
Xiu Jikai sebenarnya tidak keberatan jika mengikuti lomba makan seperti ini. Tapi dia jarang makan banyak. Jadi dia hanya bisa mengirim pesan pada adiknya yang ada di Alam Para Dewa.
Pada keesokan harinya, Xiu Jimei kembali. Tapi dia tidak bersama Ming Zise. Setelah menerima surat dari Xiu Jikai, dia langsung setuju untuk mengikuti perlombaan. Untungnya Wang Xuyue serta yang lainnya menginap di Istana Golden Lotus sebelumnya sehingga tidak lelah harus bolak-balik antar negeri.
"Kalian bilang, Hutan Alam Baka akan dibuka untuk umum? Apakah ini serius?" tanya gadis itu.
"Ya, memang benar. Kali ini Negeri Alam Baka mulai membutuhkan beberapa tanaman obat dan bahan rempah spiritual lainnya. Tapi tidak bisa sembarangan orang yang datang ke sana jadi lomba ini diadakan."
Xiu Jimei sedikit curiga. "Tapi jika ini masalahnya, bukankah lebih bagus jika diadakan kompetisi kekuatan spiritual dan seni bela diri alih-alih lomba makan? Tampaknya tidak ada hubungannya antara makan paling banyak dengan siapa yang bisa bertahan hidup di Hutan Alam Baka," jelasnya.
"..." Wang Xuyue serta yang lainnya merasa ini masuk akal.
Lalu ada keheningan lagi.
"Semuanya diatur oleh Kaisar Alam Baka, kami tidak tahu banyak tentang sisanya." Kin Wenqian menggelengkan kepala.
"Xiao Mei, apakah kamu masih akan mengikutinya atau tidak?" tanya Xuan Xing.
"Ikut saja, kenapa tidak? Siapa tahu ada konspirasi tersembunyi di sana yang bisa dipecahkan olehku," jawabnya.
"..." Terlalu percaya diri, batin mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada hari lomba makan berlangsung, Xiu Jimei serta yang lainnya sudah tiba di lokasi. Perlombaan diadakan di sebuah restoran terbesar ibu kota Negeri Alam Baka. Banyak peserta yang mendaftar, tak terkecuali Xiu Jimei. Sisanya bisa dikatakan lebih tua dari Xiu Jimei.
__ADS_1
Kemunculan Xiu Jimei di sana cukup membuat keributan. Terlebih lagi, mereka juga tahu anak Fu Chan Yin an Xiu Jichen yang terkenal akan kecerdasan dan kecantikannya. Banyak yang iri dengannya hingga kemunculannya cukup membuat sebagian wanita memiliki kebencian.
Sayangnya Xiu Jimei dan mereka tidak berani membuat provokasi yang merugikan.
“Putri juga datang untuk mengikuti lomba makan ini?” tanya salah satu peserta pria yang sebenarnya masih merupakan salah satu penggemar Xiu Jimei.
“Ya, tentu saja. Aku suka makan.” Xiu Jimei menjawab tanpa malu-malu.
Pria yang bertanya tadi tertawa ringan dan menyenangkan. “Kalau begitu aku beruntung bisa mengikuti lomba ini juga.”
......................
Di sisi lain istana kekaisaran, Kaisar Alam Baka baru saja mendapatkan laporan dari penjaga gelapnya tentang situasi di restoran terbesar ibu kota. Tanpa diduga, Xiu Jimei mengikuti lomba ini dan Kaisar Alam Baka merasa senang. Dia tersenyum puas, menatap Wang Zheming yang duduk santai bersama dengan para perdana menteri lainnya.
“Zheming, kamu benar. Dia benar-benar datang untuk mengikuti lomba ini. Idemu luar biasa. Kenapa aku tidak memikirkan ini sejak awal?” Kaisar Alam Baka tertawa keras dan menepuk pahanya sendiri seraya mengatakan hal-hal baik. Namun tawanya segera terhenti, tergantikan ekspresi khawatir. “Apakah dia akan curiga?” tanyanya pelan.
“…” Kaisar Alam Baka menyeka keringat dingin di dahinya. Tentu saja Xiu Jimei tidak tahu tentang alasan sebenarnya lomba makan ini diadakan.
Awalnya dia memang berencana untuk membiarkan beberapa kultivator berbakat untuk bisa memasuki Hutan Alam Baka yang terkenal berbahaya. Ada banyak tanaman roh langka di sana. Beberapa binatang roh langka yang sulit ditangkap, atau yang lainnya.
