Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tujuan Alam Neraka (3)


__ADS_3

Xiu Jimei tertidur selama setengah hari. Ketika bangun, hari mulai gelap. Pelayan sudah bersiap menyiapkan makan malam saat ini. Tapi Ming Zise tidak berniat untuk membangunkannya. Jika bukan karena kecerdasan Xiu Jikai yang telah kembali dari dunia bawah, dia percaya omong kosong Ming Zise. Adiknya kelelahan pasti karena aktivitas ranjang sialan itu!


Xiu Jikai tidak bisa berkata apa-apa saat menebaknya. Dengan kemampuan Ming Zise, sangat mudah untuk melepaskan rasa penat di tubuh Xiu Jimei. Baru saja dia ingin protes, sosok kembarannya pun muncul di pintu.


"Kakak, kapan kamu kembali?" tanya Xiu Jimei terkejut.


"Aku baru saja kembali sore tadi." Nada bicaranya agak kesal. "Kamu sendiri kembali dan langsung bermain ranjang dengan tunanganmu. Jika aku di sini sejak awal, apakah hal ini akan terjadi?"


"Oh, mungkin saja." Xiu Jimei menguap. "Rasanya enak. Jika kakak mencobanya suatu hari nanti, dia akan tahu sendiri. Bukankah hubungan mu dengan Mo Yue baik-baik saja?"


"Kenapa kamu menyebutkan gadis rubah menyebalkan itu?" Xiu Jikai teringat dengan sosok Mo Yue, putri raja kegelapan dunia bawah saat ini.


"Bukankah kamu dan dia menjalin hubungan kekasih sejak lama?"


Xiu Jikai hampir tersedak kue bulan yang tengah dimakannya. Kapan dia menjalani hubungan dengan rubah iblis itu? Sama sekali tidak. Tapi ia tidak banyak bicara dan mengakhiri topik dengan kejam.


Hanya dengan memikirkan Mo Yue saja, dia sakit kepala.


"Lupakan, ayo makan!"


Ketiganya makan dengan ketenangan pikiran. Ming Zise tidak terlalu lapar dan hanya makan sedikit demi sedikit untuk menemani keduanya. Sesekali membahas tentang apa yang terjadi dengan Tongluo.


"Jadi Alam Neraka telah memiliki rencana baru setelah kalah dari perang dengan Alam Para Dewa? Lalu apa hubungannya dengan adikku?" Xiu Jikai mengerutkan kening.


Ming Zise meletakkan sumpit dan menyesap air minumnya. Barulah berkata. "Mereka membutuhkan energi spiritual yang besar untuk membangkitkan makhluk legenda Alam Neraka. Tidak tahu apakah itu benar atau tidak, namun Mei'er memiliki esensi delapan dewa-dewi. Jadi mereka mengincarnya juga."

__ADS_1


"Jika adikku tidak terlibat dengan Alam Para Dewa sebelumnya atau bahkan bukan tunanganmu, bukankah itu beda Ning Siyu dan Lu Zheng tidak akan mengincarnya bukan?"


"Ya ... Bisa dikatakan seperti itu. Aku minta maaf tentang hal itu." Ming Zise juga telah pmemikirkannya sejak lama.


Xiu Jimei terlibat dalam sisa peperangan dua alam sebelumnya. Dengan esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya, Ning Siyu pasti tidak akan menyerah. Pohon keabadian di Alam Para Dewa juga telah menjadi sasaran saat ini.


"Ternyata dewa juga tidak malu untuk meminta maaf." Xiu Jikai terkekeh. Walaupun dia tidak terlalu menyalahkan Ming Zise, namun pria itu dan kembarannya adalah jodoh. Ini membuatnya tidak nyaman.


Xiu Jimei khawatir kakaknya akan bertengkar dengan Ming Zise lebih jauh lagi dan segera mencairkan suasana. Ia justru penasaran dengan binatang legenda Alam Neraka yang sebelumnya berkuasa.


Untung saja makan malam berjalan dengan baik. Ming Zise tidak tinggal lama di Istana Golden Lotus. Dia harus kembali ke Alam Para Dewa lebih dulu untuk melaporkan sesuatu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kehidupan para murid di sekte sama seperti sebelumnya. Namun Xiu Jimei dan Xiu Jikai jarang hadir sehingga keduanya tidak terlalu menarik perhatian. Tapi saat ada ujian yang harus dilaksanakan, keduanya akan hadir.


"Ujian ini lagi? Bukankah sebelumnya dihentikan? Apa yang terjadi?" Xiu Jimei sedang memancing ikan di danau.


Dua sepupunya yang membolos dari sekte juga ikut memancing bersamanya saat ini. Namun tentu saja ada murid yang memberi tahu mereka tentang ujian tersebut.


Fu Yanchi dan Fu Yiyuan hanya melihat ember yang berisi satu ekor ikan. Sementara ember Xiu Jimei sudah hampir penuh dengan ikan gemuk.


Fu Yiyuan menghela napas. "Aku tidak tahu pasti. Namun seharusnya ujian spiritual gabungan kali ini merupakan ide para kaisar Dunia Langit. Lagi pula kali ini hanya murid sekte yang ada di Dunia Langit saja yang mengikutinya. Dengan kata lain, ini bukan ujian besar."


"Ya, benar juga." Fu Yanchi mengangguk. "Setidaknya, ujian kali ini tidak melibatkan murid sekte dunia lainnya."

__ADS_1


Xiu Jimei sepertinya memikirkan sesuatu. "Entah kenapa aku merasakan firasat yang tidak enak tentang ujian ini," gumamnya.


Fu Yanchi dan Fu Yiyuan saling melirik. Tidak tahu apa yang dipikirkan Xiu Jimei saat ini. Biasanya perasaan gadis itu selalu akurat terhadap sesuatu. Hal ini membuat keduanya juga memikirkan kemungkinan terburuk alasan ujian spiritual gabungan dilakukan.


Suara elang di langit membuat ketiganya langsung menengadah. Dua bersaudara Fu tidak tahu siapa yang menunggangi elang besar itu namun Xiu Jimei sudah menebaknya.


"Sepertinya acara makan-makan kita akan bertambah orang. Suasananya akan menjadi lebih meriah," ujar gadis itu.


"Siapa itu?"


"Siapa lagi kalau bukan orang suka terkena sial."


"Yan Yujie?" Dua bersaudara Fu menebaknya secara bersamaan. "Apakah dia juga bolos dari sekte?"


"Mungkin saja."


Elang raksasa itu terbang seidmit lebih rendah, membuat semua ikan di danau ketakutan. Fu Yanchi yang melihat umpan pancingnya hampir dimakan ikan langsung kesal. Ikan itu berenang menjauh.


"..." Fu Yanchi yakin jika kesialan Yan Yujie justru menular padanya.


Yan Yujie melompat dari punggung elang raksasa dan menyapa mereka. Elang itu langsung pergi setelah mengantarnya dengan wajah cuek.


"Bagaimana kamu tahu kami ada di sini?" tanya Fu Yanchi.


"Oh, Huang Fu Shi yang mengatakannya padaku."

__ADS_1


"Huang Fu Shi? Putra mahkota kekaisaran langit? Bagaimana kamu bertemu dengannya?"


__ADS_2