Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Persiapan Pasukan Semua Alam


__ADS_3

Wajah Dewi Kehidupan benar-benar memerah saat ini. Lalu dia pura-pura mengipasi dirinya sendiri.


"Tidak mungkin! Cuacanya terlalu panas! Aku lupa masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kalau begitu aku akan kembali dulu. Sampai jumpa lagi." Dewi Kehidupan pergi dengan cepat tanpa menunggunya mengatakan sesuatu.


Melihatnya pergi, Ye Jue menaikkan sebelah alisnya. Wanita ini masih sama seperti sebelumnya.


"Kenapa begitu sulit untuk mengakuinya? Aku juga jadi ragu untuk memulai kisah romansa."


Tanpa diduga, Kepala Pelayan yang menemaninya tampak merasa kasihan. "Lalu kenapa Dewa ku tidak mengaku lebih dulu?"


Ye Jue tersenyum lemah lembut seperti biasanya. "Aku terlalu malu untuk mengaku pada senior."


"..." Malu? Dewa ku, kamu baru saja menggodanya tanpa malu, batinnya.


Melihat langit agak mendung, sebenarnya tidak panas sama sekali.


"Tampaknya Alam Para Dewa akan berubah dalam waktu dekat," ujar Kepala Pelayan.


"Ya, jadi bersiap-siaplah untuk membereskan semua barang dan simpan di cincin ruang."


"Dewa ku, ini mungkin masih cukup lama, haruskah membereskannya sekarang?" tanyanya.


"Tentu saja. Aku akan pindah di Dunia Langit untuk sementara waktu."


"Bukankah Istana Langit lebih aman?" Kepala Pelayan mengerutkan kening.


"Memang lebih aman. Tapi aku tidak merasa aman saat diperhatikan oleh Zhishu."


Kepala Pelayan tidak tahu cerita di dalamnya. Kenapa tidak aman hanya karena diperhatikan oleh Zhishu?


Sayangnya Ye Jue tidak banyak membicarakan masalah tersebut. Dia hanya kurang suka dengan Zhishu. Pria itu selalu menatapnya dengan banyak tuduhan. Lalu diam-diam meminta permen susu padanya.


Ye Jue meminta Kepala Pelayan untuk berkemas lebih awal. Dia juga pergi untuk menyiapkan banyak hal. Tidak masalah untuk tinggal di Dunia Langit sementara waktu.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Ye Jue sudah mengemas semua barang berharganya dan meninggalkan Alam Para Dewa tanpa permisi. Dewa dan dewi lain tahu tentang hal ini. Tidak tahu harus berkata apa. Ye Jue adalah Dewa Welas Asih yang tidak tahan dengan kehancuran dunia.


Ketika Dewa Pencipta Alam Para Dewa tahu alasan kepindahan Ye Jue ke Dunia Langit, sudut mulutnya berkedut. Percayalah pada alasannya. Pria itu hanya ingin menghabiskan waktu di Dunia Langit dan mengolah banyak manisan pelupa ingatan.


Siapa yang mengatakan jika Ye Jue baik hati dan lembut? Di Alam Para Dewa ini, hanya Ye Jue yang mampu menahan kemarahan terhadap provokasi apapun. Tapi setiap kali marah, Dewa Binatang yang berwujud merak bisa dijadikan layang-layang selama tujuh hari dan tujuh malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ye Jue pergi ke Istana Golden Lotus dan menemukan Roh Bunga sedang menyiram tanaman di halaman belakang. Suasana di istana sangat sepi semenjak Xiu Jimei dan Xiu Jikai pergi berlatih. Bahkan Wuming dan Yamla banyak diam akhir-akhir ini.


Jangan lihat Yidao yang masih jatuh cinta pada Yamla, dia menjadi ular yang jujur saat ini. Melihat kehadiran Dewa Welas Asih yang penuh senyum lembut palsu, Yidao ingin berteriak di tempat.


Sial! Apakah pada akhirnya aku harus bertemu dengan dewa yang pura-pura baik ini? Pikirnya.


“Kenapa kamu di sini?” tanya Blacky yang kini berada di samping Yidao dalam bentuk ular.


Ye Jue tampak menyedihkan saat ini. Dengan buntelan kain berisi barang-barang yang dibawanya, ia tersenyum tidak berdaya.


“Aku mengungsi ke sini untuk jangka waktu yang cukup lama. Tidak nyaman tinggal di Alam Para Dewa saat ini, jadi waktunya berlibur.”


Kepala Pelayan yang mengikuti Ye Jue sejak awal ingin menutupi wajahnya dan agak malu. Dewanya bermain lemah lembut lagi.


