
Ming Zise menyipitkan mata saat mendengar pertanyaan gadis itu. Masalah ini juga tampaknya rumit. Pemilihan Dewi Kecantikan saat itu tidak terlalu jelas. Setidaknya, Meski Ning Siyu sudah menjadi Dewi Kecantikan selama ribuan tahun, tidak banyak pertemuan yang sering dihadiri.
Ming Zise telah hidup lebih dari lima ribu tahun. Sejak cedera gara-gara peperangan dengan iblis neraka waktu itu, dia langsung tidur untuk waktu yang lama.
Seratus tahun yang lalu, dia terbangun lagi gara-gara bintang phoenix yang ditakdirkan untuknya.
"Masalah ini akan diselidiki lebih lanjut. Sekarang Ning Siyu tidak bisa melarikan diri ke tempat yang jauh. Tapi iblis neraka sangat licik. Jika benar dia adalah iblis neraka yang menyamar, maka posisinya di Alam Neraka tidak kecil," jelasnya.
Seperti layaknya di dunia lain, setiap penghuninya memiliki posisi tertentu. Dan Alam Neraka tak terkecuali. Ada banyak jenderal, pangeran dan putri di sana. Beberapa menteri iblis neraka serta antek-anteknya. Semakin tinggi posisi, kekuatannya jelas tidak rendah juga.
Xiu Jimei sedikit tidak senang. "Dia merayu Guru begitu lama, bukankah itu disengaja?"
Ming Zise tidak menjawab dan merangkul bahunya. "Anak kecil, apakah kamu cemburu?" godanya.
"Bukankah itu normal? Jangan panggil aku anak kecil. Aku bukan anak-anak lagi."
Ming Zise terkekeh. "Mei'er hanya berusia seratus tahun. Di mata Guru, apa lagi jika bukan anak kecil?"
Mendengar itu, Xiu Jimei ingin tersedak sesuatu. Lalu dia tidak mau makan camilan lagi. "Benar juga. Guru sudah tua. Ini seusia ayahku. Haruskah aku memanggil Guru 'Paman' atau 'Ayah Angkat'?" sindirnya.
Merasa ditembak di kaki sendiri, Ming Zise tidak bahagia di hatinya. Dia lupa usia sendiri saat ini. Lalu teringat dengan penampilan para dewa tua itu. Mungkin jika kultivasi dan regenerasi tubuhnya tidak baik, dia sudah memiliki penampilan pria paruh baya saat ini.
__ADS_1
Mengelus rambut halus gadis itu, Ming Zise mau tidak mau membujuknya. "Mari kita masak makanan kesukaan Mei'er ketika kembali ke Dunia Langit. Setelah ujian selesai, kita akan bertunangan," katanya langsung mengubah topik.
Setiap kali menyangkut makanan, Xiu Jimei akan melupakan yang lain. "Aku ingin makan sate sapi, ayam panggang, gurita saus pedas asam manis, ikan bakar bumbu kacang, bakpao isi daging, acar ..." Dia mulai menyebutkan semua makanan kesukaannya.
Ming Zise mendengarkan dengan baik. Seperti biasanya, Xiu Jimei akan tergoda oleh makanan. Dia menghela napas lega.
Masalah Ning Siyu tidak mudah dipecahkan begitu saja. Biarkan Dewa Pencipta Alam Para Dewa yang mengurus masalah ini lebih dulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di suatu tempat tersembunyi Alam Para Dewa.
Ning Siyu yang dipukul telak oleh Xiu Jimei langsung muncul di bibir gua dan memuntahkan seteguk darah segar lagi. Wajahnya pucat. Dan lapisan kulit wajahnya yang mengelupas menampilkan lapisan mengerikan.
"Xiu Jimei!! Aku belum didamaikan! Beraninya merusak citra lembutku di depan Ming Zise!" geramnya.
"Bukankah ini konsekuensinya? Aku sudah memberitahumu sebelumnya, Ming Zise bukan pria yang mampu kamu dapatkan," kata seorang pria berjubah brokat tertentu muncul dari kedalaman gua.
Ning Siyu menatap pria tampan yang muncul dengan seringai di wajahnya. "Dewa Bencana, jangan lupa. Aku bisa di sini karena dirimu juga."
"Benar." Dewa Bencana menghela napas. "Jika dulu kamu tidak diselamatkan olehku, kamu sudah lama berada di penjara paling hampa di Alam Para Dewa," jelasnya.
__ADS_1
"Kamu—" Ning Siyu menggertakkan gigi dan menelan semua kebencian yang ingin dilontarkannya.
Apa yang dikatakan Dewa Bencana memang faktanya. Tidak ada yang tahu bahwa selama ini, Dewa Bencana yang jarang muncul sebenarnya memiliki keinginan untuk menguasai Alam Neraka.
Pria itu ingin menjadi Dewa Alam Neraka. Hanya saja, Ning Siyu belum mengetahui rencananya saat ini. Dan awal mula menyelamatkan Ning Siyu di masa lalu saat peperangan dua alam hanyalah untuk rencana terbesarnya.
Alam Para Dewa saat ini sedikit melemah setelah beberapa dewa timbang dalam peperangan. Orang sekuat Ming Zise bahkan bisa terluka internal.
Jika bukan karena Dewa Pencipta Alam Para Dewa serta dewa pencipta alam lainnya yang membantu, mungkin peperangan tersebut bisa menelan banyak korban jiwa.
"Karena aku ketahuan, apa yang harus kulakukan sekarang? Dewa Pencipta Alam Para Dewa tidak akan tinggal diam. Gerbang menuju Alam Neraka juga pasti ditutup rapat. Dan aku tidak bisa tertangkap," jelas Ning Siyu.
"Jangan khawatir, aku sudah menyiapkan tempat untukmu. Kamu hanya perlu mengikuti kata-kata ku dns patuh selama pencarian dimulai. Apakah semua luka yang kami dapatkan hari ini karena bintang phoenix Ming Zise?"
"Ya. Wanita sialan itu! Berani-beraninya sombong di depanku. Dia licik dan tidak sepolis yang kelihatannya."
"Hanya kamu saja yang terlalu lemah," cibir Dewa Bencana.
"..." Menyodok rasa sakit orang lain itu tidak bermoral!
"Tapi sebagian lagi karena Xiu Jimei adalah pewaris esensi delapan dewa-dewi. Ini tidak mudah dihadapi," imbuh pria itu lagi. "Jangan terburu-buru. Kamu lebih baik menyembuhkan luka dulu untuk beberapa waktu."
__ADS_1
Ning Siyu dan Dewa Bencana memiliki pemahaman masing-masing dan keduanya terdiam.