
Dewa Kesialan biasanya yang paling tak terima dengan omelan siapapun. Tapi kali ini dia jelas tak bisa memarahi Dewa Binatang. Temperamen Dewa Binatang, ia masih tahu. Sudut mulut Dewa Kesialan akhirnya berkedut.
"Siapa yang menginginkan hal ini? Bisakah aku mengendalikannya?" cibirnya.
Merak biru tua mau tidak mau menatapnya dengan curiga. "Lalu apa yang terjadi? Siapa yang kamu provokasi? Apakah kamu menyinggung bintang phoenix tuan Ming?"
"Apa hubungan ini dengan gadis itu?" Dewa Kesialan sepertinya ingat jika semua jenis kesialan sebelumnya disebabkan oleh pembalasan Xiu Jimei.
Apakah kali ini juga sama?
Mungkinkah Yan Yujie dilindungi oleh jimat yang dibuat oleh Xiu Jimei? Tidak mau menuduh, ia meminta salah satu penjaga gelap kepercayaannya untuk pergi mencari tahu. Tak lama kemudian, penjaga gelap itu kembali dan mengabarkan dugaannya.
Dewa Kesialan hampir pingsan karena marah. Ternyata Xiu Jimei membuat jimat untuk Yan Yujie. Dengan jimat itulah, segala jenis kesialan yang terlalu buruk bagi Yan Yujie akan menyerang balik Dewa Kesialan. Mengetahui hal ini, Dewa Kesialan ingin memarahi orang-orang di sekitarnya.
"Ternyata kamu menyinggung gadis itu. Kalau begitu ini jelas. Kamu harus tahu langkah selanjutnya." Merak biru tua itu peri dengan langkah lebar dan kembali ke istananya yang damai.
Dewa Kesialan mengutuk Dewa Binatang dalam hatinya. Hanya seekor merak jelek yang sama lemahnya seperti ayam!
Mau tidak mau, Dewa Kesialan hanya bisa menarik kembali mantra sial yang dilemparkan pada Yan Yujie.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat malam tiba, Xiu Jimei serta rombongannya datang ke istana untuk jamuan makan malam. Yan Yujie sesekali akan mengelus dahinya yang agak benjol. Sebelum pergi ke jamuan makan malam, dia tak sengaja tersandung batu ketika hendak menurunkan anak beruang putih roh kuno dari atas pohon.
__ADS_1
Karena tidak ada waktu untuk mengobatinya, ia hanya bisa datang dengan penampilan agak memalukan. Ayahnya, Yan Rusheng juga ada di sana.
"Anakku, apakah kamu terkena sial lagi?" tanya Yan Rusheng sedikit tertekan.
"Tidak apa-apa, Ayah. Hanya tak sengaja terbentur pohon," jawabnya.
Yan Rusheng hanya memiliki Yan Yujie sebagai anak c tahu betul seperti apa kesialan Yan Yujie sejak kecil. Tak berbeda jauh darinya. Sekarang putranya adalah raja hantu tapi kesialannya selalu mengikuti. Yan Rusheng sedikit tidak senang. Kenapa dewa begitu pilih kasih?
Yan Yujie sendiri tidak terlalu kesal. Dia hanya membentur pohon bukan jatuh ke sungai dan tenggelam. Berkat jimat yang diberikan Xiu Jimei, ia merasa tubuhnya jauh lebih nyaman. Tidak mau membahas masalah kesialan lagi, Yan Rusheng membawa putranya masuk istana bersama yang lainnya.
Kaisar Alam Baka sudah ada di tempat. Semua tamu langsung berlutut untuk memberi hormat pada kaisar. Kecuali si kembar Xiu dan Ming Zise.
Xiu Jimei dan kembarannya tidak perlu berlutut pada Kaisar Alam Baka bukan karena sombong atau tidak menghormati kaisar, tapi statusnya sendiri sudah tinggi. Keduanya adalah anak mantan dewa dan ibu si kembar juga keturunan dari Istana Langit. Beraninya Kaisar Alam Baka membiarkan keduanya berlutut?