Namun dengan temperamen Xiu Jimei yang sudah menganggap hal itu biasa, Kaisar Alam Baka frustrasi. Dia ingin gadis itu juga memasuki hutan tersebut untuk membantunya menemukan beberapa harta yang baik. Negeri Alam Baka membutuhkan banyak tanaman herbal saat ini untuk memenuhi kebutuhan para alkemis kekaisaran.
Xiu Jimei suka makan dan dia masih seorang pecinta kuliner. Porsi makan Xiu Jimei melebihi orang biasa sehingga cocok jika lomba makan terbanyak ini dilakukan.
“Menurutmu, apa yang akan dia pikirkan pertama kali saat lomba makan ini diadakan sebagai persyaratan masuk Hutan Alam Baka?” tanya Kaisar Alam Baka seraya mengelus janggutnya.
__ADS_1
“Mungkin bertanya-tanya, lomba adu kekuatan lebih baik daripada lomba makan terbanyak yang tidak ada hubungannya dengan persyaratan masuk hutan yang penuh sumber makanan.” jawab Wang Zheming lagi tanpa rasa bersalah. Dia bahkan menipu putrinya sendiri untuk menyampaikan perlombaan ini pada Xiu Jimei.
“…” Kaisar Alam Baka berkeringat dingin.
Wang Zheming berkata lagi. “Tapi jika lomba adu kekuatan dilaksanakan, kemungkinan besar Xiu Jimei akan menjadi pemenang mutlak. Dengan kekuatannya yang berada di ranah kultivasi yang sama dengan kita, lawan akan mundur sebelum menaiki panggung pertarungan.”
“…” Senang menjadi orang kuat ranah kekosongan, batin Kaisar Alam Baka bahkan lebih kedinginan hingga rasanya demam saat ini.
Kasim yang setia di sampingnya segera mengipasinya dan memberikan secangkir teh untuk menenangkan pikiran Kaisar Alam Baka. Para perdana menteri pura-pura tidak tahu apapun. Mereka juga tahu siapa yang sedang dibicarakan keduanya.
“Mari kita lihat perlombaannya.” Kaisar menenangkan diri, memegang bola kristal yang mampu menampilkan semua kegiatan yang ada di tempat yang telah ditentukan.
Saat ini, bola kristal spiritual menampilkan semua adegan di lokasi tempat lomba berlangsung. Ada beberapa burung mata-mata yang sengaja ditempatkan di sana untuk bisa terhubung dengan bola kristal spiritual. Tentu saja burung mata-mata itu ada dalam kendali Wang Zheming.
Lomba makan sedang diadakan dan semua peserta menyantap makanan dengan cepat dan teratur. Ada banyak makanan tersedia di depan mereka, hanya perlu dihabiskannya saja. Tanpa diduga, Xiu Jimei bisa makan lebih banyak dari yang lain.
Ekspresi Xiu Jimei sangat santai dan menyenangkan. Jelas menikmati semua makanan yang disediakan. Perut kecilnya bisa menampung begitu banyak makanan. lihatlah peserta yang ada di samping kiri dan kanan, mencoba menahan diri untuk menelan dan mengambil makanan lain.
Tapi Xiu Jimei sudah menghabiskan dua ayam panggang utuh, belasan bakpao daging, seratus tusuk sate sapi, puluhan udang bakar saus tiram, semangkuk besar bakso serta yang terakhir sepuluh sosis bakar besar.
Semua makanan itu habis dan semua piring kosong menumpuk di depan Xiu Jimei. Gadis itu akhirnya kenyang. Tanpa sengaja, dia menoleh ke arah burung mata-mata yang merekam semuanya, lalu mengerutkan kening dengan curiga.
Tanpa diduga, burung mata-mata yang hanya sebesar burung kolibri langsung terbang ketakutan.
“…” Xiu Jimei bahkan belum melakukan apapun, tapi burung itu sepertinya takut dia akan menelannya dalam satu kali suapan.
__ADS_1
Gadis itu menatap panitia yang mengatur lomba tersebut. “Apakah ada anggur, apel, lengkeng dan jeruk untuk pencuci mulut?” tanyanya.
“…” Panitia yang melihat Xiu Jimei menjadi yang pertama menang akhirnya tertekan. Apakah kamu masih sanggup makan buah? Batinnya.