
Sulur hijau berbunga itu memasuki array pelindung tanpa kesulitan sama sekali. Lalu segera terjerat dengan sulur roh pembunuh yang agresif saat melihat sulur lain berada di dekatnya. Roh Bunga menguji seberapa kuat sulur roh pembunuh itu. Dan ia bisa menyimpulkan jika sulur roh pembunuh dikendalikan oleh kultivator.
Setelah mengetahui hal ini, Roh Bunga sama sekali tidak khawatir. Karena sulur roh pembunuh dikendalikan seseorang, maka ia tak perlu berurusan dengan sulur jelek itu, dia hanya perlu menyerang si pengendali.
Tapi tentu saja Roh Bunga berniat mencari Xiu Jimei lebih dulu. Dia hanya menjerat sulur roh pembunuh selama setengah dupa (10-15 menit). Tak lupa juga menyalurkan serangan energi spiritual melalui sulur roh pembunuh sehingga pengendali di belakang layar bisa terkena serangan balik.
Setelah itu, Roh Bunga berhasil menghilang dari pandangan sulur roh pembunuh dengan mudah. Hal ini jatuh ke mata para kultivator kekaisaran Negeri Alam Baka. Bahkan sulur roh pembunuh sedikit kebingungan. Ke mana sulur bunga yang arogan itu pergi?
“Apakah aku tidak salah lihat? Sulur hijau berbunga itu sepertinya sengaja bermain dengan sulur roh pembunuh?” Salah satu penjaga gelap kaisar tampak kebingungan.
“Ya. Mungkinkah peliharaan salah seorang kultivator?”
Rekannya yang lain menggelengkan kepala. Sepertinya tidak mungkin. Jika merupakan tanaman roh kontraktual, maka orang itu harus ada di sekitar mereka. Tidak mungkin mengendalikannya terlalu jauh bukan? Tanaman roh berbeda dengan binatang roh kontraktual.
“Laporkan hal ini pada kaisar?”
“Tidak perlu. Kaisar sudah melihatnya dari burung mata-mata yang dikirim.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, mereka tidak tahu jika jauh di pedalaman Hutan Alam Baka, seorang wanita bergaun hijau daun bersila di atas batu besar. Di sekelilingnya dipenuhi dengan sulur-sulur roh pembunuh. Tiba-tiba saja wanita bergaun hijau daun itu memuntahkan seteguk darah segar.
“Uh!” Wanita itu seketika berwajah pucat.
Tak lama kemudian, dua wanita lainnya yang lebih muda darinya datang.
“Lu Mian, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Shishi, temannya.
Wanita bernama Lu Mian itu menggelengkan kepala. "Aku baik-baik saja tapi ... aku mengalami serangan balik. Ada sulur roh lain yang melawan sulur roh pembunuh yang kukendalikan. Dan ini tidak baik."
__ADS_1
Lu Mian masih belum pulih dari rasa terkejutnya. Sulur roh asing yang melawannya mungkin tahu bahwa sulur roh pembunuh dikendalikan oleh manusia. Tapi siapa pemilik sulur roh berbunga itu.
"Ada sulur lain yang berani melawanmu? Mungkinkah itu kultivator elemen kayu juga?" tanya Shasha, kembaran Shishi.
"Ini belum diketahui," jawab Lu Mian. "Namun misi dari ratu Alam Neraka harus selesai secepat mungkin."
Dua saudari kembar itu saling melirik. Keduanya masih bingung saat ini. Ning Siyu meminta mereka untuk turun ke Dunia Langit dan mengacau Negeri Alam Baka, masih belum diketahui alasannya. Namun yang pasti, kelompok Xiu Jimei harus diganggu. Jika bisa, membunuhnya juga tidak masalah.
Sebagai suruhan Ning Siyu, ketiganya hanya bisa pergi. Lu Mian, Shishi dan Shasha merupakan orang kepercayaan Ning Siyu selama masih menjadi Dewi Kecantikan. Setelah Ning Siyu pergi, ketiganya tidak tahu harus melarikan diri ke mana. Untungnya Ning Siyu masih memikirkan ketiganya dan membawanya kembali.
Sayangnya begitu kembali, ketiganya diperintahkan untuk mengacau Dunia Langit. Bukankah ini melemparkan mereka ke dunia rendah yang sangat kotor? Mereka merasa bahwa Alam Para Dewa lebih menyenangkan untuk dihuni. Kenapa Dewa Pencipta Dunia Langit menciptakan dunia kultivasi langit?
Bukankah hanya buang-buang kekuatan dan pikiran?
