
Darah Luo Chan memicu dua pilar array teleportasi yang sebelumnya rusak. Dua pilar itu perlahan-lahan mengeluarkan cahaya. Diikuti dengan lingkaran totem di bawahnya.
Ye Jue melemparkan mayat Luo Chan ke sembarang arah seperti membuang sampah. Dia mencolek sisa darah Luo Chan yang masih tertinggal di bilang pedang dan menjilatnya tanpa rasa jijik. Penampilannya yang seperti ini membuat Lin Yue merinding.
Alih-alih terlihat seperti wajah putih kecil yang penurut, Ye Jue ini tampak bertindak seperti iblis. Xiu Jimei di kegelapan juga mengerutkan kening. Apakah rasa darah sangat enak?
“Apa yang Mei’er pikirkan?” bisik Ming Zise.
“Seperti apa rasa darah penyihir?” tanyanya.
Ming Zise mengerutkan kening. “Pasti tidak enak, jangan pernah mencobanya. Ye Jue melakukan itu bukan karena dia suka darah tapi salah satu syarat untuk membuka gerbang teleportasi spiritual.”
“Apa hubungannya dengan darah Luo Chan?”
“Sebenarnya membuka gerbang array teleportasi spiritual bisa menggunakan darah siapa saja selama orang yang menjadi perantaranya memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukannya.”
Bagi Ye Jue, hal tersebut bukan perkara sulit sama sekali. Dia menggunakan darah Luo Chan karena Ming Zise yakin alasannya, bukankah wanita itu berani menyarankan darahnya sendiri untuk dikorbankan? Dari pada menggunakan darahnya sebagai pengorbanan, lebih baik Luo Chan sendiri yang melakukannya.
Belum lagi Luo Chan sepertinya tidak memiliki cahaya pertobatan sama sekali. Bahkan jika hidup lama di dunia, dewa tidak akan memedulikannya. Ketika meninggal pasti akan ditarik ke dunia bawah untuk diadili. Membayar dosanya di dunia bawah sudah tidak terelakan lagi.
Setelah Ye Jue menjilat darah Luo Chan, beberapa tulisan aksara kuno yang tidak dikenali mulai muncul di tubuhnya. Semua tulisan aneh itu berwarna merah darah. Lin Yue mundur beberapa langkah. Dia tidak tahu siapa Ye Jue sebelumnya, namun dia berharap pria itu tidak membohonginya.
Ye Jue keluar dari sekitar pilar array teleportasi spiritual. Tak lama setelah itu, dinding cahaya mulai terbentuk dari dua pilar tersebut kemudian melesat ke langit dengan kecepatan yang tak terlihat.
Awan gelap yang berputar di atas istana klan penyihir menjadi semakin jelas. Saat pilar cahaya melesat ke tengah pusaran awan, ada gelombang energi spiritual di langit. Gelombang energi spiritual itu langsung menyebar dan menyapu awan di sekitarnya.
Akibat dari hal tersebut, hujan yang bercampur dengan kabut kemerahan pun berubah menjadi badai.
Lin Yue yang melihat jika portal teleportasi spiritual telah diperbaiki, akhirnya menghela napas lega. Kemudian dia menyadari jika Xiu Jimei dan Ming Zise telah keluar dari kegelapan.
__ADS_1
“Siapa kalian?” tanyanya waspada. Anak buahnya yang masih di sana juga bersiap untuk menyerang.
Namun Xiu Jimei mengabaikan wanita itu dan menatap Ye Jue. “Kamu lihat jika wanita ini tidak bisa berada di jalan para dewa. Apa yang akan kamu lakukan sekarang?” tanyanya.
Sebelum Ye Jue bisa menjawab, Lin Yue sudah marah lebih dulu. Dia merasa jika Xiu Jimei sengaja ingin memprovokasi hubungannya dengan Ye Jue. Dia belum pernah melihat Xiu Jimei sebelumnya. Apa lagi Ming Zise yang bisa dibilang memiliki ketampanan luar biasa.
Namun Lin Yue tidak memedulikan ketampanan Ming Zise saat ini. Dia hanya merasa tidak suka saat melihat Xiu Jimei terlihat lebih cantik dari pada dirinya.
“Siapa kamu berani berbicara dengan pria ku?”
