
Xiu Jimei melihat Ming Zise berdiri di belakangnya. "Guru, dari mana saja?"
"Hanya bertemu seseorang. Semuanya sudah selesai." Ming Zise sama sekali tidak memiliki debu atau bagian pakaiannya yang kotor. Dia sama seperti hari-hari biasanya.
Tepat pada saat yang sama, kelompok Xiu Jimei dipanggil untuk memasuki pagoda dua puluh lantai.
Ketika memasuki ruang pagoda, mereka sudah tidak asing lagi dengan barang-barang yang ada di tiga tingkat lantai pertama.
Di lantai berikutnya, ada beberapa hal yang membuat para kultivator ketakutan, jantung berdebar, pingsan bahkan bersembunyi. Untung saja tidak ada hal-hal aneh di dalamnya.
Kelompok Xiu Jimei mencari sesuatu yang kemungkinan besar menjadi saluran transmisi spiritual.
Saat mereka mencapai lantai sepuluh, Yan Yujie tiba-tiba saja dikejar seekor binatang roh berbulu dan mencicit. Jika itu hanya binatang roh kecil, Yan Yujie mungkin bisa menendangnya. Tapi ini setinggi satu meter.
"Tikus!" Wang Xuyue berteriak. "Jelek sekali!" komentarnya.
Mencicit!
Tikus roh berwarna hitam keabuan itu marah saat dikatakan jelek oleh Wang Xuyue. Tapi dia masih mengejar Yan Yujie tanpa alasan.
Sementara Xiu Jimei dan Xiu Jikai sibuk mencari benda atau sesuatu yang menjadi portal teleportasi. Keduanya mengabaikan kebisingan di belakang. Adapun Ming Zise yang acuh tak acuh, jelas ini bukan urusannya sama sekali.
Yan Yujie berteriak dan mencoba untuk melawan tikus roh. Dia tanpa sengaja menginjak ujung ekor tikus roh hingga membuat pihak lain jelas lebih marah lagi.
"Apa yang harus kulakukan? Bisakah kita membunuh tikus ini?" teriaknya pada mereka.
"Sepertinya tidak apa-apa untuk membunuh tikus." Jia Lishan mengangguk.
"Kalau begitu aku akan membunuhnya saja." Yan Yujie mengambil keputusan.
Tiba-tiba saja binatang roh kuno berbulu putih yang imut keluar dari cincin ruang penyimpanan spiritual Yan Yujie. Tentu saja cincin ruang penyimpanan spiritualnya bisa dimasuki oleh makhluk hidup.
"Beruang kecil, kenapa kamu keluar? Ini berbahaya," kata Yan Yujie seraya memeluk si putih kecil yang mengeluarkan suara tidak senang pada tikus roh.
__ADS_1
Tikus roh merasa bingung. Dia merasakan aura yang tidak menyenangkan dari tubuh Yan Yujie. Kemudian tatapannya tertuju pada anak beruang roh kuno yang kini mengeluarkan suara nyaring, seolah-olah memaki tikus jelek itu.
Mencicit!
Tikus roh itu tidak berani lagi mengejar Yan Yujie dan pergi ke sudut lain sambil menggigil. Binatang roh kuno! Tikus roh berwarna hitam keabu-abuan itu tidak berani melawan bintang roh kuno yang jelas lebih kuat sejak lahir.
"..." Yang lain akhirnya tahu betapa ajaibnya anak beruang roh kuno itu.
"Yujie, sepertinya keberuntunganmu telah tiba. Dengan adanya si kecil putih yang imut ini, kamu tidak akan terlalu sial," jelas Xuan Xing apa adanya.
"..." Jika itu benar, maka dewa kesialan pasti akan jatuh sakit saat ini, batin Yan Yujie.
"Portal teleportasi spiritual tidak ada di sini, mungkin ada di lantai lain. Ayo kita pergi," ajak Xiu Jimei.
"Aku dengar lantai sebelas hingga lantai terakhir memiliki tingkat kesulitan yang lebih besar."
Wang Xuyue telah mendengar banyak dari ayahnya. Di negeri Alam Baka, ada satu pagoda dua puluh lantai sebagai salah satu pilar Dunia Langit. Banyak kultivator yang datang ke tempat itu untuk menjelajah atau berlatih.
"Sepertinya begitu. Kalau begitu ayo rasakan sendiri." Xiu Jimei tidak terlalu memikirkannya.
"Sepertinya dewa kesialan benar-benar akan jatuh sakit," gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Alam Para Dewa.
