Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Xiu Jimei yang Penuh Energi Seperti Biasanya


__ADS_3

Ming Zise tersenyum sedikit lebih dalam. Jika dia tidak menyentuhnya di bawah pusar, lalu di mana lagi? Letak dantian ada di sana. Itulah sebabnya kenapa bayi lahir ke dunia dengan mewarisi kekuatan orang tuanya.


Letak dantian ada di bawah pusar, juga merupakan sumber kehidupan.


Xiu Jikai ingin tersedak sesuatu. Faktanya memang akurat. Dia tidak lagi ragu dan membiarkan Ming Ini membantu menenangkan aura esensi delapan dewa-dewi yang berkeliaran gila di tubuh adiknya.


Setelah itu, Xiu Jimei merasa lebih baik.


Xiu Jikai tidak tahu bagaimana pria itu mampu mengontrol esensi delapan dewa-dewi. Selain ibunya yang mampu mengendalikan esensi delapan dewa-dewi, ayahnya saja tidak bisa.


Ayahnya—Xiu Jichen pernah bercerita betapa luar biasanya esensi delapan dewa-dewi. Ayahnya sendiri merasakan tekanan luar biasa dari aura yang sangat murni tersebut. Oleh sebab itu, Xiu Jichen selalu melarang Xiu Jimei menggunakan kekuatan esensi delapan dewa-dewi saat berlatih.


Secara tidak langsung, sebagai seorang ayah, Xiu Jichen tidak mampu menandingi auranya.


Tetapi saat ini Ming Zise melakukannya tanpa kesulitan. Xiu Jikai curiga tapi tidak bukti kuat. Untuk saat ini dia mengesampingkannya lebih dulu.


"Mei'er, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanyanya.


"Jauh lebih baik. Tidak panas lagi," jawab Xiu Jimei. Wajahnya tidak sepucat sebelumnya.


Di sisi lain, Lei Mo dan Huang Fu Shi langsung menatap buah ungu kehitaman di dekat Xiu Jikai. Rasa penasaran tadi langsung berubah ngeri. Xiu Jimei yang terkesan kuat selama ini saja mampu dibuatnya menjadi lemas, apalagi mereka yang hanya kultivator biasa.


Saat ini, di mata mereka, buah ungu kehitaman itu langsung dijauhi seperti wabah mematikan.


Setelah itu, Ming Zise segera menyita semua buah ungu kehitaman yang ada di dekatnya.


"Buah dewa gelap ini diperuntukkan untuk kultivator atau binatang roh berbasis energi spiritual gelap. Tidak cocok untuk yang lain. Xiao Mei tidak bisa mencernanya karena dia merupakan kultivator yang diberkati para dewa. Di mata para dewa, kegelapan adalah sumber bencana kecuali elemen kegelapan itu sendiri yang merupakan bagian dari kehidupan dunia." Ming Zise menjelaskan pada semua orang agar tidak ada yang berpikir untuk mencoba buah tersebut.


Aroma buahnya mungkin harum dan menggoda siapapun yang ingin memakannya, tapi menyembunyikan kengerian yang luar biasa.


Ming Zise memberi Xiu Jikai satu buah dewa gelap. "Kamu adalah kultivator iblis. Buah dewa gelap cocok untuk menunjang kultivasi mu. Tapi ingat, jangan memakannya sekaligus. Akan lebih bagus jika diproses menjadi pil agar menghindari risiko meledaknya dantian."


"Hanya satu?" Xiu Jikai melirik sisa buah dewa gelap yang cukup banyak.


Wajah Ming Zise langsung menggelap. "Cukup untukmu, jangan serakah. Sisanya akan kusimpan."


"..." Semua orang menatap Ming Zise seperti seorang ayah yang sedang menceramahi putranya.

__ADS_1


Setelah energi spiritual gelap di tubuh Xiu Jimei bersih, Xiu Jikai sedikit lelah. Jadi dia pergi sebentar untuk mengolah energi spiritual gelap yang baru saja masuk ke tubuhnya. Mungkin membutuhkan waktu cukup lama karena saat ini mereka telah melewatkan jam makan malam.


"Xiao Mei, bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Kin Wenqian.


"Tidak apa-apa. Aku merasa baik seperti semula." Gadis itu tertawa ringan.


"..." Kami percaya, pikir mereka.


Xiu Jimei yang ceria dan ceroboh sudah kembali lagi. Tapi perutnya kini berbunyi nyaring beberapa kali. Dia sangat lapar.


Wajahnya memerah. Mereka mendengar perut gadis itu keroncongan, hanya terkekeh diam-diam.


