Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Anak Beruang yang Lucu


__ADS_3

Yan Yujie jatuh lebih dulu. Tapi sebelum bangun dan berdiri, dia sudah ditimpa sesuatu yang besar dan berat. Pada akhirnya dia jatuh lagi dan mengerang. Hampir saja remuk.


Siapa tahu sosok yang jatuh ke tubuhnya adalah seekor harimau putih roh kuno yang besar. Karena ukurannya yang besar inilah Yan Yujie hampir tak bisa bernapas dengan baik. Dia marah dan kesal. Kucing belang ini berani mendarat di tubuhnya.


"Kayu empuk kakimu!! Cepat ... Cepat menghindar. Aku hampir mati lemas!" Yan Yujie sedikit pucat, tengkurap sambil melirik harimau putih yang belum bangkit dari tubuhnya.


Harimau putih roh kuno langsung bangun. Tidak heran rasanya agak empuk saat jatuh, ternyata dia menimpa manusia kurus ini.


Yan Yujie akhirnya bisa bangun dan terbatuk, mencoba menghirup oksigen sebanyak mungkin.


"Apakah kalian baik-baik saja?" tanya guru pendamping kelompok Huang Fu Shi.


"Kami baik-baik saja. Tapi di mana ini? Kenapa tiba-tiba permukaan pegunungan es ambruk?" tanya yang lain.


Mereka melihat sekeliling dengan saksama. Ternyata gua di bawah pegunungan es ini sangat luas. Saat melihat ke atas, ketinggiannya lumayan. Karena lubang yang runtuh itu cukup besar, mereka bisa melihat sekitar gua akibat pantulan cahaya matahari.


"Apakah ini gua es raksasa?" tanya Kin Wenqian serius. Dia berjongkok, menyentuh permukaan es. Keningnya mengerut.


"Qian Qian, apa yang kamu temukan?" tanya Jia Lishan.


"Ini ... Apakah ini sarang binatang roh kuno?" Kin Wenqian juga bingung.


Dia merasakan jika ada aura dari jejak kaki binatang roh di tempat ini. Jumlahnya tidak kecil. Setidaknya ada puluhan. Namun belum tahu binatang roh kuno macam apa yang ada di gua es pegunungan ini.


"Binatang roh kuno? Apakah kita berada di sarang mereka?" Yan Yujie menebak.


"..."


Seketika, suasana menjadi hening. Jika benar mereka berada di sarang binatang roh kuno tertentu, bukankah situasinya saat lebih lebih buruk?


"Oh, apa itu?" Lei Mo melihat ke salah satu arah di mana ada sesuatu yang bergerak.


Mereka melihat ke arah yang dimaksud. Sepertinya ada seekor binatang roh kecil berbulu putih yang sangat lucu. Hanya seukuran kucing dewasa rumahan.


Binatang roh berbulu putih itu tampaknya sedang bermain dengan beberapa bongkahan es.


Yan Yujie yang paling dekat dengan lokasinya pun segera mengangkat tubuh binatang roh berbulu putih kecil yang imut tersebut. Hati mereka meleleh saat melihat betapa imutnya makhluk itu. Terutama mata hitamnya sepeda mutiara yang penuh kilauan.


"Oh, imutnya!" Wang Xuyue jatuh hati dengan bintang roh kecil itu.

__ADS_1


"Tuan, kamu masih punya aku!" Cip Cip tidak senang saat majikannya memuji bintang roh kuno lainnya.


Apa itu? Hanya binatang roh kuno berbulu putih kecil, tidak kuat sama sekali. Namun Cip Cip seperti merasakan aura yang tidak biasa dari keimutan binatang roh kuno itu.


"Kamu tidak seimut dia." Wang Xuyue berkata jujur.


"..." Apakah dirinya begitu jelek? Cip Cip merasa tidak berdaya.


Yang lain mendekat dan penasaran dengan binatang roh kecil yang imut itu. Ada suara yang keluar dari mulutnya seperti memanggil sesuatu.


Yan Yujie tak bisa menahan diri untuk menggosok bulunya yang lembut.


"Bintang roh kuno mana kamu ini? Kenapa begitu lucu?" Yan Yujie memeluknya.


Xiu Jimei mengerutkan kening di samping Ming Zise. Dia melirik pria di sampingnya, mungkinkah tahu sesuatu.


Ming Zise hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Biarkan mereka mencari tahu sendiri. Dia hanya menemani mereka dalam ujian ini.


Pada akhirnya, Xiu Jimei menyerah dan hanya bisa mencari tahu sendiri.


