Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Rumput Petir Pembawa Masalah


__ADS_3

Poppy dan Roh Bunga yang berantakan saat ini tidak tahu harus berkata apa. Tapi rasa lelah dan pegal keduanya hilang saat ini. Dan khasiatnya seperti yang dikatakan Xiu Jimei. Sangat luar biasa.


"Tuan, apakah rumput ini bisa berbunga?" tanya Roh Bunga.


"Sepertinya tidak. Ini bukan jenis rumput yang berkembang biak dengan sari bunga," jawabnya.


"Kalau begitu aku tidak tertarik untuk menanamnya." Roh Bunga tidak mau menyentuh rumput itu lagi.


......................


Di ruang spiritual bawaan Xiu Jimei, rumput petir tumbuh subur di dekat mata air roh. Tuit Tuit terbang di antara dahan dan hinggap di salah satu ranting pohon persik. Dia memperhatikan rumput petir yang telah menjadi penghuni baru ruang spiritual.


"Kenapa tuan harus menanam rumput seperti ini. Tidak terlalu bagus bukan?" Tuit Tuit melihat aliran listrik dan hawa dingin es dipancarkan dari rumput itu, tubuhnya merinding. Jika dia jatuh ... Maka bulu-bulu nya akan seperti Cip Cip. Dia tidak mau menjadi burung keriting!


"Terserah yang punya ruang mau melakukan apapun yang diinginkan," kata harimau putih roh kuno malas untuk berdebat dengannya.


Keempat makhluk suci ilahi kuno tidak banyak berkomentar saat ini. Blacky dalam wujud ular hitam kecil bertanduk mendekati rumput petir. Hanya melihatnya lalu melata ke sisi lain.


"Rumput ini seperti jebakan. Berhati-hatilah. Jika anak majikan marah, rumput itu bisa menjadi senjata untuk menghukum kita," kata Blacky pada Reddish Bluewy dan Whitely.


Sekarang ada tanaman mawar putih kanibal. Ditambah rumput petir, rumah spiritual bawaan tidak lagi aman seperti dulu. Xiu Jimei sepertinya sengaja menanam banyak jebakan untuk mereka.


Sudut mulut Whitely berkedut sedikit. "Anak majikan seperti tuan kita. Lupakan saja. Rumput itu tidak akan memakan kita saat tidur kecuali jika kamu berguling ke sana dan mencari masalah sendiri."


"..." Tidak bisakah kamu berkompromi sedikit? Batinnya.


Bluewy mengerutkan kening. "Meski rumput petir ini bisa menyetrum orang dan binatang roh tapi khasiatnya bagus. Jadi bisa dianggap sebagai obat."


"Tapi gadis itu tidak perlu menanam sebanyak ini bukan?" Blacky masih tidak setuju.


Reddish dalam wujud merak merah menyisir bulu-bulu sayapnya. "Selama rumput itu tidak berkembang biak, maka tidak masalah."


Sepertinya pikiran kalian sudah dipenuhi oleh rumput! Batin Blacky sangat tidak suka (눈‸눈).


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Negeri Alam Baka.

__ADS_1


Yan Yujie yang pulang ke rumah segera menanam rumput petir di sebuah pot yang cukup besar. Dia masih menghuni pot antik yang merupakan salah satu hadiah ulang tahunnya beberapa bulan yang lalu.


Di saat dia menanam rumput petir dengan hati-hati, ibunya meminta dirinya untuk memetik sayuran di halaman belakang.


Meski Yan Yujie seorang laki-laki, ibunya—Fu Li Rong memanjakannya seperti anak perempuan.


"Jangan lupa petik tomat dan cabut bombai nya juga," teriak Fu Li Rong dari ruangan sebelah.


"Baik!" Yan Yujie segera pergi ke halaman belakang untuk memetik sayuran.


Tak lama setelah dia pergi, Yan Rusheng baru saja kembali dari Istana Alam Baka. Dia tampak kelelahan saat ini. Beberapa artefak sepertinya harus dilelang lagi.


"Suamiku, apakah ada masalah di istana?" tanya Fu Li Rong lembut.


"Tidak ada. Sama seperti sebelumnya." Yan Rusheng mengelus kepala istrinya.


Pernikahan mereka telah berjalan lebih dari seratus tahun. Tapi mereka hanya memiliki satu anak saja. Fu Li Rong ingin memiliki anak lagi tapi Yan Rusheng khawatir jika tubuh penuh kesialannya akan membuat anak-anak dalam bahaya di masa depan.


