Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tersangkut Di Lubang


__ADS_3

"Mau bagaimana lagi? Ini perintah dari yang di atas," karena Bai Huazhi tidak berdaya.


Jika bukan untuk kebutuhan ujian bakat spiritual gabungan ini, dia tidak akan merelakan Dunia Kecil Array Kuno dijelajahi oleh kultivator dunia lain. Terlalu berbahaya dan juga mencurigakan. Lagi pula, binatang roh kuno tidak bisa tinggal di dunia luar.


Kecuali Cip Cip yang telah melewati proses kontraktual yang ketat.


"Siapa yang di atas itu?" tanya macan kumbang roh kuno penasaran.


"Siapa lagi jika bukan pihak Istana Langit." Bai Huazhi tidak berkata banyak. Macan kumbang roh kuno juga tidak akan tahu.


Macan kumbang roh kuno berbaring dengan nyaman di dekat daging rusa panggang yang masih tercium harum. Baru saja memejamkan mata untuk beristirahat, dia merasakan getaran samar di tanah.


Awalnya dia berpikir itu hanya getaran ringan dari pegunungan es, namun getaran itu semakin lama menjadi lebih besar.


Macan kumbang roh kuno terganggu. Dia memperhatikan tanah berumput di sekitar, tidak ada yang aneh.


Kenapa tiba-tiba muncul getaran?


"Pak Tua, apakah kamu merasakan getaran?" tanyanya.


"Getaran apa?" Bai Huazhi mengerutkan kening. Lalu dia mulai merasakan getaran yang dimaksud macan kumbang roh kuno.


Ekspresinya segera serius. Tapi anehnya, dia tidak merasa ada ancaman apapun. Lalu bagaimana getaran di bawah pegunungan bisa terjadi?


"Ya, ini bergetar. Mungkinkah akan muncul anak pegunungan es baru?" tebaknya.


"Apakah pegunungan juga beranak?" Macan kumbang roh kuno menjadi bodoh.


"Itu beranak tanpa perlu dihamili," canda Bai Huazhi.


"..." Bisakah itu?


Kamu pasti berbohong padaku. Jika benar bisa beranak tanpa menghamili, aku akan mencari betina dan memintanya melahirkan anak tanpa kawin lebih dulu, batinnya berkecamuk. Dia memang bodoh, tapi tidak mau mengakuinya.


Akhirnya, getaran tanah di bawah macan kumbang roh kuno lebih besar dan semakin tidak karuan. Makhluk hitam berkaki empat itu bingung. Kenapa rasanya ada di bawah kakinya.


Hingga akhirnya, dia melihat retakan tanah di bawah kakinya. Lalu sebuah benda runcing berwarna biru es mencuat tepat di bawah perutnya.


"Apa ini??!" Macan kumbang roh kuno berteriak kaget, mengeong dan tidak sempat menghindar.


Tapi untung saja perutnya tidak terkena benda runcing itu. Jika tidak, dia mungkin mati di tempat. Meski selamat dari maut, macan kumbang roh kuno terpental ke sisi lain.

__ADS_1


"Daging rusa panggang ku!" Dia melihat daging rusa panggang nya terpental ke arah berlawanan, merasa hatinya sakit.


Bai Huazhi diam-diam memerhatikan apa yang baru saja muncul seraya berjaga-jaga. Dia melihat sebuah bongkahan es runcing yang tampaknya sengaja mengebor dari bawah tanah. Setelah itu, benda tersebut mencair.


Seorang gadis berambut putih salju, bergaun putih serta beriris biru es keluar dari lubang yang baru saja dibor. Bai Huazhi mengenalinya. Bukankah putri dataran es, Xuan Xing?


Tak lama, beberapa orang lainnya juga menyusul. Mereka keluar dengan tergesa-gesa seperti sedang dikejar sesuatu.


"Akhirnya kita keluar!" Yan Yujie berkeringat dan duduk di tanah berumput hijau. Dia masih memeluk seekor anak beruang.


Semuanya hampir keluar, termasuk Cip Cip yang juga terbang. Ayam roh kuno itu menggunakan kuku kakinya untuk menahan beban tubuh di dinding tanah yang dibor.


Sayangnya, tubuh Cip Cip sedikit macet saat di langkah terakhir, menutupi lubang.


"Ah, tolong aku!" Cip Cip tidak bisa bergerak.


"Cip Cip!" Wang Xuyue berusaha menarik leher Cip Cip untuk mengeluarkannya dari lubang.


Wajah Cip Cip sedikit membiru. "Jangan, jangan tarik leherku! Tuan, kamu baru saja hampir saja hampir membunuhku. Bagaimana jika leherku putus?!" Cip Cip berteriak.


"Jika putus, berarti kamu mati." Xuan Xing menjawab.


