Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menjadi Rebutan Han Yuye dan Zhishu


__ADS_3

Han Yuye mulai bernostalgia. "Karena pemilihan saat itu hanya mengkhususkan pria dan bukan wanita. Phoenix dewa tertarik untuk menjadi dewa binatang tapi dirinya sendiri adalah wanita. Jadi dia sengaja menggunakan teknik leluhurnya untuk mengubah penampilan menjadi pria. Teknik ini sebenarnya tidak permanen dan harus memperbarui tekniknya lagi setiap tahunnya. Dia pun berhasil menjadi dewa. Lalu pada tahun itu, dia ketahuan ...," tuturnya.


Sejak diketahui bahwa Dewa Binatang adalah wanita, penghuni Alam Para Dewa mereda kecewa dan ditipu. Para dewa juga tidak bisa mentolerir kejadian seperti ini dan mau tidak mau hanya bisa menghukumnya.


Namun hukumannya kejam. Dia harus melepaskan dirinya sebagai dewa dan menghancurkan jiwa untuk menebus dosa.


Dewa Binatang menyetujui hukuman dan meminta maaf pada semuanya. Dia tidak menyimpan dendam sama sekali dan pergi dengan tenang.


"Awalnya aku berpikir masih ada ruang untuk keringanan hukuman tapi semuanya sudah terlambat ..." Han Yuye merasa sesak di dadanya. Kejadian itu sudah lama sekali.


"Ini ... kisah yang menyedihkan dan juga sikap Dewa Binatang layak untuk dicontoh," kata Tuit Tuit tidak tahu cara menghibur orang.


Tapi ekspresi sedih Han Yuye segera sirna saat melihat Tuit Tuit. "Benar, kamu adalah reinkarnasi nya tapi ingatan mu belum lengkap. Maka tidak apa-apa, kembalilah ke Alam Para Dewa dan mulai dari awal."


Tuit Tuit yang awalnya tenang kini seperti tersambar petir di langit biru. Dia langsung waspada dan diam-diam merapatkan diri ke dekat Xiu Jimei.


“Aku tidak mau!”


Han Yuye tidak menyerah. “Sejak awal kamu harusnya sudah menebak siapa dirimu bukan? Sudah ribuan tahun dan kamu tidak mau mengakuinya?”


“Tidak! Awalnya aku hanya bingung karena semua binatang roh memanggilku dewa binatang. Itu sudah lama sekali dan aku tidak mau mengungkitnya lagi. Tapi siapa yang tahu jika semuanya menjadi seperti ini …” Tuit Tuit mengelak sedikit.

__ADS_1


“…” Xiu Jimei, Han Yuye dan Zhishu yang melihatnya sedikit tidak percaya.


Tuit Tuit juga tidak mau menyerah. “Sungguh. Aku tidak berbohong. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa melihat sejarah hidupku,” katanya lagi.


Han Yuye jelas tidak percaya jadi dia kembali ke Alam Para Dewa untuk meminta Dewa Kehidupan memperlihatkan sejarah hidup Tuit Tuit. Satu jam kemudian, pria itu kembali lagi. Kali ini ekspresinya lebih santai.


“Kamu tidak berbohong, aku percaya padamu. Jadi kamu tidak mau kembali ke Alam Para Dewa? Kamu tidak perlu khawatir akan dihukum lagi, hukuman itu sudah selesai dan kamu adalah reinkarnasi sekarang, tentu saja jalan hidup seekor burung sudah berubah,” jelasnya.


“…” Tidak, terima kasih, batin Tuit Tuit.


Xiu Jimei khawatir suasana burung kecil itu terganggu dan dia memberikan sepotong sayap goreng.


Tuit Tuit berteriak ketakutan. “Tuan, kamu sangat tidak berperasaan! Berani-beraninya makan ras leluhur ini.”


“Hanya bercanda. Ini sayap ayam goreng.”


“…” Ayam juga kerabat burung, batinnya. Tapi dia masih patuh makan sayap ayam goreng.


Han Yuye dan Zhishu melihat interaksi keduanya, merasa lebih bersemangat untuk makan. Tapi baik Han Yue dan Zhishu, percikan permusuhan diam-diam terbentuk. Keduanya mencoba untuk menyenangkan Xiu Jimei dengan berbagai cara.


“Xiao Mei, bagaimana jika jalan-jalan di Alam Para Dewa? Ada padang rumput yang luas di sana dan kawanan domba roh dewa bisa ditangkap untuk disembelih atau dipelihara. Udara di sana juga bagus dan cocok untuk berkultivasi,” kata Han Yuye.

__ADS_1


Zhishu ingin mengutuk Han Yuye dalam hatinya dan tidak mau kalah. Melihat Xiu Jimei sedang makan dengan lahap, dia langsung mengeluarkan tawaran andalannya.


“Tidak terlalu bagus. Xiao Mei lebih cocok mendapatkan pelayan di Istana Langit. Ada banyak makanan di sini, camilan kue, keripik, manisan buah, asinan buah dan masih banyak lagi. Ada udang kesukaan Xiao Mei juga,” katanya.


Xiu Jimei jelas tertarik dengan kedua tawaran itu dan bingung harus memilih yang mana. Tawaran Han Yuye jelas menarik baginya. Dia suka dengan domba, bulu-bulu mereka yang gemuk sangat nyaman untuk disentuh.


Di sisi lain, tawaran Zhishu juga bisa mengenyangkan perutnya. Seandainya dia bisa menyatakan dua keinginan menjadi satu ….


Di saat Xiu Jimei sedang berpikir, suara seorang pria yang penuh cuka di perutnya (sangat cemburu) langsung mematahkan keinginan mereka.


“Siapa yang berani merayu bintang phoenix orang lain diam-diam? Hati-hati disambar petir.”


Han Yuye dan Zhishu tersandung sesuatu di hatinya dan mau tidak mau langsung patah hati. Melihat siapa yang datang, keduanya tidak memiliki ruang untuk memamerkan diri lagi.


“Mantan Dewa Tertinggi masih memiliki kekuasaannya walaupun pensiun. Ini sungguh berkah,” timpal Zhishu kesal.


“…” Han Yuye tidak mau berkata apa-apa. Jangan katakan apa-apa. Meski Ming Zise tertidur setelah berhenti menjadi dewa tertinggi, tapi sungguh … dia tidak mau dihukum.


Karena Han Yuye masih merupakan dewa pencipta Dunia Langit, dia harus menghormati Ming Zise. Berbeda dengan Zhishu yang bukan bagian dari Alam Para Dewa. Menyinggung Ming Zise tidak akan dianggap kasar.


Zhishu berpikir jika Ming Zise ini datang di waktu yang tidak tepat. Apakah pria itu mampu meramal?

__ADS_1


__ADS_2