
"Bagaimana? Apakah ini cukup?" Roh Bunga melihat mahakarya nya saat ini. Sangkar sulur ini sangat berguna untuk pertarungan mereka agar tidak merusak tempat lainnya.
Poppy tidak senang. "Ini harusnya menjadi giliranku. Kenapa kamu memulainya lebih awal?"
Roh Bunga melihat Poppy kesal, hanya bisa terkekeh.
Awalnya Mi Sai merasa jika sulur-sulur aneh yang menjadi perisai sedikit mengganggu. Tapi tidak masalah. Selama dia mengalahkan keduanya, perisai sulur hijau berbunga itu akan hilang dengan sendirinya.
Dia mulai menggerakkan boneka kanibalnya untuk menyerang mereka. Poppy menumbuhkan banyak sulur hijau tua dari bawah kakinya dan menuju ke arah boneka itu. Tanpa diduga, boneka kanibal itu ternyata mampu memotong sulur-sulur nya.
"Hanya tanaman yang rusak! Tidak berguna!" Mi Sai tertawa dan menggertakkan kedua tangannya.
Energi spiritual berbentuk benang hitam samar-samar terlihat—terhubung pada boneka kanibal. Mi Sai menggerakkan jari-jemarinya untuk menentukan serangan apa yang diinginkan oleh boneka kanibal.
Poppy mendecih kesal. Sepertinya permainan kali ini benar-benar merepotkan. Dia menggerakkan tangannya lagi untuk menumbuhkan sulur-sulur hijau tua dari berbagai arah.
Semua sulur hijau mengarah pada boneka kanibal. Kali ini Poppy menguncup energi spiritual yang cukup untuk membuat lapisan sulur menjadi lebih keras sehingga tidak mudah untuk dihancurkan.
Tanpa diduga, boneka kanibal itu masih mampu untuk memotong sulurnya. Hanya saja waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan sulur lebih lambat daripada sebelumnya.
Poppy kembali ke sisi Roh Bunga. "Kemampuannya yang setara dengan ranah kekosongan memang bukan omong kosong belaka," bisiknya.
"Ya, kamu benar. Sepertinya akan sedikit merepotkan," kata Roh Bunga mengangguk setuju.
Tapi bagaimana pun juga keduanya harus bisa mengalahkan Mi Sai sebelum Xiu Jimei datang.
Tanpa diduga, boneka kanibal milik Mi Sai bisa menjadi sangat besar sehingga hampir menghancurkan perisai sulur hijau berbunga milik Roh Bunga.
__ADS_1
Mi Sai tertawa senang saat ini dan menikmati semua kekuatan yang mengalir di tubuhnya. Menjadi kuat itu ternyata menyenangkan. Lalu kenapa dia harus menahan diri?
Lagi pula kedua roh tanaman itu bukan sesuatu yang bisa diatasi dengan mudah. Mi Sai juga tahu itu. Jadi dia memilih untuk mengeluarkan semua kekuatannya semaksimal mungkin dalam menghadapi mereka.
"Legenda kalian berdua mungkin akan berakhir hari ini! Ayo, bunu mereka!" Mi Sai memerintahkan boneka kanibalnya untuk menghancurkan Roh Bunga dan Poppy.
Boneka kanibal memiliki mata merah dan mulut bergigi runcing berdarah. Kedua tangan berkuku tajamnya langsung menebas Roh Bunga dan Poppy melalui kendali Mi Sai.
"Nak, terlalu percaya diri itu tidak baik," kata Roh Bunga.
"Banyak omong kosong! Hancurkan perisainya!" Mi Sai memerintahkan bonekanya lagi.
Kali ini boneka kanibal langsung merobek perisai sulur hijau berbunga yang dibuat oleh Roh Bunga. Sulur-sulur itu sedikit tebal. Boneka kanibal sedikit kesulitan. Tapi pada akhirnya, sulur-sulur itu perlahan mulai robek.
Roh Bunga mencoba untuk membuat sulur baru dari bagian sulur yang terputus. Tapi boneka kanibal memiliki energi spiritual kegelapan yang terlalu besar. Roh Bunga tidak sanggup untuk meregenerasi sulur-sulur nya.
Poppy yang melihat Roh Bunga tidak berdaya akhirnya mengambil tindakan. Dia menggunakan sulur-sulur hijau tuanya yang memiliki banyak duri beracun, melilit tubuh boneka kanibal.
"Hua Mei, apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya.
"Tidak apa-apa. Hanya terkena serangan balik," jawabnya.
"Dengan begini, majikan akan tahu kita dalam kondisi tidak baik bukan?"
"Memang. Tapi kali ini majikan mungkin tidak akan terlalu peduli pada kita. Sudah seratus tahun, kenapa kita malah manja pada tuan?"
"..." Poppy mencibir.
__ADS_1
Bukan manja, tapi pria iblis di samping wanita itu yang telah membiarkan mereka untuk tidak manja. Sekarang Roh Bunga mendapatkan serangan balik, Fu Chan Yin harus tahu tentang ini.
Hanya saja tidak tahu kapan Fu Chan Yin akan kembali.
Poppy yang sibuk dengan sulur beracunnya juga tak luput untuk menyerang Mi Sai. "Hantu anak-anak ini merepotkan," gumamnya.
Mi Sai sama sekali tidak takut dengan sulur hijau tua beracun yang menyerangnya. Dia benar-benar meremehkan keduanya saat ini.
Setelah bertarung cukup lama, Roh Bunga dan Poppy benar-benar memiliki hasil yang imbang dengan Mi Sai. Sangat tidak terduga. Kali ini Poppy juga mulai kelelahan tapi tidak menunjukkan nya di depan mereka.
Kemampuan yang setara dengan ranah kekosongan ini sungguh merepotkan. Bahkan lebih mengerikan daripada bakat ranah kekosongan. Entah kenapa Roh Bunga dan Poppy berpikir jika kekuatan yang dikeluarkan oleh Mi Sai semacam energi spiritual instan yang kosong.
"Apakah kamu memikirkan apa yang aku pikir saat ini?"
"Ya." Roh Bunga mengangguk. "Ini bakat kosong yang diisi dengan energi spiritual instan. Seharusnya dia mengonsumsi pil khusus sebelumnya yang mampu meningkatkan ranah kultivasi," jelasnya.
"Benar-benar bodoh. Apakah dia tidak sadar jika cara ini bahkan akan membuatnya tidak memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi lagi di masa depan? Bahkan mungkin cacat dantian," kata Poppy tidak terima.
"Dia mungkin diberi janji dan keyakinan oleh seseorang. Karena dia sulit ditandingi, kenapa kita tidak bekerja sama saja?"
"Apa maksudmu?" Poppy meliriknya.
"Heh, kita sudah bermusuhan konyol sejak lama. Kali ini, mari kita satukan kekuatan kita untuk melawannya. Kita sudah lama tidak bekerja sama. Terakhir kali kita bekerja sama, kapan itu?"
Poppy tersenyum, akhirnya tahu apa yang dimaksud Roh Bunga. "Sepertinya ratusan tahun yang lalu. Baiklah, aku tidak keberatan. Kali ini kita harusnya bisa memukul dia sebelum tuan kembali."
"Benar."
__ADS_1
"..." Mi Sai melihat keduanya sedang berdiskusi, mau tidak mau mencibir. Keduanya jelas bukan lawannya sama sekali.