Yamla menunjukkan ekspresi serius. “Apakah terjadi sesuatu di Alam Para Dewa?”


Ye Jue menggelengkan kepala. “Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja. Aku hanya mengungsi lebih awal dan bisa bersantai.”


Kali ini mereka yakin jika Ye Jue ini hanya ingin bermalas-malasan.


Ye Jue juga tahu, tidak gratis untuk tinggal di tempat orang lain. Jadi dia mengabdikan dirinya untuk menjadi koki tambahan. Sayangnya, dia hanya bisa membuat makanan manis saja. Ketika semua orang tahu Ye Jue akan membuat makanan manis, tentu saja langsung menolak.


Jangan bercanda. Jika pria itu membuat sesuatu, siapa yang menjamin tidak ada obat pelupa ingatan dalam makanannya?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dalam beberapa bulan terakhir, Alam Para Dewa sedang mempersiapkan pasukan dan mengolah mereka dengan baik. Selain itu, mereka juga memastikan tidak ada mata-mata yang bersembunyi di dalamnya.


Pasukan Alam Para Dewa tidak sedikit. Setidaknya ada ratusan ribu pasukan garis depan dan jutaan pasukan garis belakang. Semua pasukan ini sebenarnya sudah dilatih sejak pecahnya perang Alam para Dewa dan Alam Neraka di masa lalu.


Tong Luo dan Yidao memutuskan untuk menjadi pengikut Alam Para Dewa. Namun tentu saja tidak mudah, kedua iblis Alam Neraka itu sebelumnya melakukan beberapa kesalahan, tentu saja harus melalui prosedur yang panjang untuk penerimaan pasukan.


“Kenapa kamu ingin bergabung ke sini?” tanya Tong Luo saat melihat Yidao datang. Dia mengambil wujud manusia dengan telinga rubah merah di kepalanya.


“Lalu bagaimana denganmu?”


“Orangtuaku ada di Alam Para Dewa. Sudah sewajarnya aku ada di sini,” jawab Tong Luo heran. “Kamu sendiri adalah buronan, kenapa ada di sini?”


Yidao tersenyum ramah. “Bergabung dengan pasukan Alam para Dewa. Aku akan melamar menjadi pemimpin,” jelasnya.


“Apakah kamu yakin?” Tong Luo menatap Yidao dengan tidak percaya. “Kenapa tiba-tiba ingin menjadi pemimpin pasukan? Bukankah selama ini kamu selalu malas di Alam Neraka? Tidak heran Ning Siyu memburumu.”


Yidao menghela napas tidak berdaya. “Jangan bahas itu. Aku sudah lelah menjadi orang jahat. Lagi pula aku punya tujuan baru kali ini. Yamla adalah segalanya bagiku.”


Kali ini Tong Luo hampir memelintir ekor rubah merahnya yang berbulu lembut. Apakah ular jelek itu sedang jatuh cinta dengan pengawal Ming Zise? Bisakah cinta mengubah orang jahat menjadi baik?


Tong Luo memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak jahat sebenarnya. Orangtuanya tak pernah membiarkan dia menjadi orang jahat. Selama ibunya sembuh, ia bisa melakukan apa saja. Sekarang ibunya sudah sembuh dan berkumpul bersama ayahnya, ini sudah cukup.


Keduanya mengobrol cukup lama hingga Dewa Perang datang memanggil keduanya untuk datang ke istananya.


“Apakah kalian berdua yakin untuk bergabung menjadi tentara Alam Para Dewa?” tanya Dewa Perang memastikan, memandang keduanya dengan penuh keseriusan.


Tong Luo dan Yidao mengangguk. Dewa Perang tak bisa melihat apa yang kurang dari keduanya. Hanya saja keduanya memiliki darah Alam Neraka, agak tidak meyakinkan. Hanya saja Dewa pencipta Alam Para Dewa memintanya untuk mendaftarkan keduanya.


“Karena kalian sudah yakin, tentu saja tahu kan prosesnya? Sumpah bukan mainan, pikirkan dua kali.” Dewa Perang memberi keduanya kesempatan untuk berpikir.


Tanpa diduga, Tong Luo tidak mau repot memikirkannya. “Tidak perlu, aku sudah memutuskan untuk bergabung.”


Tak mau kalah, Yidao juga mengangguk. “Aku juga. Jadi kapan upacara sumpah ini akan dilakukan?”

__ADS_1


“…” Dewa Perang tak pernah mengalami situasi ini sebelumnya.


__ADS_2