
"Tentu saja aku bisa bicara. Aku ini sangat luar biasa. Jangan samakan aku dengan burung-burung bodoh lainnya. Lagi pula, manusia, kamu berani sekali mencuri telur dari sarang ular api roh. Tapi tidak apa-apa, jika kamu tidak membawaku keluar, aku mungkin sudah menjadi telur panggang," jelas anak burung roh dengan suara yang sangat menggemaskan.
Burung kecil itu tidak tahu jika gunung api akan meletus secepat itu. Padahal waktu dirinya menetas masih cukup lama. Sebagai leluhur keluarga burung yang luar biasa, dia mungkin tidak akan mudah mati. Tapi mungkin beberapa cedera masih bisa dimiliki.
Untungnya Xiu Jimei datang dan membawanya keluar jadi anak burung itu tidak marah saat ini.
"Lalu, jenis burung apa kamu?" Xiu Jimei masih penasaran.
"Hah? Tentu saja, aku ini phoenix! Aku phoenix api." Anak burung roh itu pamer.
"Jangan berbohong! Bagaimana mungkin phoenix masih hidup? Selain Bluewy yang aku kenal, tidak ada phoenix lain yang hidup bukan?" Wang Xuyue kenal dengan phoenix es, Bluewy yang sesekali akan muncul di dekat Xiu Jimei.
Bluewy adalah binatang suci ilahi kuno yang memiliki elemen es. Seruling gioknya memiliki suara yang lembut tapi bisa membunuh musuh. Meski ada rumor tentang phoenix api di masa lalu, harusnya sudah punah. Belum lagi, ini alam sekuler yang fana. Bisakah binatang roh seperti ini hidup?
Anak burung roh itu marah padanya. "Aku tidak berbohong. Aku ini memang phoenix. Aku ini burung betina. Aku betina! Tapi tunggu— katamu, Bluewy? Siapa itu Bluewy?" Dia penasaran.
"Bluewy juga seekor burung Phoenix Es. Nama aslinya Lanyura." Wang Xuyue masih ingat. Karena sejak kecil dia sering bermain dengan Xiu Jimei, tentu saja dia telah melihat Bluewy beberapa kali.
"Lan-lanyura?? Si burung es yang tidak memiliki hati nurani itu?" Anak burung roh berteriak hingga suaranya menyerupai kicauan.
"Kamu kenal?"
"..." Anak burung roh tidak mau membongkar rahasia masa lalu.
Di masa itu, dirinya adalah burung phoenix api yang menjadi pemimpin klan burung elemen api. Dirinya telah menjadi simbol kelahiran kembali. Seberapa banyak dia mati, pasti akan dilahirkan kembali menjadi telur dan menetas, lalu menjalani kehidupannya lagi dengan santai sebagai burung phoenix api.
Hidupnya memang cukup membosankan.
Siapa yang tahu saat menetas dirinya malah menemukan rahasia besar tentang keberadaan Bluewy. Kenapa burung es itu tidak mati?
"Omong-omong, siapa namamu?" Xiu Jimei menyentuh bulu halus anak burung roh kuno.
"Nama? Kamu bisa memanggilku Ziyura." Anak burung roh itu tidak lupa dengan namanya sendiri.
"Ziyura?"
"Zi berarti Juzi berarti orange dan Yura adalah nama marga binatang suci roh kuno. Aku dinamai Ziyura." Anak burung roh kuno itu menjelaskan asal usul namanya.
"Benar, bulumu berwarna jingga kemerahan. Aku akan memanggilku Tuit Tuit mulai sekarang," kata Xiu Jimei setelah memikirkan nama yang tepat.
Anak burung roh kuno melompat dari pelukan Xiu Jimei dan marah. "Tidak! Bagaimana mungkin? Apa hubungannya warna jingga dengan Tuit Tuit? Ini tidak alami!"
__ADS_1
Xiu Jimei tampak bingung. "Ini nama burung."
"..." Apakah otakmu rusak? Batin anak burung roh kuno.
Anak burung roh kuno yang kini dipanggil Tuit Tuit merasa tidak berdaya. Dia adalah phoenix api betina. Saat memiliki wujud, dirinya cantik, seksi dan menggoda. Semua pria tunduk padanya kecuali para binatang roh suci kuno yang jelas tidak memiliki nafsu.
Xuan Xing berpikir sebentar. "Nama Tuit Tuit juga bagus. Ini lucu."
"Ya, ini memang lucu!" Wang Xuyue mengangguk.
"..." Otak para wanita ini rusak, batin Tuit Tuit.
Bahkan Ming Zise mencibir. "Cocok dengan bulu ayamnya yang jelek."