"Kenapa begitu keras? Aku sangat lapar," kata Xiu Jimei seraya menyentuh perutnya.


Yan Yujie tertawa. "Baiklah, adik sepupu lapar, mari kita masak sesuatu."


"Saudari yang cantik ingin makan apa? Aku juga pandai memasak beberapa jenis hidangan," kata Lei Mo sambil menunjukkan senyum nakal.


"Aku ingin makan ayam panggang."


"Kalau begitu, mari kita masak ayam panggang." Lei Mo juga senang.


Kenapa tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang tidak benar?


Lei Mo memperhatikan sekitar. Tatapannya tertuju pada Ming Zise yang sudah memperhatikannya dengan dingin. Dia langsung memeluk Huang Fu Shi yang ada di sampingnya.


"Aku hanya menggoda Xiao Mei tanpa niatan lain," gumamnya.


Huang Fu Shi merasa tidak nyaman dengan pelukan Lei Mo. Dia menyingkirkannya. "Aku sudah berkata, jangan menggoda Xiao Mei. Kamu bisa babak belur di tangan Xiao Kai," jelasnya.


"..." Kamu salah paham, batin Lei Mo.


Bukan tentang Xiu Jikai, tapi guru pendamping kelompok Xiu Jimei yang agak abnormal. Tatapan itu seperti akan membunuhnya kapan saja.


Mereka memutuskan untuk memanggang ayam. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang menangkap ayam hutan hari ini.


"Di mana kita mendapatkan ayam?" Salah satu murid perempuan dari kelompok Huang Fu Shi kebingungan.

__ADS_1


"Bukankah ada ayam diikat di luar? Milik siapa?" tanya rekannya polos.


"Ayam itu terlalu besar 'kan?" Yang lain tidak yakin.


Wang Xuyue tidak tahan dengan pembicaraan mereka dan langsung menghentikan pikiran mereka untuk menyembelih Cip Cip.


"Ayam roh kuno yang diikat di luar adalah binatang kontraktualku, jangan berani memikirkannya."


"..." Mereka langsung tersenyum canggung dan menggelengkan kepala. Kami tidak berani lagi, batin mereka.


Ya Tuhan, tatapan Wang Xuyue cukup membuat mereka berkeringat dingin. Mereka mendengar jika Wang Xuyue ini adalah Array Master. Tidak mengherankan jika memiliki tingkat kultivasi yang tinggi.


Untuk menjadi seorang Array Master tentu saja membutuhkan energi spiritual yang banyak.


Di luar gua, Cip Cip segera bangkit dari duduknya dan menatap ke arah bibir gua. Matanya menyipit. Karena lehernya diikat tali, dia tidak bisa menghampiri mereka.


"Siapa yang berani mencabuti bulu ayam ini hingga botak?!" teriaknya.


"..."


Mereka yang berpikir untuk menyembelih Cip Cip itu pun terkejut lagi. Rasanya ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Tuan dan binatang peliharaan ternyata kompak.


Sayangnya orang yang tidak terpengaruh oleh adegan itu hanyalah Xiu Jimei. Gadis itu mencibir.


"Ck, ayam besar yang bau itu sepertinya ingin merasakan sensasi jambul yang dicukur! Aku ingin makan ayam roh kuno panggang saat ini!"


"Kamu berani!" Cip Cip di luar gua masih berteriak.


"Kenapa tidak? Mau mencoba?!" Xiu Jimei bertengkar dengannya.


"... Tidak! Malas berdebat denganmu!" Cip Cip mengalah. Dia masih ingin hidup damai bersama tuannya yang bodoh.


"..." Yang lainnya segera memuji Xiu Jimei dalam hati.


Sepertinya rumor itu benar. Xiu Jimei memang terkenal dengan kecerobohan dan ketidaksopanannya pada makhluk apa pun. Ayam roh kuno saja dibuat tak berdaya olehnya.


Untungnya Xiu Jimei memiliki banyak stok ayam di ruang spiritual bawaannya. Dia mengeluarkan beberapa ayam untuk ukuran sedang yang sudah dibersihkan. Bahkan masih ada bungkusnya.

__ADS_1


Di mata Xiu Jimei, ayam itu tampaknya terlalu kecil. Mengingat di zaman ini, ayam roh memiliki ukuran yang besar.


"Ayam jenis apa ini? Kenapa begitu kecil? Belum lagi tidak ada energi spiritual yang terkandung di dalamnya." Lei Mo mengerutkan kening.


__ADS_2