
Zhongkui tidak memedulikan merak merah yang terlihat lemah dan kecil itu. Dia tak bisa kehilangan muka di depan banyak orang. Jika ia tak bisa berbuat banyak, cukup bunuh mereka di sini dan kubur bersama. Tidak akan ada yang tahu tentang kematian mereka. Terutama gadis yang sombong itu.
"Benar-benar mencari kematian!" Zhongkui melemparkan beberapa kertas jimat ke arah Xiu Jimei tanpa berpikir panjang lagi.
Elder Chi terkejut dan ingin berdiri untuk menghentikannya. Xiu Jimei dianggap penyelamat mereka dari bencana tornado air. Setidaknya ia tak bisa diam begitu saja saat menghadapi kemarahan Zhongkui.
Namun sebelum Elder Chi bertindak, merak merah yang sebelumnya santai langsung berdiri di depan Xiu Xiu Jimei. Ekor cantiknya mengembang seperti kipas.
Merak itu menatap Zhongkui dengan cibiran di hatinya. Sungguh tidak tahu ketinggian langit!
"Kamulah yang sombong!" Reddish yang marah langsung mengembalikan serangan jimat itu pada Zhongkui.
Ekornya yang mengembang seperti kipas mampu menahan serangan jimat peledak. Ketika jimat peledak yang dilemparkan Zhongkui hampir menyentuh ekor merak merah, tiba-tiba saja kertas jimat itu terdiam dan berbalik ke arah Zhongkui.
Zhongkui tidak siap untuk menerima perubahan suasana itu dan akhirnya terkena jimat peledaknya sendiri. Ini senjata makan tuan.
Zhongkui berteriak kesakitan hingga membuat Yan Chan terkejut sesaat, lalu tertegun. Kemudian teriakan Zhongkui yang sedikit menyedihkan langsung membuat Yan Chan sadar dari pikirannya.
"Tuan!" Yan Chan menghampiri Zhongkui dan membantunya duduk.
Jimat peledak Zhongkui bisa dikatakan level sedang di mata kultivator alam sekuler. Tapi bukan apa-apa di mana Reddish dan Xiu Jimei.
__ADS_1
Zhongkui langsung muntah darah ketika organ internal diserang. Yan Chan semakin bingung. Tuannya sangat kuat tapi tak bisa mengalahkan seekor merak?
"Tuan, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Yan Chan tanpa memedulikan ekspresi Zhongkui yang sedikit mengerikan.
Zhongkui tidak menjawab. Dia hanya menenangkan diri dan mengatur pernapasannya kembali. Ia tidak boleh marah begitu saja. Jika tidak, energi spiritual klan penyihir di tubuhnya akan bocor.
Memang, Zhongkui adalah seorang penyihir spiritual. Klan penyihir sudah bersembunyi dari dunia. Mereka khawatir akan membawa bencana pada klan. Lagi pula reputasi penyihir spiritual telah rusak semenjak generasi lama melakukan kesalahan.
Dulu, klan penyihir spiritual serakah akan status, kekayaan dan kekuasaan. Mereka menggunakan kekuatan untuk memanipulasi pikiran orang-orang, tak terkecuali para kultivator.
Namun hal tersebut bukan yang terparah. Alasan kenapa klan penyihir bisa dicap sebagai kultivator jahat lebih mengerikan lagi. Penyihir generasi lama berani menyerang anggota keluarga kekaisaran hingga menyebabkan berbagai tuduhan.
Kejahatan serius melawan anggota keluarga kekaisaran lebih berat dibandingkan menyerang warga biasa atau kultivator. Oleh karena itu, anak cucu dan semua keturunan klan penyihir dianggap berbahaya.
Sebelum Yan Chan mengatakan sesuatu lebih lanjut, Zhongkui menggelengkan kepala. "Aku tidak apa-apa," katanya.
Zhongkui bangun. Tubuhnya sedikit terhuyung. Jimat peledak tadi berdampak cukup serius pada tubuhnya. Ia menatap Reddish, si merak merah yang bisa melemparkan jimat peledak kembali padanya. Sungguh burung yang tidak biasa.
"Sebagai seekor merak, kamu tidak buruk!" Zhongkui menggertakkan gigi, tidak mau mengakui kekalahan.
Reddish menurunkan ekornya kembali. Dia menatap Zhongkui dengan ekspresi seolah-olah tidak suka. "Setidaknya aku tidak lahir sebagai seorang penyihir."
__ADS_1
Xiu Jimei tidak melakukan apa-apa. Dia terlihat tenang dari awal hingga akhir. Hingga dia menyadari jika waktunya di alam sekuler juga dibatasi. Mengingat hal ini, ia menghela napas.
"Nona Xiu, apakah kamu memiliki masalah lain?" Elder Chi melihatnya menghela napas, mau tidak mau bertanya-tanya.
"Tidak apa-apa. Waktuku tidak banyak saat ini," jawab Xiu Jimei sekenanya.
"Waktu?"
"Ya. Aku hanya memiliki waktu tiga hari di tempat ini. Setelah itu, aku harus kembali ke tempatku."
Elder Chi penasaran dengan tempat tinggal gadis itu. Apakah lebih kuat daripada negara mereka? Tapi Elder Chi serta yang lainnya juga tahu bahwa Xiu Jimei bukan sosok yang bisa diprovokasi. Mereka memilih untuk tidak bertanya.
Zhongkui dan Yan Chan tidak tahu apa yang keduanya bicarakan. Dia sibuk melawan merak yang menyebalkan di depannya. Hingga Yan Chan sekali pun memiliki niatan membunuh di matanya.
Jika merak itu mati, bulunya bisa dijual sebagai kerajinan. Dagingnya juga pasti enak layaknya burung lainnya.
Jika Reddish tahu bahwa Yan Chan memikirkan buku dan dagingnya, mungkin akan berteriak mengutuk mereka setengah mati.
Zhongkui mengetahui situasinya tidak baik. Diam-diam dia mengeluarkan jimat teleportasi dari saku lengan bajunya. Dia harus pergi secepat mungkin dan memberi kabar pada yang lain.
Mata merak merah itu menyipit dan sepertinya tahu apa yang akan dilakukannya.
__ADS_1
"Dasar penyihir! Jangan mencoba untuk lari jika kamu benar-benar peramal!" teriaknya sangat marah.
Namun Reddish masih terlambat. Zhongkui sudah memecahkan jimat teleportasi dan seketika sosok Zhongkui menghilang.