Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Keluar Dari Hutan Alam Baka


__ADS_3

Zishu meminta salah satu orang kepercayaannya untuk mengisi semangkuk air suci ke dalam botol giok putih. Lalu memberikannya pada Wuming. Tentu saja tidak gratis. Dia ingin Ming Zise membayarnya di masa depan. Lagi pula air suci bukan air spiritual biasa.


Wuming mengucapkan terima kasih lalu pergi setelah mendapatkan apa yang diinginkan. Zishu diam-diam merasa sakit hati tapi tidak ingin menunjukkannya di permukaan.


"Yang Mulia, kenapa begitu mudah memberikan air suci padanya?" tanya salah satu pelayan kepercayaan.


"Selama itu menyangkut si kembar, aku tak bisa menolak."


"Yang Mulia jatuh cinta pada gadis itu—"


"Jangan mengatakan hal-hal ini di masa depan," tukas Zishu sedikit tidak senang. Tapi ia tak menyangkalnya.


Takdir berkata lain. Xiu Jimei terikat dengan takdir bintang phoenix. Sama seperti Fu Chan Yin di masa lalu. Ia hanya suka, maka suka saja. Rasa sukanya juga tidak merugikan siapapun. Tapi jangan sampai Ming Zise mengetahuinya. Jika tidak, pria itu mungkin akan melakukan perang dingin diam-diam di belakang punggungnya.


Pelayan yang baru saja bicara langsung menampar mulutnya dan meminta maaf secara mendalam. Dia tahu tuannya sangat baik pada si kembar, terutama pada Xiu Jimei. Bukan hanya Zishu saja yang menyukai Xiu Jimei sebagai seorang pria pada wanita tapi jika Han Yuye.


Beberapa pria hebat menyukai Xiu Jimei tapi hanya bisa menelan pil pahit. Cinta itu tidak akan terbalas sama sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Hutan Alam Baka, Wuming kembali dengan air suci spiritual. Ming Zise memetik sehelai daun bunga belati dewa dan menumbuhkan nya menjadi tanaman serupa tapi lebih kemah.


Xiu Jimei dan Xiu Jikai sedikit takjub. Para dewa mampu melakukan ini, sungguh luar biasa. Xiu Jimei juga memiliki elemen kayu tapi tidak bisa menumbuhkan tanaman yang sama hanya dari bagian tanaman itu sendiri.


"Ming Ming sangat luar biasa," puji Xiu Jimei.


"Tentu saja. Tunanganmu tidak mungkin menjadi orang yang lemah."


"..." Xiu Jikai lagi-lagi kesal dan dia makan cuka di perutnya. Bisakah pria itu berhenti menggoda adiknya?

__ADS_1


Tanaman bunga belati dewa yang diciptakan Ming Zise tidak memiliki energi spiritual yang sama seperti aslinya. Tapi saat air suci spiritual dituangkan ke tanaman tersebut, bunga melati dewa tiruan mengeluarkan cahaya yang sama tapi energi spiritual nya tidak mengandung aura Alam Para Dewa.


"Meski ini bukan bunga melati dewa yang asli, tapi hampir mirip. Setidaknya dengan air suci spiritual yang terkandung di dalamnya, akar induk sulur roh masih bisa bertahan hidup," jelas Ming Zise.


Dia meletakkan tanaman bunga melati tiruan di tempat sebelumnya. Kemudian, vitalitas akar induk sulur roh dirangsang kembali. Akar-akar yang menggantung itu perlahan menyatu dengan alat tanaman bunga belati dewa tiruan.


Semua sulur yang awalnya layu dan hampir mati kembali mendapatkan warna hijaunya lagi. Jika sebelumnya sulur-sulur itu menyerang kelompok Xiu Jimei, kali ini tampaknya tidak algi peduli. Semua bunga kanibal juga memilih untuk menguncupkan diri dan pura-pura mati.


"Huh? Apa yang terjadi lagi?" Wang Xuyue masih waspada. Cip Cip sudah kelelahan sebelumnya. Dia memilih untuk duduk sebentar.


"Sepertinya akar induk sulur roh ini hidup kembali," kata Fu Yiyuan. Ia menghela napas lega. Dengan begitu, sulur roh masih bisa dipertahankan dan hutan bagian dalam tetap aman dari predator di sisi lain hutan.


