Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Memulihkan Vitalitas Jantung Alam Para Dewa


__ADS_3

Dalam bayangan Xiu Jimei, sosok Dewa Pencipta Alam Para Dewa pasti muda, tampan, putih dan berkharisma. Tapi saat dia melihat nya sendiri, rasanya ada sedikit kekecewaan. Ternyata sosoknya seperti seusia kakeknya yang terlihat awet muda.


Namun untungny Ming Zise tidak mengetahui pikiran kecil Xiu Jimei saat ini. Dia mengobrol dengan Dewa Pencipta Alam Para Dewa terlebih dahulu dan membiarkan Yuu mengenal tuannya sendiri.


Namun Yuu tidak mau mengakui Dewa Pencipta Alam Para Dewa sebagai tuannya. "Aku hanya ingin mengakui kakak cantik itu sebagai tuanku!"


"Tidak!" Ming Zise langsung menolak da wajahnya seketika menjadi hitam. "Mei'er adalah milik dewa ini. Jangan lupa karena siapa kamu di sini."


Yuu sedikit tersedak. Bahkan Dewa Pencipta Alam Para Dewa sedikit tercengang. Yuu lebih suka mengakui Xiu Jimei sebagai tuannya. Mungkin karena setetes esensi delapan dewa-dewi telah mengubah pohon keabadian menjadi lebih baik saat ini.


Namun Yuu tidak bisa bersama Xiu Jimei. Bukan karena dia egois tapi memang sejatinya tidak cocok. Xiu Jimei memiliki esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya. Tanpa Yuu, gadis itu sudah bisa melakukan apa saja.


Tapi Yuu berbeda. Dia tidak bisa meninggalkan Alam Para Dewa. Kehadirannya sangat penting. Jadi mau tidak mau Dewa Pencipta Alam Para Dewa hanya bisa membujuknya.


Namun Yuu masih bersikeras sebelum Dewa Pencipta Alam Para Dewa mengatakan sesuatu.


"Aku bisa menjadi anak angkatnya," kata anak laki-laki itu.


"Aku tidak punya anak setua kamu," cibir Ming Zise.


Lagi-lagi Yuu tersedak. Dia akhirnya hanya bisa berguling-guling di tanah berumput hitam yang bersih. Tapi itu tidak membuat Ming Zise kasihan sama sekali. Bahkan Xiu Jimei juga berpikir tidak mungkin menjadi tuannya.


Ming Zise segera membawa Xiu Jimei pergi dari sana setelah berpamitan dengan Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Yuu yang melihat keduanya pergi ingin mencegahnya. Namun Dewa Pencipta Alam Para Dewa segera meraih kerahnya.


"Jangan pura-pura bodoh lagi di depanku?" Suara Dewa Pencipta Alam Para Dewa tidak sehangat saat bicara dengan Xiu Jimei.


Akhirnya Yuu berhenti merengek dan mendengkus pada Dewa Pencipta Alam Para. Suaranya yang terlihat seperti anak berusia tujuh tahun kini berubah menjadi suara orang dewasa.


"Kamu sungguh tidak berubah. Bahkan lebih buruk daripada dulu. Merawatku saja tidak bisa," ejeknya dengan seringaian. Dua taring kecil di rahang atasnya sedikit terlihat.

__ADS_1


Dewa Pencipta Alam Para Dewa tidak marah sama sekali. "Aku tahu. Ini memang kelalaianku."


"Di mana wanita yang berpura-pura menjadi dewi itu? Apakah dia masih ada di sini?" tanya Yuu tidak senang.


"Siapa yang kamu maksud sebenarnya?" Dewa Pencipta Alam Para Dewa agak terkejut saat Yuu tahu banyak tentang kejadian beberapa waktu lalu.


Selain Ning Siyu, sepertinya tidak ada yang lain.


"Bukankah itu wanita bergaun merah muda? Apa julukannya? Dewi Kecantikan?"


Ternyata benar, menang Ning Siyu yang dimaksud nya.


"Bagaimana kamu tahu bahwa dia berpura-pura menjadi dewi?"


"Tentu saja karena aku bisa merasakan aura kultivasi Alam Neraka dari tubuhnya. Tidakkah kamu menyadari jika dia jarang datang ke sini untuk berkultivasi di bawah pohon?"


"Apakah karena dia merasakan bahaya darimu?" Dewa Pencipta Alam Para Dewa terkejut.


