Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Palsu


__ADS_3

Setelah ledakan energi spiritual terjadi, cahaya warna-warni seketika melesat ke langit dari arah Istana Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Cahaya yang sangat menyilaukan itu ternyata menyebarkan energi spiritual dewa yang telah dimurnikan.


Tubuh para dewa-dewi seperti bermandikan cahaya hangat yang nyaman. Ini membuat Lu Zheng semakin membenci. Dia tentu saja tidak berniat mengurus Alam Para Dewa saat ini. Tujuannya jelas adalah esensi delapan dewa-dewi.


Lu Zheng menyusul cahaya warna-warni yang menyilaukan itu. Kecepatannya jelas tidak kalah dengan sosok Xiu Jimei yang melesat ke langit.


“Xiu Jimei!!” Lu Zheng sangat terobsesi dengan kekuatan esensi delapan dewa-dewi dan berharap bisa menjadi kuat karenanya.


Dewa Pencipta Alam Dewa mendesah diam-diam dan ingin menyusulnya. Namun menurutnya, kekuatan Xiu Jimei sendiri sedang dalam tahap puncak. Tidak baik untuk menghalanginya. Lagi pula, gadis itu tampaknya hilang kendali.


“Ini sebenarnya tidak baik,” gumamnya.


Xiu Jimei yang saat ini berada dalam pilar cahaya warna-warni melihat musuh mendekat. Dia tidak panik sama sekali. Matanya bercahaya putih. Putihnya diselimuti aura esensi delapan dewa-dewi serta tanduk naga kecilnya juga sedikit menumbuhkan cabang.


Ketika Lu Zheng hendak menyerang, dia menampar udara hingga membuat energi spiritual yang terkumpul di telapak tangan mengenai pria itu. Lu Zheng terpental dan terjun. Sementara Xiu Jimei sendiri segera berubah menjadi naga putih dan melesat ke arah Alam Neraka.


Kepergiannya membuat awan gelap di langit seperti terpecah. Barulah kemudian sosoknya semakin menjauh.


Xiu Jimei jelas ingin pergi dan menemukan Ning Siyu untuk menyelesaikan masalah. Dia ingin menyelamatkan Ming Zise yang kini masih berada di tangan wanita itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini, Ning Siyu tidak tahu jika bahaya sedang mendekat. Dia berada di dalam bola array mimpi dan mencoba untuk memasuki mimpi Ming Zise. Tapi selalu gagal. Tentu saja tujuan terbesarnya adalah membuat Xiu Jimei kehilangan harapannya.


Karena Ming Zise tidak bisa bekerja sama dengan dirinya, Ning Siyu hanya ingin melakukan upacara pernikahan biasa dengannya.

__ADS_1


“Ming Zise, kalau begitu, kamu hanya bisa menikah denganku dengan cara yang tidak biasa. Bahkan jika kamu bangun suatu hari nanti, kamu adalah suamiku yang dibenarkan. Gadis manusia itu hanya akan menjadi duri untukmu!” Ning Siyu terpaksa merapalkan mantra pengikat pernikahan darah untuknya.


Namun setelah dia selesai merapalkan mantra, tak ada yang terjadi sama sekali. Ia membuat Ning Siyu kebingungan dan kembali mengucapkan mantra. Hasilnya masih sama. Semakin memikirkannya, dia mulai bingung.


Kemudian Ning Siyu melihat cahaya terang di langit, seperti cahaya yang turun untuk menerangi Alam Neraka. Tapi bagi Ning Siyu, cahaya itu sangat mengganggu bahkan energi spiritualnya juga tidak bersahabat.


“Siapa itu?!” Ning Siyu waspada.


Lu Zheng ada di Alam Para Dewa dan membawa hampir semua pasukan inti ke sana. Siapa yang mampu menerobos Alam Neraka begitu mudah?


Cahaya itu semakin terang dan tampaknya datang ke arahnya. Ning Siyu menyipitkan mata, melindungi bola array mimpi di belakangnya. Ia baru saja hendak mengikat pernikahan. Tapi gangguan datang. Ketika dilihat lebih jelas, sosok naga putih dengan aura esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya membuat Ning Siyu semakin bersemangat.


Wanita itu tertawa dan tampaknya tak perlu repot untuk memancing Xiu Jimei muncul. Kelinci datang sendiri ke sarang serigala. Namun tampaknya ada yang berbeda dari gadis itu.


Esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya, kenapa tampaknya lebih kuat dan menyatu di sekeliling Xiu Jimei?