"Beruang?" tebaknya.


"Hah? Beruang?" Xuan Xing tak jauh darinya. Dia mendengar apa yang dikatakan Xiu Jimei.


Kalau begitu ... sarangnya pasti tidak jauh.


Di saat mereka menggoda si binatang berbulu putih itu, terdengar suara teriakan binatang roh dari kedalaman gua. Mereka langsung terdiam, mencari sumber suara itu.


Sedangkan si anak beruang yang mereka goda terus mengeluarkan bunyi nyaring, memanggil induknya berulang kali.


Kin Wenqian akhirnya berhasil memahami apa yang dikatakan makhluk kecil itu.


"Dia memanggil induknya." Kin Wenqian agak khawatir.


"..."


Mereka akhirnya panik sekarang.


Mereka merasakan getaran di bawah kaki. Sepertinya ada sesuatu yang sedang berlari ke tempat ini setelah mendengar suara teriakan dari anak beruang.

__ADS_1


Tak lama, seekor beruang putih roh kuno raksasa muncul bersama dengan beberapa kawanannya, berteriak ke arah mereka sebagai peringatan. Saat melihat anak beruang di tangan Yan Yujie, beruang dewasa yang diperkirakan sebagai induknya itu pun langsung menunjukkan ekspresi kekejaman.


Anaknya berada di tangan manusia. Mereka pasti datang untuk menculik anaknya.


"Kesalahpahaman, kesalahpahaman!" Yan Yujie panik dan ingin meletakkan anak beruang di permukaan es.


Namun si induk beruang malah berteriak lebih nyaring hingga Yan Yujie tidak langsung meletakkan anak berubah itu, namun memeluknya dan melarikan diri.


"Aku tidak menculik anakmu!" teriak Yan Yujie sambil berlari.


"..." Yang lainnya justru berpikir jika Yan Yujie benar-benar menculik anak beruang itu.


Jia Lishan justru menepuk jidatnya. Anak ini, apa bedanya tidak menculik dengan membawa lari anak beruang?


Karena Yan Yujie melarikan diri sambil menggendong anak beruang putih, semuanya juga panik dan segera mengejar Yan Yujie. Mereka mencari jalan keluar. Mungkin ada ada sebuah terowongan yang menghubungkan dunia luar dengan gua tersebut.


"Cepat, cepat lari dan kejar Yan Yujie. Suruh dia mengembalikan anak beruang!" Lei Mo berteriak dan menarik Huang Fu Shi pergi.


Induk beruang akhirnya mengejar mereka.


Hanya Xiu Jimei yang kini terlihat tenang melihat induk beruang dan kawanannya sangat marah. Dia hanya menatap beruang itu tanpa rasa takut sedikitpun. Sementara beruang lainnya melihat dua orang yang tersisa, berusaha memberikan tekanan energi spiritual agar Xiu Jimei terluka.


Sayang sekali tidak ada perubahan apapun. Xiu Jimei hanya merasa jika tubuhnya agak gatal saat ini.


"Guru, apakah kamu merasa ada energi spiritual yang menggelitik tubuhmu?" tanyanya polos.


"Ya." Ming Zise tersenyum, bekerja sama dengan pertanyaannya. Dia bahkan tidak merasakan apapun saat ini. Tapi lupakan saja, selama gadis itu senang.


"..." Si beruang yang menjadi pelaku justru langsung ngeri saat melihat Xiu Jimei.


Kenapa rasanya aura gadis ini agak akrab? Tapi mereka yakin tidak pernah bertemu.


Melihat penampilan Xiu Jimei yang wajahnya mirip kultivator wanita seratus tahun lalu, bulu-bulu putih di tubuh mereka pun meremang. Ini mungkin anak wanita itu!


Di samping Xiu Jimei, harimau putih roh kuno tidak takut sama sekali. Para beruang ini memiliki kultivasi di bawah dirinya, jadi masih memiliki rasa superioritas.


"Beruang, kenapa kalian menggigil? Apakah kalian kedinginan?" tanya harimau putih roh kuno merasa lucu. Kenapa menatap Xiu Jimei seperti baru saja melihat sesuatu yang mengerikan?


Kedinginan pantatku! Kawanan beruang roh kuno mengerang dalam hati.

__ADS_1


Salah satu beruang roh kuno raksasa akhirnya memberanikan diri untuk bicara pada Xiu Jimei.


"Apakah kamu kenal wanita bernama Fu Chan Yin?"


__ADS_2