Tak lama, Xiu Jimei, Ming Zise dan Xiu Jikai keluar dari ruang bawah tanah. Xiu Jimei membuat kondisi tanah seperti sebelumnya lagi agar tidak mudah ditemukan oleh pihak lain.


"Xiaomei, apa yang terjadi sebelumnya? Kenapa akar induk sulur roh tiba-tiba layu dan hidup kembali?" Kin Wenqian penasaran.


Xiu Jimei hanya tersenyum ringan. "Bukan apa-apa. Sebelumnya kami mengambil bagian harta yang disembunyikan akar induk sulur roh, jadi sedikit ads kecelakaan."


Tanaman bunga herbal itu mampu mengeluarkan cahaya di malam hari. Dan pasti sangat mengesankan. Belum lagi masih tergolong jenis tamaman roh langka Istana Langit.


Xiu Jimei tidak yakin apakah Zishu akan muntah darah saat melihat bunga langka ini menjadi pengganti bunga melati dewa.


"Wah! Cantik sekali! Aku bisa merasakan vitalitas dari bunga ini sangat kental!" Jia Lishan sedikit terpesona.


"Tapi meski begitu, sangat disayangkan bunga ini akan jatuh ke tangan kaisar," keluh Wang Xuyue.


"Benar!" Yang lain mengangguk setuju.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Di istana kekaisaran Negeri Alam Baka, Kaisar Alam Baka sedikit sedih di hatinya. Dia memperhatikan kelompok Xiu Jimei dari bola kristal spiritual. Sejenak, ia menatap Wang Zheming yang tidak menunjukkan ekspresi apapun.


"Putrimu sepertinya memiliki dendam pribadi padaku?" tanyanya menebak. Tapi ia tak pernah membuat Wang Xuyue ini kesal bukan?


"Tentu saja tidak, tapi kamu cukup bodoh karena menyia-nyiakan semua hal baik di istana sendiri sehingga putriku tidak suka."


"Hanya karena masalah ini? Kenapa dia tidak suka?" Kaisar Alam Baka berpikir semua barang di istana itu miliknya jadi kenapa orang lain harus kesal?


"Karena putriku berpikir kamu boros dan tidak bisa menghargai barang apapun."


"..." Apakah aku berubah menjadi kaisar jahat yang serakah? Batin Kaisar Alam Baka seraya menyentuh perutnya yang datar.


Tidak, tidak! Dia tidak bisa menjadi kaisar berperut buncit seperti yang selalu ada dalam buku cerita bergambar. Benar saja, buku-buku cerita bergambar itu menyesatkan pikirannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua kelompok yang memasuki Hutan Alam Baka akhirnya keluar setelah satu minggu berlalu. Mereka telah membawa banyak tanaman herbal, buah herbal serta yang lainnya. Tak terkecuali binatang roh yang sulit didapat.


Kelompok Xiu Jimei tampak tidak mendapatkan apa-apa, namun kelompok lain yakin jika si kembar Xiu itu pasti mendapat lebih banyak bagian daripada mereka.


Semua kelompok memasuki Istana Kekaisaran Negeri Alam Baka dan bertemu langsung dengan kaisar. Ada Wang Zheming, Fu Heng serta beberapa kepala anggota keluarga bangsawan lainnya. Mereka datang bukan untuk membahas politik atau pekerjaan, tapi penasaran dengan apa yang didapatkan kelompok itu.


Untungnya tidak ada kualifikasi menang atau kalah dalam hal ini. Semuanya sama saja. Selama mereka mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan istana kekaisaran, Kaisar Alam Baka akan menghadiahi mereka.


"Nah, biarkan aku lihat apa saja yang kalian dapatkan dari hutan itu," kata Kaisar Alam Baka pada sekelompok Xiu Jimei.


Tentu saja Xiu Jimei tidak ragu untuk mengeluarkan semuanya dari cincin ruang spiritual. Tak terkecuali seekor kalkun roh berbulu hitam dan putih.


Kalkun roh itu memiliki tinggi kurang lebih hampir tiga meter jika dikurus dari tinggi kepala sampai kaki. Bulu-bulu hitam dan putihnya cantik tapi ekspresi kalkun agak membosankan.

__ADS_1


Kalkun roh itu ditangkap Xiu Jimei sebelum meninggalkan Hutan Alam Baka. Kaisar sendiri tidak tahu tentang ini.


__ADS_2