"...?!" Otak pria tampan ini bahkan lebih rusak! Tuit Tuit ingin marah lagi namun aura dari Ming Zise sudah cukup membuatnya menggigil.
Tuit Tuit kembali ke pelukan Xiu Jimei.
Aroma ikan dan ayam panggang mulai tercium. Namun Jia Lishan dan Yan Yujie belum kembali.
Hujan masih cukup lebat dan hawa dingin berhembus ke dalam gua. Cip Cip dan ular hijau roh kuno masih berbincang tanpa memedulikan kehadiran manusia.
"Aku bukan ayam!" Tuit Tuit marah.
Xiu Jikai mencibir. "Kamu ayam yang bisa terbang di mataku."
"..." Otak saudara laki-laki gadis ini bahkan tak berperasaan, batin Tuit Tuit.
"Tuit Tuit, maukah kamu menjadi binatang roh kontraktual ku?" tawar Xiu Jimei.
Namun tampaknya Ming Zise tidak suka. "Jika Xiao Mei ingin mengontrak binatang roh, Guru bisa mencarikan yang lebih kuat dari burung kecil ini."
"Apakah ada yang lebih kuat dari phoenix api?"
"Mau tahu?" Ming Zise jual mahal.
Xiu Jimei mengerucutkan bibirnya. Akhirnya Ming Zise terkekeh dan mengelus kepala gadis itu dengan tatapan lembut.
"Binatang suci roh dewa lebih kuat," katanya.
"...?!!!" Tuit Tuit membelalakkan mata. Pria berambut putih keperakan itu ingin membandingkannya dengan binatang suci roh dewa?
__ADS_1
Apakah begitu kejam?
Mungkinkah pria ini benar-benar dari Alam Para Dewa? Lalu apa identitas nya?
"Apakah sangat kuat?" Xiu Jimei belum pernah melihat binatang roh suci dewa jadi tentu saja tidak tahu.
"Ya, tentu saja. Itu satu tingkat di atas bintang suci ilahi kuno."
Tiba-tiba saja Tuit Tuit mengeluarkan suara tangisan manja, berguling-guling di samping Xiu Jimei. Dia bertingkah seolah-olah baru saja dilecehkan oleh manusia.
"Kamu tidak menyayangiku lagi. Apa gunanya aku menetas kalau begitu? Kamu tidak perlu membawaku dari gua api dan biarkan aku menjadi telur panggang!" Tuit Tuit pandai menjual aktingnya.
Sebagai burung betina, dia lebih pandai menipu pihak lain. Tapi bukan berarti pandai menipu Xiu Jimei ataupun Ming Zise. Hanya saja Xiu Jimei malas untuk berdebat dengannya. Dia mengambil anak burung itu dan menenangkannya.
"Baiklah, baiklah. Tuit Tuit lebih cantik dan kuat. Aku tidak menginginkan yang lain asal kamu mau menjadi binatang kontraktualku," jelasnya.
"..." Ujung-ujungnya melempar batu di kaki sendiri, batin Tuit Tuit.
Dia sebenarnya ingin mencari cara agar tidak menjadikan binatang kontraktual Xiu Jimei. Namun melihat senyum pihak lain yang penuh dengan tipu muslihat, Tuit Tuit tahu aktingnya tidak berhasil.
"Nah, bagaimana? Tawaran ini bagus. Kamu bisa minum air roh, mandi di air roh dan bahkan menikmati energi spiritual di ruang spiritualku. Apa lagi yang merugikanmu? Kamu bisa makan daging setiap hari. Aku pandai memasak makanan enak," jelas Xiu Jimei.
Tuit Tuit sebenarnya tergiur.
"Belum lagi, kamu bisa tumbuh lebih cepat dan menjadi burung phoenix yang cantik," tambah Xiu Jimei bahkan lebih menggodanya.
Tuit Tuit memang tubuh banyak energi spiritual untuk masa pertumbuhannya. Maka dari itu, Xiu Jimei memang cocok untuk menjadi partner kontraktualnya.
"Baiklah kalau begitu. Aku setuju." Tuit Tuit mengangguk.
Keduanya pun menjalani proses kontrak seperti kultivator lainnya. Tapi Tuit Tuit terkejut karena prosesnya kali ini tidak sakit dan sekali. Bahkan benar-benar langsung mengisi energi spiritual di tubuhnya.
Tuit Tuit terdiam untuk sementara waktu.
"Kenapa proses kontraktual ini sangat berbeda dengan proses biasanya? Apakah kamu melakukan sesuatu?" Tuit Tuit curiga.
Apakah Xiu Jimei ini beast master? Pikirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
NB: Hari ini satu bab saja. Sampai jumpa besok lagi.
__ADS_1