Meja makan yang disediakan tentu saja merupakan meja makan yang panjang. Kaisar menyediakan dua meja makan yang khusus untuk wanita dan pria. Tapi Ming Zise duduk di samping Xiu Jimei. Kaisar tidak terlalu memikirkannya karena bagaimana pun juga, Ming Zise adalah tunangan gadis itu.
Kaisar Alam Baka mengangkat segelas anggur dengan bangga. Lalu yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Sebelum makan, mereka akan minum lebih dulu sebagai bentuk kesopanan.
Setelah semua peserta membawa harta yang dibawanya dari Hutan Alam Baka, kaisar sudah menghitung semuanya. Persediaan herbal di istana akhirnya tersedia. Ia tak perlu khawatir lagi dengan ramuan yang sulit ditemukan di masa depan.
Xiu Jimei mencibir dan dia sudah menguasai sepiring ayam goreng utuh. "Menipu gadis ini untuk pergi, tidak jarang," celetuk nya.
Kaisar Alam Baka yang tengah minum anggur hampir saja tersedak. Dia sedikit canggung dan langsung batuk ringan. Pura-pura saja tidak mendengarnya. Adapun Wang Zheming yang memberinya ide awal tentang menipu Xiu Jimei, sama sekali tidak merasa bersalah. Dibandingkan dengan Kaisar Alam Baka, Wang Zheming lebih tenang.
__ADS_1
Kaisar Alam Baka mengalihkan perhatian. Semua orang makan dengan gembira. Jamuan di istana tidak pelit. Semua makan terbaik dikeluarkan. Xiu Jimei makan paling banyak. Dia tak mengizinkan siapapun memakan ayam goreng dari piringnya.
Untungnya istana menyediakan beberapa piring ayam goreng lagi sehingga tidak perlu itu dengan bagian Xiu Jimei.
"Mei'er, makanlah perlahan. Tidak ada yang merampok makananmu," kata Ming Zise tidak berdaya.
Bukannya ia tak suka dengan cara makan gadis itu, tapi khawatir akan tersedak makanan.
Xiu Jimei tentu tidak mau mendengarkan Ming Zise. Namun ini memang bukan tempat yang cocok dengan cara yang kurang sopan. Mau tidak mau, Xiu Jimei langsung mengubah gaya makannya menjadi lebih anggun. Peserta wanita yang masuk Hutan Alam Baka tidak sebanyak laki-laki sehingga tidak sulit untuk saling memperkenalkan diri.
Kebanyakan dari mereka tidak tahu siapa Xiu Jimei. Namun mereka tahu tentang Xiu Jichen dan Fu Chan Yin yang menjadi legenda di Dunia Langit.
Saat mereka tahu bahwa Xiu Jimei adalah anak dari pasangan itu, mereka senang sekaligus gugup. Tidak heran Xiu Jimei sangat cantik, membuat gadis lainnya itu. Tapi jika itu memang anak dari pasangan luar biasa di Dunia Langit, sangat layak untuk menjadi yang tercantik.
Setelah jamuan makan malam selesai, semua orang bisa pulang dengan perut kenyang. Kelompok Xiu Jimei tak terkecuali.
Tapi Xiu Jimei sendiri tidak langsung pulang. Ia membiarkan sesuatu dengan Kaisar Alam Baka.
"Putri Xiu, apa yang ingin didiskusikan dengan Kaisar Tua ini?" tanya Kaisar Alam Baka sedikit berkeringat dingin di punggungnya. Dia juga merasakan firasat buruk saat melihat tatapan curiganya.
"Kamu menipuku sebelumnya. Bukankah harus memberikan kompensasi?" Xiu Jimei mencibir, mengatai kaisar tua itu sebagai pemimpin yang pelit. Karana itu, ia harus memerasnya sedikit.
"Hah? Kompensasi? Apakah masih membutuhkan kompensasi?" Kaisar Alam Baka terkejut dan hatinya sudah berdarah tapi tidak ada luka.
__ADS_1
"Tentu saja. Harus ada bayarannya setelah menipu orang bukan?"
Bukan hanya ada Xiu Jimei saja saat ini, tapi juga saudara kembarnya.