Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kerabat Darah Tongluo


__ADS_3

Xiu Jimei tidak banyak berkata. Ekspresinya masih datar. Ia melirik Huang Fu Shi, memintanya untuk segera meninggalkan gua. Laki-laki itu tahu jika Xiu Jimei akan membuat gerakan besar, akhirnya segera meninggalkan tempat tersebut.


Iblis Rubah Lava Alam Neraka melihatnya kabut, selain arogan dan berteriak. Elemen api yang diciptakan Xiu Jimei juga dilawan olehnya. Bagaimana pun juga Xiu Jimei kuat, tidak mudah untuk dilalap api.


Awalnya Iblis Rubah Lava Alam Neraka masih bisa sombong dan mengerahkan tenaganya untuk melawan api spiritual milik Xiu Jimei. Namun entah apa yang terjadi, api yang diciptakan Xiu Jimei seperti tidak ada habis-habisnya.


Api dilawan api, tentu saja bukan sesuatu yang biasa. Jika salah, bisa ada ledakan yang tak diinginkan. Melihat api yang Xiu Jimei ciptakan semakin besar, Iblis Rubah Lava Alam Neraka semakin bertanya-tanya. Dia juga tidak yakin untuk terus maju dan melawannya.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana kamu melakukannya?" Iblis Rubah Lava Alam Neraka bertanya dengan ekspresi bodoh. Dia tidak lagi memedulikan siapa yang akan menang saat ini.


Xiu Jimei tidak menjawab. Untuk mengakhiri ini semua, ia harus membuat Iblis Rubah Lava Alam Neraka mengaku kalah. Jika tidak, akan sulit membuat gua ini menjadi tenang.


Lagi pula, iblis Alam Neraka tidak bisa tinggal di Dunia Langit dengan santai. Jika Han Yuye tahu, mungkin akan ditendang kembali ke alamnya.


Kedua api dari masing-masing pihak terus mengamuk hingga membuat ruang gua itu menjadi sangat panas seperti dalam oven tanpa udara. Iblis Rubah Lava Alam Neraka enggan untuk mengaku kalah. Dia ingin tahu sampai kapan Xiu Jimei akan bertahan.


Namun tampaknya tidak ada tanda-tanda Xiu Jimei akan berhenti. Mau tidak mau, Iblis Rubah Lava Alam Neraka mengerahkan kekuatannya yang tersisa untuk menandingi api spiritualnya.


Semakin lama, kondisi di dalam gua tidak stabil dan permukaan gua retak seidmit demi sedikit. Iblis Rubah Lava Alam Neraka Tidka mau menyerah dan Xiu Jimei berniat untuk meledakkannya dalam satu kali gerakan.

__ADS_1


Sementara itu, Huang Fu Shi bergegas suntuk keluar dari gua tersebut. Ia hampir lupa ke mana arah jalan keluar. Untungnya ia dan Xiu Jimei memeriksa sekitar sepanjang perjalanan sehingga meninggalkan jejak.


Huang Fu Shi akan hawa yang sangat panas berembus di belakangnya. Ia mau tidak mau menggertakkan gigi dan berlari lebih cepat. Seandainya dia memiliki kemampuan teleportasi, pasti sudah lama keluar.


Untungnya Huang Fu Shi segera melihat bibir gua dan berlari lebih kencang dari sebelumnya. Pada saat yang bersamaan, bunyi ledakan yang memekakkan telinga membuat Huang Fu Shi pusing untuk sementara waktu.


Embusan angin panas dari dalam membaut Hiang fu Shi jatuh tengkurap. Tampaknya bahaya akan segera mendekat. Huang Fu Shi tidak memiliki waktu untuk mengurusnya. Ia lari menuju bibir gua dengan putus asa. Dan kedua gua itu hancur menjadi reruntuhan.


"Huang Fu Shi, apakah kamu tidak apa-apa?" Lei Mo sudah menunggu di pinggir gua. Saat melihat laki-laki itu keluar, Lei Mo segera tenang.


Huang Fu Shi menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa."


"Lalu, bagaimana dengan Xiaomei?"


"Dia ...."


Namun sebelum menyelesaikan kata-kata, tanah di sekitarnya kembali bergetar. Huang Fu Shi meminta Lei Mo untuk segera menjauh dari tempat itu. Lei Mo tidak banyak bertanya dan segera membawa Huang Fu Shi dari reruntuhan.


Tak lama juga setelah itu, ledakan kedua kembali terengah namun kali ini lebih keras dari sebelumnya. Bukan hanya ledakan saja, tapi Xiu Jimei juga muncul.

__ADS_1


Iblis Rubah Lava Alam Neraka terkubur di reruntuhan gua, tidak sempat menyelamatkan kolam lava yang merupakan rumahnya. Setah gua itu meledak, tempat-tempat di sekitarnya juga ikut bergetar.


Iblis Rubah Lava Alam Neraka akhirnya berhasil keluar dari reruntuhan. Dia meraung ke udara dan sangat marah.


"Manusia! Beraninya kamu menghancurkan rumahku!" Iblis Rubah Lava Alam Neraka tidak peduli apakah tempat tersebut hancur atau tidak, dia hanya segera menyerang Xiu Jimei.


Xiu Jimei hendak menangkis serangannya yang berpotensi membunuhnya. Tapi siapa tahu, sosok pria berjubah brokat putih tiba-tiba saja muncul di depan Xiu Jimei dan memblokir serangan Iblis Rubah Lava Alam Neraka.


Hanya dengan satu kali gerakan tangan pria itu, serangan Iblis Rubah Lava Alam Neraka tidak berefek apa-apa.


Xiu Jimei terkejut pada awalnya dan akhirnya tenang. "Mingming, kenapa kamu di sini?"


Mengetahui jika pria yang datang adalah Ming Zise, Xiu Jimei bingung. Bagaimana Ming Zise tahu dia ada di sini? Mungkinkah karena ledakan sebelumnya?


Ming Zise hanya tersenyum. Dia segera membuat array pelindung di sekitar tempat itu untuk mencegah Iblis Rubah Lava Alam Neraka melarikan diri.


"Manusia, apa yang kamu lakukan padaku? Cepat bila penghalangnya!" Iblis Rubah Lava Alam Neraka mencoba untuk menghancurkan array.


Ming Zise tidak mengubah ekspresi wajahnya sama sekali. Dia bertanya. "Apakah kamu masih memiliki hubungan darah dengan Tongluo?" tanyanya.

__ADS_1


"Kerabat darah dengan Tongluo?" Xiu Jimei lebih bingung. Kenapa tiba-tiba terhubung dengan Tongluo?


__ADS_2