"Bagaimana kamu bisa nyangkut di sana? Bukankah lubangnya besar?" Yan Yujie bingung saat melihat ayam roh kuno tak bisa keluar dari lubang.


"Lubang ini tidak cukup besar untukku!" Cip Cip malu.


"Kamu terlalu gemuk." Xuan Xing berkomentar. "Xuyue, kamu harus biarkan ayam peliharaanmu menurunkan berat badan."


"Kamu benar. Mulai sekarang, Cip Cip ... Kamu hanya bisa makan sayur dan berhenti makan daging lebih dulu."


"..." Ini tidak lucu! Apa hubungannya berat badanku dengan lubang kecil ini? Pikir Cip Cip.


"Sudahlah, cepat tarik dia keluar. Xiao Mei dan guru Ming masih di bawah." Huang Fu Shi teringat dengan Xiu Jimei yang belum terlihat.


"Ah! Aku lupa, Xiao Mei!" Wang Xuyue merasa bersalah. Dia akhirnya meminta yang lain untuk membantu menarik Cip Cip keluar.


......................


Sementara itu di gua bawah tanah ....


Xiu Jimei dan Ming Zise menyusul ke tempat di mana terakhir kali yang lain berada. Dia melihat sebuah tangga es serta lubang yang cukup besar di langit-langit lorong gua.

__ADS_1


Sementara induk beruang putih sudah tidak ada di tempat. Mungkin pergi. Apakah anak beruang sudah didapatkan kembali?


"Apakah induk beruang akan baik-baik saja jika anaknya diambil manusia?" tanyanya.


"Mereka adalah binatang. Kebiasaan binatang, bahkan jika anaknya mati, itu baik-baik saja. Kesedihannya tidak akan lama. Jangan khawatir," jawab Ming Zise.


Dia khawatir Xiu Jimei memikirkan induk beruang yang kehilangan anaknya. Tapi beruang putih roh kuno hanya menjaga anak mereka hingga usia tertentu. Setelah itu dibiarkan mandiri tanpa penjagaan.


"Sepertinya mereka keluar dari lubang yang dibuat Xing Xing. Tapi, kenapa ada kaki ayam di sana?" Xiu Jimei menyipitkan mata, melihat ke ujung lubang yang dibor. Dia melihat kaki ayam roh kuno berusaha untuk mencari pijakan.


"Sepertinya dia tersangkut di lubang," kata harimau putih roh kuno agak lucu. "Lubangnya cukup kecil untukku."


"Bisakah kamu naik dan dorong dia keluar?" Xiu Jimei malas bergerak dan meminta binatang roh tunggangannya untuk maju.


"Oh, ini mudah. Meski lubangnya kecil untuk memuat badanku, tapi aku ini kucing besar. Tubuh kami bisa menyesuaikan kondisi dan lentur." Harimau putih roh kuno memuji dirinya sendiri.


"Jangan narsis! Cepat naik dan dorong keluar!" Xiu Jimei tidak sabar.


Harimau putih roh kuno menaiki tangga es buatan dan mulai menggunakan keempat kaki bercakar tajamnya untuk bergerak di dinding lubang. Tubuhnya lentur dan menyesuaikan diri dengan lubang sehingga tidak terlalu sulit untuk bergerak.


"Ayam bodoh, apakah kamu baik-baik saja?" tanya harimau putih roh kuno memastikan. Dia sudah tepat berada di bawah kaki Cip Cip yang menggantung.


"Ah? Kucing besar? Apakah itu kamu?" Cip Cip mendengar suaranya dan senang. "Cepat dorong aku keluar lubang."


"Ini mungkin sedikit sakit, tahan sedikit," kata harimau putih roh kuno.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Cip Cip merasakan firasat buruk.


Harimau putih roh kuno tidak menjawab dan mengangkat salah satu kaki depannya, memperlihatkan kuku-kuku tajamnya. Setelah itu, dia mengayunkan kakinya itu ke pantat Cip Cip.


Di luar lubang, Cip Cip merasakan sakit di pantat nya dan berteriak sangat nyaring. Dia pikir jika ekornya tercabut semuanya.


"Ahh! Pantatku! Harimau sialan! Apakah kamu menggigit pantatku?" Cip Cip seperti memiliki kekuatan untuk keluar dari lubang.


Kedua kaki ayam roh kuno itu langsung mencari pijakan dan mendorong tubuhnya sendiri sekuat tenaga. Tapi dia malah menginjak wajah harimau putih roh kuno secara tidak sengaja dan bahkan buang angin tiba-tiba.


Harimau putih roh kuno mengaum ringan karena terkejut. Wajahnya tergores cakar kaki ayam, ini sakit! Belum lagi Cip Cip buang angin, baunya sungguh tidak tahan.


"Ayam bau! Berhati-hatilah agar aku tidak memakanmu nanti. Berani kentut di wajahku."


Inikah yang namanya karma instan?

__ADS_1


__ADS_2