintar," ejeknya.
__ADS_1