Sayangnya Dewa Pencipta Alam Para Dewa harus mengecewakannya kali ini. Ning Siyu sudah melarikan diri sejak ketahuan berasal dari Alam Neraka. Orang yang membongkar kedoknya tak lain adalah Xiu Jimei sendiri.


Karena itu, saat Ming Zise membawa Xiu Jimei ke Alam Para Dewa untuk tinggal, dia tidak banyak berkomentar. Meski Xiu Jimei bisa memasuki Alam Para Dewa tapi manusia langit sendiri tidak memiliki izin untuk tinggal di dalamnya.


Xiu Jimei memiliki darah manusia langit serta darah dewa di tubuhnya. Dewa Pencipta Alam Para Dewa akhirnya memberikan pengecualian karena Xiu Jimei adalah pemilik esensi delapan dewa-dewi.


Gadis itu dipenuhi oleh keberuntungan. Dan kali ini berhasil membuat pohon keabadian kembali sehat seperti dulu. Di masa depan, dia harus lebih banyak mengobrol dengan Ming Zise.


"Kalian belum menemukan di mana dia tinggal?" tanya Yuu heran. "Lalu apa gunanya kalian para dewa?" ejeknya.


Dewa Pencipta Alam Para Dewa batuk tidak nyaman. "Yakinlah bahwa wanita itu masih ada di Alam Para Dewa saat ini. Tapi sepertinya ada pihak lain yang ikut campur dalam masalah ini. Jadi kami belum tahu di mana dia."

__ADS_1


"Humph! Paling juga salah satu dewa yang berkhianat padamu," tebak Yuu. "Jangan khawatir, selama aku merasakan aura pihak lain yang memiliki nafas Alam Neraka, pasti akan ketahuan siapa dalangnya."


"Kamu ingin pergi dari sini?"


Yuu memelototinya. "Aku tidak bisa tinggal di sini sepanjang waktu. Sangat membosankan. Jika sesuatu terjadi pada pohon keabadian, aku pasti akan tahu. "


Akhirnya Dewa Pencipta Alam Para Dewa merasa gemas dengan ekspresinya. Dia menyentuh kepala anak laki-laki itu dan tersenyum ramah. Dewa Pencipta Alam Para Dewa seperti seorang ayah yang peduli pada putranya.


"Baiklah. Kalau begitu kamu harus mengakui ku sebagai tuan dulu. Jika tidak, aku hanya bisa membiarkan mu berada di sini. Jangan lupa, Alam Para Dewa ini milikku."


"..." Yuu yang tidak lagi menyangkal hanya bisa berpura-pura mengakuinya sebagai tuan. Tapi dia tidak serius sama sekali.


Tak lama setelah itu, Yuu berteriak dan mengeluarkan suara anak kecilnya yang khas.


"Aku lupa memberi hadiah pada gadis itu!" serunya.


Sebagai ucapan terima kasih, Yuu berniat untuk memberi salah satu bunga dari pohon keabadiannya. Bunga-bunga yang mekar itu masing-masing memiliki energi spiritual yang besar dan berkhasiat sebagai obat atau suplemen lainnya. Tapi harus dimurnikan lebih dulu.


Yuu naik ke pohon keabadian dan memetik salah satu bunganya. Dia membungkua bunga tersebut dengan pola array transparan sehingga terlihat seperti bola hias.


"Mintalah seseorang untuk mengirim ini padanya." Yuu menberikan benda itu pada Dewa Pencipta Alam Para Dewa.


"Jangan khawatir. Omong-omong, Alam Neraka memiliki rencana untuk menggali esensi delapan dewa-dewi yang ada pada tubuh gadis itu. Sekarang kamu telah memulihkan kekuatan. Aku khawatir Alam Neraka menginginkanmu kembali."


Sebelum kembali menyatu dengan pohon keabadian, Yuu berkata lagi. "Tidak masalah. Biarkan penghuni Alam Para Dewa berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan. Seharusnya itu cukup untuk bersiap melawan Alam Neraka kembali," katanya.


"Aku tahu itu."


Tanpa diberi tahu, penghuni Alam Para Dewa pasti akan melakukannya.

__ADS_1


Ketika Yuu menyatu dengan batang pohon dan menghilang seolah-olah tidak pernah muncul, Dewa Pencipta Alam Para Dewa juga kembali ke istananya. Dia juga merilis berita untuk membiarkan penghuni Alam Para Dewa berkultivasi.


Jika penghuni Alam Para Dewa senang, maka ada pihak lain yang tidak senang. Misalnya Ning Siyu saat ini ....


__ADS_2