Cukup Yan Yujie yang diberkati oleh kesialan. Tapi sepertinya akhir-akhir ini putranya tidak lagi mengenakan jimat?


"Apakah kamu memesan jimat lagi untuk Jie'er?" tanya Yan Rusheng.


"Anak beruang putih roh kuno?" Sudut mulut Tan Rusheng berkedut. "Ini lebih baik tidur dengan seekor beruang daripada gadis tidak dikenal," gumamnya.


Putranya sangat tampak saat berada dalam penampilan raja hantunya. Banyak gadis yang pasti akan mengejar putranya di masa depan.


Setelah mengecup kening istrinya, Yan Yujie pergi ke ruangan sebelah untuk istirahat sebentar. Dia taks negara melihat pot antik berisi tanah spiritual. Dan ada rumput aneh yang ditanam. Rumput berwarna biru es tersebut menguarkan hawa dingin es samar.


"Istriku, dari mana rumput liar di pot ini berasal?" tanyanya setengah berteriak.


"Rumput apa? Mungkin itu Jie'er yang menanamnya. Tanya saja padanya."


Yan Rusheng menjadi penasaran. Mau tidak mau dia menyentuhnya. Toh menyentuhnya sedikit tidak akan membuat rumput itu mati bukan?


Namun ketika Yan Rusheng menyentuhnya, dia langsung berteriak karena terkejut. Buru-buru menjauhkan diri. Dia menatap rumput aneh yang menyetrum nya seperti listrik yang terkandung pada petir.


"Rumput sialan macam apa ini? Kenapa anak bau (nakal) itu menanamnya?!" Yan Rusheng kesal.

__ADS_1


Dia menyentuh rambutnya yang kaku dan kering. Mau tidak mau terkejut. Rumput ini cukup ajaib. Saat mendengar suara Yan Yujie kembali dari halaman belakang, dia segera memanggilnya untuk datang.


"Ayah, kenapa kamu di sini?" Yan Yujie terkejut melihat penampilan ayahnya yang sedikit berantakan. Terutama rambutnya. Mau tidak mau dia menahan tawa.


Yan Rusheng langsung berwajah gelap. "Rumput aoanyang kamu tanam ini? Kenapa bisa menyetrum orang?"


"Ini rumput petir yang diberikan adik sepupu padaku," jawabnya.


"Mei'er memberimu ini?"


"Benar. Ayah, kamu bisa menyentuhnya jika sedang lelah. Rumput itu bisa menghilangkan rasa lelah dan pegal saat menyentuhnya."


"Benarkah? Rasa lelah dan pegal apa saja?" tanyanya sedikit berbisik.


Yan Yujie sedikit curiga dengan tingkat ayahnya seperti sedang membicarakan selir di halaman samping. Sudut mulutnya berkedut.


"Tentu saja. Ini yang dikatakan adik sepupu."


"Bagus! Kalau begitu, ayah akan menyimpannya di kamar. Ketika ayah dan ibumu lelah di tempat tidur, rumput ini akan berguna untuk menghilangkan rasa lelah. Nak, kamu mungkin tidak tahu ... memanjakan wanita di tempat tidur juga sangat penting. Dan ibumu akan semakin cinta ada ayah di masa depan." Yan Rusheng sedikit berpikiran kotor saat ini.


Tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka cukup keras dan sosok Fu Li Rong dengan wajah gelap langsung membuat Yan Rusheng merinding.


"Istri, apakah ada sesuatu?" tanyanya dengan senyum kaku.


"Aku dengar semuanya! Yan Rusheng! Kamu cari mati!" teriaknya dengan pelototan.


Fu Li Rong sedang memegang sudip saat ini. Dia langsung menghampirinya untuk memberikan hukuman. Yan Rusheng memiliki firasat tidak menyenangkan saat ini.


Pria itu segera melarikan diri dari kejaran istrinya yang berteriak sambil mengacungkan sudip ke arahnya.


"Yan Rusheng! Jangan coba-coba untuk lari. Percaya atau tidak, aku akan membuatmu setengah mati di tempat tidur!"


"Aku rela, Istriku!"


"Bah! Bajin*an bau!"


"..." Yan Yujie yang memegang pot berisi rumput petir mau tidak mau memiliki tiga garis hitam di kepala.

__ADS_1


Keduanya memiliki pikiran yang sama, batinnya.


__ADS_2