Dewa kesialan kini sedang terbaring di ranjang sambil menggigil kedinginan namun juga sedikit panas sehingga tidak nyaman memakai pakaian tebal atau selimut. Wajahnya agak pucat. Sesekali dewa kesialan akan terbatuk kering hingga tenggorokannya sakit.
Melihat dewa kesialan yang terkenal demam agak tinggi, kepala pelayan merasa kasihan. Semua pelayan juga panik. Para dewa pernah jatuh sakit. Mereka memiliki energi spiritual yang diberkati oleh dewa alam semesta serta memiliki kelebihan daripada manusia langit.
Namun siapa yang tahu jika beberapa saat yang lalu dewa kesialan tiba-tiba lemas dan pucat. Suhu badannya langsung naik. Kini, dewa kesialan terbaring lemah, masih sadarkan diri tapi tidak memiliki tenaga untuk berdiri.
Dewa kesialan terbatuk lagi. Dia merasa jauh lebih kesal dari sebelumnya. "Kenapa dengan dewa ini? Bagaimana bisa jatuh sakit tiba-tiba? Ini pasti ada manusia yang mengutuk dewa ini!"
__ADS_1
Kepala pelayan sedikit tidak bisa berkata-kata. Tidak tahu apakah ini benar atau tidak. Namun selama dewa kesialan bertugas, ada saja hal aneh yang menjadi sila bagi dirinya sendiri. Mungkin ini hukum karma dari para manusia langit yang mengutuknya.
"Dewa, jangan berpikiran seperti itu. Ini mungkin demam biasa. Setelah meminum obat, demamnya akan hilang," nasihat kepala.pelayan menenangkan.
"Aku sudah minum obat, lalu kenapa tidak ada perubahan? Bukankah semua obat itu mujarab? Di Alam Para Dewa ini, obat apa yang terlihat sia-sia? Bukankah ini lelucon!"
Dewa kesialan sama sekali tidak berpikir jika obatnya akan bekerja. Dia sudah memiliki tebakan di hatinya jika demam kali ini dikenal seseorang berbicara buruk tentangnya.
Tiba-tiba saja seorang penjaga istana datang melapor, memberikan gulungan surat kepada dewa kesialan.
Entah kenapa, dewa kesialan merasakan firasat buruk akan terungkap dari surat tersebut.
"Dari mana surat ini berasal?" tanyanya.
"Ini ... Ini dari dewa kematian." Penjaga istana itu sedikit ketakutan.
"Apa??! Dewa kematian tua itu?!" Dewa kesialan langsung mengambil duduk tanpa memedulikan tubuhnya yang pegal-pegal ataupun kepala pusing.
Kenapa tiba-tiba dewa kematian mengiriminya sebuah surat? Ini tidak pernah terjadi sekalipun.
"Dewa ku, tolong berbaringlah kembali. Dewa masih sakit," kata kepala pelayan setelah melihat penjaga istana melarikan diri ke tempatnya semula.
"Tidak, aku akan memeriksa suratnya dulu. Jangan ganggu aku." Dewa kesialan segera membuat surat dan membaca isi pesannya.
Tiba-tiba saja dewa kesialan merasa tubuhnya lebih panas dingin daripada sebelumnya.
"Kenapa manusia itu lagi yang mengutukku?!"
Dalam surat dikatakan jika dewa kematian mendapatkan pesan dari seorang manusia yang mendoakan dewa kesialan untuk jatuh sakit. Dewa kematian berjaga-jaga seandainya manusia itu meminta dewa kesialan untuk sakit parah dan mati, dia akan meminta anak buahnya untuk menjemput jiwa dewa kesialan tanpa kesalahan.
Memikirkan ini, dewa kesialan sepertinya tidak bisa diam lagi di masa depan. Manusia yang disebutkan dalam surat itu adalah Yan Yujie, manusia yang ditakdirkan untuk terkena sial.
"Oh, kenapa ini terjadi?"
__ADS_1
Dewa kesialan segera jatuh terbaring lagi seraya menempelkan sapu tangan basah di dahinya. Apa yang harus dilakukannya dengan Yan Yujie. Bahkan dewa kematian sendiri rela menjemput nyawanya di masa depan. Ini penghinaan. Kapan dia akan mati? Jelas ini hanyalah menakutinya saja.
"Bagaimana Yan Yujie begitu beruntung? Cepat cari tahu. Dewa ini harus memastikan kenapa bisa dikutuk sakit olehnya." Dewa kesialan hanya bisa mencari tahu dari situasi Yan Yujie saat ini.