Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Dibawa Pergi


__ADS_3

Sedangkan di luar pagoda dua puluh lantai, Ming Zise telah melihat beberapa kelompok keluar dengan tubuh lelah dan wajah pucat. Dia belum melihat Xiu Jimei dan kelompoknya keluar. Ming Zise mengerutkan kening. Apakah ada yang salah dengan kelompoknya?


Tak lama, Huang Fu Shi tidak ang juga telah keluar melihat Ming Zise masih sendirian.


"Guru Ming, apakah Xiao Mei dan kelompoknya belum keluar?" tanyanya bingung.


"Apakah kalian melihatnya?"


"Hah? Tidak. Kupikirkan kelompoknya sudah keluar. Kami sama sekali tidak melihat mereka setskah memasuki lantai delapan belas. Kami pikir dia sudah keluar lebih dulu," jelas Lei Mo juga jujur.


Ada keheningan untuk sementara waktu dan Huang Fu Shi khawatir. Namun Ming Zise yang hanya memasang ekspresi datar hanya mengangguk. Dia melihat lantai kedelapan belas pagoda yang terlihat menjulang tinggi di depannya.


Sepertinya dia melihat aura samar yang seharusnya bukan milik Dunia Langit. Tiba-tiba saja wajahnya menjadi gelap.


"Ini ... Guru Ming, apakah perlu kita laporkan masalah ini pada pihak penyelenggara ujian?" saran Lei Mo.


Ming Zise menggeleng kepala. "Tidak apa-apa. Aku bisa mengatasinya, terima kasih."


Setelah itu, Ming Zise sepertinya menghampiri salah satu panitia ujian saat ini dan menjelaskan situasinya. Karena kelompok lain sudah keluar, maka pihak panitia juga setuju untuk mencari tahu apa ayang terjadi di lantai delapan belas.


Lagi pula identitas Ming Zise tidak diketahui. Namun kultivasi pihak lain tidak bisa dilihat sehingga sudah pasti sangat kuat.


Namun sebelum Ming Zise masuk untuk pergi ke lantai delapan belas, sebuah ledakan terjadi di lantai tersebut. Dinding depan lantai delapan belas tiba-tiba saja meledak. Asap dan debu beterbangan hingga membuat semua murid dan orang-orang yang hadir di sekitar pagoda menoleh.


"Apa yang terjadi?" Lei Mo terkejut.


"Kelompok Xiu Jimei baik-baik saja bukan?" Meng Meng juga khawatir.


Huang Fu Shi tidak banyak bicara dan hanya melihat ke lantai delapan belas. Dinding yang hancur juga dibarengi dengan ledakan energi spiritual yang asing.


......................


Saat ini, di lantai delapan belas.


Bola paralel yang dijaga oleh Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong tiba-tiba saja pecah dan menimbulkan ledakan energi spiritual yang tidak kecil. Ketiganya hampir saja terpental oleh energi spiritual yang luar biasa.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, dinding ilusi bola paralel yang mengurung kelompok Xiu Jimei juga pecah. Pada saat itu jugalah, semuanya terungkap.


"Ini tidak baik!" Fan Li merasa tidak beruntung saat ini.


Ketiganya berniat untuk pergi namun tubuh ketiganya tidak bisa bergerak untuk sementara waktu. Seorang pria berjubah hitam dan memiliki aura yang luar biasa muncul di belakang ketiganya. Wajahnya tidak terlihat karena terhalang topeng tengkorak yang cukup enak dilihat.


"Tubuhku ... Tubuhku tidak bisa bergerak. Siapa itu?" Mei Rong merasakan kehadiran pihak lain di belakangnya.


Pria berjubah hitam itu terlihat sabar. "Tidak perlu tahu siapa aku. Ini perintah, taburkan ini pada Yan Yujie, efek sihir putri tidurnya pasti akan menyerang lagi. Lalu bawa ke Dunia Hantu, serahkan pada raja kalian," jelasnya.


Setelah berkata demikian, pria berjubah hitam itu menghilang seperti tidak pernah muncul sama sekali.


Ketiganya kembali bisa menggerakkan tubuh dan memegang benda yang diserahkan pria misterius itu. Berpikir jika itu adalah sekutu raja hantu, ketiganya bergerak lebih cepat.