Namun Xiu Jimei dalam wujud naga putih sama sekali tidak merespons. Dia hanya menatap Ning Siyu dan kemudian beralih pada sosok Ming Zise dalam bola array mimpi. Sama seperti dalam mimpinya. Dalam mimpi itu, Ming Zise semakin menjauh darinya dan kemudian menikah dengan Ning Siyu.


Karena hal ini, Xiu Jimei sangat marah dan akhirnya menyerang Ning Siyu. Karena aura esensi delapan dewa-dewi sangat kuat, Ning Siyu terpaksa menghindar lebih dulu. Tak lupa dia membawa bola array mimpi agar tidak lepas dari pengawasannya.


Bagaimana pun juga, Ming Zise hanya bisa berada di dalam mimpi dan hidup bersamanya.


“Ning Siyu, dia tidak akan pernah menjadi milikmu.” Naga putih Xiu Jimei menatapnya dengan arogan. “Dia hanyalah milikku!”


Gadis itu menggerakkan ekornya. Ning Siyu seperti terkunci oleh sebuah kekuatan hingga tubuhnya tak bisa bergerak. Hasilnya, dia sendiri langsung terkena sapuan ekor naga Xiu Jimei hingga terpental puluhan meter.

__ADS_1


Ning Siyu menabrak beberapa dinding istana hingga akhirnya muntah darah. Sementara Xiu Jimei bergegas melilit bola array mimpi dan mencoba untuk menghancurkannya. Karena esensi delapan dewa-dewi telah menyatu dengan tubuh, tentu saja dia bisa merasakan energi spiritual Ming Zise.


Sayangnya ketika mencoba memecahkan bola array mimpi, Xiu Jimei merasa ada yang salah. Orang dalam bola array mimpi sama sekali bukan Ming Zise! Ia akhirnya marah dan kesal. Pasti Ning Siyu yang sengaja mengelabuinya.


Xiu Jimei kembali ke wujud manusianya dan berteleportasi ke tempat Ning Siyu jatuh. “Di mana kamu menyembunyikan Mingming?! Di mana Mingming? Beraninya kamu memalsukan Mingming!” teriaknya langsung menampar wajahnya.


Ning Siyu merasakan panas dan sakit membara di wajahnya. “Ah! Apa maksudmu? Jelas itu Ming Zise! Aku sendiri yang menangkapnya ke dalam bola array.”


Jelas Ming Zise bersamanya. Bagaimana bisa palsu? Ning Siyu sama sekali tidak percaya. Dia ingin memastikannya sendiri apakah itu Ming Zise atau bukan.


Sebelumnya Lu Zheng berkata jika menangkap Ming Zise kali ini terlalu mudah. Selalu ada sesuatu yang aneh. Namun jelas tak ada kesalahan. Ia yakin menangkap Ming Zise. Itu asli!


Tapi karena Xiu Jimei berkata demikian, dia ragu sekarang. Esensi delapan dewa-dewi tak akan salah mengidentifikasi seseorang. Apa lagi dewa-dewi. Jika itu palsu, lalu di mana yang asli?


Ning Siyu berhasil memecahkan bola array mimpi dan segera bergegas ke arah Ming Zise yang bersila. Tapi ketika dia hendak menyentuhnya, penampilan Ming Zise berubah seperti boneka ilusi. Wanita itu melebarkan matanya. Merasa tidak percaya sama sekali.


Ia sebelumnya memeluk Ming Zise dan berharap masuk ke alam mimpi. Semuanya sangat nyata. Tapi dia tidak pernah menyangka jika Ming Zise yang ada dalam bola array mimpi selama ini hanyalah boneka ilusi.


“Tidak, tidak mungkin! Ming Zise ada bersamaku dan kami akan menikah. Aku memeluknya setiap hari. Bagaimana mungkin salah?!” Ning Siyu berteriak histeris.


Sosok Ming Zise dalam bola array mimpi ternyata hanyalah ilusi belaka. Ning Siyu sangat syok dengan hal ini hingga tak menyadari jika Xiu Jimei sudah sangat marah padanya.


"Di mana kamu menyembunyikannya? Di mana kamu menyembunyikan Mingming?!" Xiu Jimei bergegas kembali padanya dan memberinya pukulan.


Ning Siyu mengelak dan dia juga melawannya. "Aku juga tidak tahu. Aku juga tertipu!" teriaknya.

__ADS_1


Dua energi spiritual yang saling berlawanan akhirnya bertabrakan di udara. Kemudian meledak di antara keduanya.


__ADS_2