“…” Xiu Jimei harus mengakui keberanian Lin Yue.
Ye Jue tidak banyak bicara dan hanya mengambil tempat untuk duduk. Beberapa tulisan aneh di tubuhnya masih belum menghilang. Dia menatap Lin Yue dengan tatapan berarti. Tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Xiu Jimei sendiri ingin berdebat dengan Lin Yue namun Ming Zise menahannya.
“Tidak perlu berdebat, ayo ke samping dulu,” katanya.
“??!”
Benar saja, tak lama setelah Ye Jue duduk dan bersantai, nasib buruk mulai menerpa satu persatu. Awalnya Ye Jue membunuh anak buah Lin Yue dengan cara yang sadis dengan pedang. Tak ada satu pun dari mereka yang bisa lolos setelah ditargetkan oleh Ye Jue.
Kemudian hanya menyisakan Lin Yue saja. Wanita iyusudhs lama kehilangan keagungannya sebagai seorang ratu dan melarikan dengan sebisa mungkin. Dia berhasil keluar dari ruang bawah tanah dan memanggil semua penjaga untuk membunuh Ye Jue.
Pria itu gila. Lin Yue yakin akan hal itu. Awalnya dia masih tenang karena Ye Jue membantunya membuka portal teleportasi spiritual. Ia rela mengorbankan Luo Chan. Tapi kemudian, Ye Jue membantai semua orang. Apa maksudnya?
Sedangkan Xiu Jimei sendiri kaget. Di menyaksikan Ye Jue meninggalkan rumah bahwa tanah dengan tenang. Sepertinya tidak terburu-buru untuk menemukan Lin Yue untuk menyelesaikan akun. Namun jelas masih memegang pedang yang ternoda darah.
Kali ini Ye Jue sepertinya pembunuh berantai yang mengincar mangsanya sampai dapat.
"Ming Ming, apakah ini kemarahan Ye Jue?" tanyanya.
__ADS_1
"Ya."
"Kenapa rasanya dia tidak marah, tapi bernafsu untuk membunuh orang?" Xiu Jimei sedikit mengerang dalam hatinya.
Bukankah Ye Jue adalah Dewa Welas Asih? Kenapa dia seperti terlihat sebagia Dewa Kematian?
Ming Zise tiba-tiba saja terkekeh. Lalu dia menatap Xiu Jimei dengan perasaan tidak berdaya.
"Terkadang, penampilan hanyalah tipuan. Di man ada dewa yang begitu murah hati dan tunduk pada manusia begitu saja. Apa lagi jika menyangkut hal-hal besar."
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Aku?" Ming Zise menaikkan sebelah alisnya. Dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri seperti apa. "Bagaimana menurut Mei'er?"
"Kamu setua ayahku." Xiu Jimei tersenyum dan buru-buru pergi untuk melihat pertunjukan lain.
Ming Zise berwajah gelap dan senyumnya agak kaku. Memikirkan Xiu Jichen yang sombong di Alam Para Dewa di masa lalu, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Lagi pula, siapa yang membuat Xiu Jimei menjadi bintang phoenix nya?
Walaupun dia sudah tua, penampilannya segar saat ini. Dia masih bis memuaskan gadis itu di tempat tidur. Jadi apa yang salah jika usianya lebih tua? Bukankah penampilan dan hati adalah segalanya?
Ming Zise menyusul gadis itu karena khawatir terjadi sesuatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, di sisi lain. Pasukan Alma Neraka kembali bersemangat saat portal teleportasi spiritual telah kembali menyala. Kali ini bukan karena Meraka memperbaikinya tapi menandakan jika portal teleportasi spiritual di istana klan penyihir telah diperbaiki.
Melihat hal ini, Ning Siyu juga lega. Dia juga berniat untuk pergi ke sana untuk membuat beberapa adegan. Sayangnya Lu Zheng mencegahnya.
"Lebih baik kamu tetap di sini dan jangan membuat masalah."
__ADS_1
"Kenapa?" Ning Siyu tidak puas dengan pri situ tapi masih harus bicara dengan baik.
"Kali ini portal teleportasi spiritual jelas janggal. Bukan hanya membuka jalan bagi pasukan Alam Neraka, tapi pasukan Alam Para Dewa juga telah turun ke portal yang sama," jelasnya.