Di saat ilusi bola paralel pecah, suasana di sekitarnya terhalangi oleh asap ledakan dan debu. Fan Li yang bergegas menuju Yan Yujie dan menaburkan bubuk putih aneh ke wajah Yan Yujie.


"Ah, siapa kamu—" Yan Yujie terkejut dengan kehadiran orang asing di depannya. Tiba-tiba saja dia merasa mengantuk berat dan langsung kehilangan kesadaran.


Fan Li langsung meraih tubuh Yan Yujie sebelum Xiu Jikai menyadari.


"Yujie!!" Wang Xuyue juga menyadarinya.


"Siapa yang membawa Yujie di saat seperti ini?" Jia Lishan menyipitkan mata.


Xiu Jikai mengepalkan kedua tangannya. "Ras hantu!"


Tak lama, sosok pria berjubah putih dengan surah putih keperakan muncul di depan mereka. Xiu Jimei langsung berbinar saat melihatnya.


"Guru, kamu akhirnya di sini," katanya.


Ming Zise yang berekspresi serius pun mengangguk. "Apa kalian terluka?"


Mereka menggelengkan kepala.


"Tapi Yujie dibawa pergi ras hantu. Ini Fan Li dan dua rekannya lagi." Kin Wenqian melaporkan.

__ADS_1


Kali ini Ming Zise berpikir jika masalahnya tidak kecil lagi.


"Mari urus ini nanti. Kalian keluar dulu untuk melaporkan kasus ini."


"Apakah kami masih harus melapor?" Xuan Xing sedikit terkejut tentang ini. Dia pikir ini hanya serangan antar kelompok secara diam-diam yang seharusnya tidak menjadi masalah.


Ming Zise tidak menjelaskan lebih banyak. "Apakah tahu apa yang baru saja menimpa kalian?"


Xiu Jimei menjawab. "Tuit Tuit berkata jika kami baru saja terjebak di dalam ilusi bola paralel."


"Benar. Ini adalah kemampuan dari Alam Para Dewa. Artinya, masalah ini tidak kecil. Kekuatan Alam Para Dewa tidak bisa dipakai sembarangan di Dunia Langit atau dunia lainnya sehingga bisa dikatakan sebagai melanggar hukum," jelasnya.


"Lalu Yujie ..." Wang Xuyue tidak bisa tenang.


"Secara alami akan dicari nanti."


Ming Zise segera membawa kelompoknya keluar dari pagoda dua puluh lantai dan melaporkan semuanya secara detail pada panitia ujian. Bahkan Sovereign Sekte Atas juga datang untuk bertemu Xiu Jimei.


"Gadis bau (nakal)! Bagaimana kamu akan mengganti kerusakan lantai delapan belas pagoda dua puluh lantai itu?" tanyanya seperti sedang menagih utang lama.


Sudut mulut Xiu Jimei berkedut. "Bukankah ada kaisar yang akan mengganti kerugiannya?"


Bahkan Huang Fu Shi yang juga ada di sana mengangguk. "Benar, biarkan ayahku yang menggantinya. Ini hanya bernilai sedikit yang. Istanaku bisa membayarnya."


Namun Yue Ming yang telah menjadi Sovereign Sekte Atas sejak lama pun mendengkus. "Kenapa harus Istana Kekaisaran Atas yang membayarnya jika gadis bau itu mampu membayarnya. Cepat bayar!"


Dia menatap Xiu Jimei dengan penuh perhatian.


Xiu Jimei tidak mau berdebat dan merasa enggan untuk mengeluarkan setumpuk tael emas dari cincin harta yang dulunya milik ayahnya—Xiu Jichen. Ada banyak harta di dalamnya, tak terkecuali uang tael dan koin.


Melihat gadis itu sedikit demi sedikit mengeluarkan ratusan tael emas dari cincin penyimpanan kaisar iblis, Yue Ming tersenyum lega.


"Ada apa? Kehilangan ratusan tael emas tidak akan membuat bukit uangmu gundul! Jangan pelit!"


"..." Xiu Jimei baru saja merasa jika hatinya sakit tapi tidak mengeluarkan darah, dia bahkan tambah kesal. Tapi tetap saja tidak berani menimpalinya.

__ADS_1


Setelah membayar kerugian, tubuh Xiu Jimei sedikit kempis.


__ADS_2