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Shasha bertanya lagi, dia hanya bisa mendengarkan saran Lu Mian saat ini.
"Fokus kita adalah kelompok Xiu Jimei. Yang lainnya, kalian buat kekacauan saja tapi jangan sampai ketahuan." Lu Mian masih khawatir tentang sulur hijau berbunga yang berhasil melarikan diri dari pengawasannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Xiu Jimei, Roh Bunga sudah sampai di tempat di mana mereka berada dan segera mengubah diri menjadi manusia. Melihat kehadiran Roh Bunga, mereka merasa lega.
"Anak Majikan, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Roh Bunga sedikit manja. Dia pun berpura-pura memasang ekspresi khawatir dan menjual kesedihan. "Anak Majikan, Pinky berpikir bahwa saat ini aku akan menjadi lebih berguna untuk anak majikan, sehingga di masa depan bisa melindungimu dengan baik," jelasnya.
Roh Bunga sudah mengusap air mata palsunya dengan sapu tangan yang tidak tahu dikeluarkan dari mana. Namun sapu tangan itu juga terbuat dari daun-daun yang lentur.
Tanaman roh yang bisa mengubah dirinya menjadi manusia, haruskah sapu tangan juga terbuat dari daun? Bisakah jubah brokat merah mudanya juga terbuat dari serat kayu dan dedaunan?
Tanpa diduga, Ming Zise menyipitkan mata dan pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakannya. "Tentang tunanganku, tidak perlu bagimu untuk khawatir."
__ADS_1
Roh Bunga tidak menyadari jika Ming Zise ada di sisi Xiu Jimei sejak awal. "Kenapa kamu di sini?!"
Ia sudah lama tak menyukai Ming Zise karena merampok anak majikannya. Pria serba putih lebih menyebalkan daripada Xiu Jichen.
"Aku di sini untuk menemani tunanganku. Bisakah kamu mengendalikannya?"
Wajah Roh Bunga menjadi hitam. Mengendalikan mantan dewa? Apakah Ming Zise sedang mengejeknya? Seberapa kuatnya dirinya, Ming Zise lebih kuat. Roh Bunga sebagai bunga penyembuh, mungkin akan menjadi bunga layu jika berani menuntut Ming Zise.
Lupakan saja. Saat ini, dia datang untuk membantu Xiu Jimei.
Roh Bunga terbatuk kecil dan mengalihkan pandangannya ke arah Xiu Jimei. "Anak Majikan, apa yang harus kulakukan?"
"Aku ingin kamu menghalau sulur roh pembunuh dan kami akan mengurus sisanya." Xiu Jimei mengungkapkan apa yang telah dibahas bersama dengan teman-temannya tadi.
Akhirnya Roh Bunga ingat saat dia memasuki array pelindung sebelumnya. "Anak Majikan, sepertinya sulur roh pembunuh ini dikendalikan oleh seorang kultivator tipe kayu. Tujuannya masih belum pasti."
"Kultivator tipe kayu? Mungkinkah salah satu peserta lomba saat ini?" tanya Fu Yanchi.
"Tidak mungkin. Orang-orang yang memenangkan lomba makan terbanyak kali ini tidak memiliki elemen kayu. Jadi tidak mungkin mereka," jawab Fu Yiyuan langsung menggelengkan kepala.
"Lalu siapa?"
"Kita akan tahu setelah mencari tahu." Xiu Jimei tidak mau membuang-buang waktu. Ia menatap Roh Bunga. "Mari kita lakukan. Aku sudah cukup bosan saat ini, mungkin bermain sebentar akan membuatku lebih hidup."
"..." Apakah begitu membosankan menjadi orang kuat? Batin mereka, kecuali Ming Zise dan Xiu Jikai.
Roh Bunga mengangguk. Sebelum array pelindung dihancurkan, mereka semua membereskan tenda dan barang-barang lainnya. Ketika array dihancurkan, semua sulur roh pembunuh langsung bergegas untuk mengisap energi kehidupan mereka. Namun Roh Bunga tentu saja sudah siap dengan sulur-sulur hijau berbunganya.
Dengan begitu, saat sulur roh pembunuh terjerat dengan sulur hijau berbunga, kelompok Xiu Jimei langsung menyebar untuk mengurus semua sulur.
__ADS_1
Xiu Jimei merupakan orang yang paling banyak ditargetkan hingga Xiu Jikai menyipitkan mata.
"Sepertinya sulur-sulur ini sangat ingin membunuh adikku. Mungkinkah masih orang-orang dari Alam Neraka?" tebaknya. Kebetulan dia ada di samping Ming Zise.