
Xiu Jimei baru saja memeriksa beberapa bagian cabang gua yang sedikit lebih sempit. Dia tidak menduga jika Huang Fu Shi akan menyusulnya. Bahkan sangat berani untuk memasukinya tanpa berpikir lebih jauh.
Memang layak sebagai putra mahkota yang tidak takut akan apapun.
Huang Fu Shi melihat keadaan Xiu Jimei yang baik-baik saja, akhirnya menghela napas.
"Aku memeriksanya untuk memastikan apa yang terjadi. Kuharap kamu tidak marah."
"Aku tidak marah. Aku hanya khawatir tubuhmu yang berharga itu terluka. Ayahmu akan sangat khawatir nanti." Xiu Jimei sedikit bercanda seraya berkacak pinggang. "Aku akan memeriksa gua lebih dalam lagi. Apakah kamu akan tetap di sini?"
"Ikut saja denganmu."
"Jangan jadi beban." Gadis itu bercanda lagi.
Huang Fu Shi tersenyum. "Meski aku tidak sekuat dirimu, aku tidak lemah dalam pertarungan."
Xiu Jimei memimpin perjalanan. Karena di gua sangat gelap, Xiu Jimei menyalak obor untuk menerangi sekitar.
"Omong-omong, dari mana asal bebatuan panas itu?" tanya Huang Fu Shi.
"Seharusnya dilempar dari dalam gua? Aku juga tidak tahu. Atau mungkin berasal dari ledakan sebelumnya. Ingat, apapun yang terjadi, berhati-hatilah nanti. Kekuatan di luar Dunia Langit bukan sesuatu yang bisa dihadapi dengan mudah," jelasnya.
Huang Fu Shi mengangguk. "Aku tahu, jangan khawatir."
Berjalan semakin dalam menelusuri isi gua, jalannya gak sempit. Ada tetesan air di langit-langit gua dan ternyata merupakan tetesan air panas. Sepertinya memang ada sumber api di dalam gua tersebut.
Setelah berjalan cukup jauh, hawanya semakin panas. Mau tidak mau, Huang Fu Shi sedikit berkeringat dan wajahnya agak kemerahan. Xiu Jimei rak berbeda jauh. Akhirnya, mereka berhasil tiba di sebuah ruangan yang sangat luas. Ada kolam lava yang meletup-letup di depan mereka.
"Ini bukan gunung api, kenapa ada lava?" Huang Fu Shi mengerutkan kening.
Xiu Jimei tidak langsung menjawab. Dia melihay sekeliling, memastikan apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak. Panah angin yang menyerangnya di luar gua mungkin adalah sisa array pertahanan.
Tapi tidak mungkin jika ditinggalkan begitu saja. Pasti ada sesuatu yang tersembunyi.
__ADS_1
Kolam lava terhubung ke salah satu dinding gua. Kelihatannya hanya biasa saja. Namun saat Xiu Jimei melemparkan jarum ke arah dinding gua yang terhubung dengan kolam lava, ada getaran. Samar-samar, array spiritual terlihat lagi.
"Aku akan memeriksanya lebih dulu."
Xiu Jimei mau tidak mau mendekati kolam lava. Dia meminjam pedang Huang Fu Shi untuk mematahkan array yang terpasang di dinding gua.
"Apakah ada array lain di sini?" Laki-laki itu terkejut.
"Ya, tapi ini hanya sisa array, tidak terlalu kuat. Aku akan merobeknya." Xiu Jimei segera menebas dinding gua dengan pedang milik Huang Fu Shi.
Tidak perlu mengerahkan banyak tenaga, array yang terpasang di dinding gua akhirnya hancur. Tempat tersebut sedikit bergetar hingga membuat Huang Fu Shi khawatir. Namun tak lama kemudian, gempa kecil itu berhenti, tergantikan dengan munculnya sebuah gerbang rusak di seberang kolam lava.
"Rasanya familiar," gumam Huang Fu Shi.
Xiu Jimei sendiri terkejut dan dia berpikir jika tempat ini mungkin tidak pernah diperiksa saat insiden gerbang samping Alam Neraka yang terbuka di Dunia Langit.
"Ini gerbang samping Alam Neraka. Kondisinya sudah lama rusak dan tidak lagi berfungsi. Meski demikian, harusnya ada masih sisa-sisa yang tertinggal," jelas gadis itu.
"Tidak heran rasanya begitu akrab. Tapi bagaimana bisa muncul di sini? Bukankah tempat ini dekat dengan kediaman orangtuamu?"
Lagi pula, jika dia tidak datang secara sengaja, tentu tidak akan mengetahuinya juga. Ia sama sekali tidak tahu ada gua di sini. Bahkan fluktuasi energi spiritual nya juga tidak terdeteksi sama sekali. Array di bibir gua benar-benar memblokir segalanya.
Jika bukan kakaknya yang tak sengaja lewat dan dijadikan ancaman oleh array pertahanan yang masih berfungsi, mungkin tak akan pernah terbongkar sampai kapan pun.
"Setiap gerbang dihuni oleh makhluk aneh. Di sini juga tak terkecuali bukan?" tebak Huang Fu Shi.
"Harusnya." Xiu Jimei mengangguk.
Karena sebelumnya array di bibir gua belum pecah, berarti makhluk yang dilepaskan oleh Lu Zheng sebelumnya tidak keluar sama sekali. Pintu gerbang sampingnya sudah lama hancur dan di dalam pintu itu hanya lubang gua biasa. Tidak ada apa-apa di sana. Lalu di mana makhluk Alam Neraka yang menjaga gerbang?
Di saat keduanya sedang bertanya-tanya dalam hati, tiba-tiba saja kolam lava di depan mereka menunjukkan pergerakan yang tidak biasa. Xiu Jimei menebak, apakah mungkin makhluk itu bersembunyi di kolam lava?
"Apa lagi kali ini?" Huang Fu Shi waspada.
__ADS_1
"Mungkin ada di dalam lava. Berhati-hati." Xiu Jimei memperingatkan.
Tiba-tiba saja cairan lava itu membentuk pusaran yang cukup besar dan meledak begitu saja. Xiu Jimei dan Huang Fu Shi segera menghindari cipratan lava yang hampir saja mengenainya.
Dari lava itu perlahan terbentuk makhluk raksasa menyerupai seekor rubah. Makhluk itu memiliki beberapa ekor yang mungkin bisa diciptakan sesuka hati. Ketika melihat kedua manusia yang mengganggu tempatnya, iblis rubah lava Alam Neraka mengeluarkan suara nyaring yang memekakkan telinga.
Embusan angin yang sangat panas menerpa keduanya.
"Makhluk apa itu?" Huang Fu Shi sedikit pucat. Dia tidak bisa merasakan seberapa besar energi spiritual lawan.
Xiu Jimei mengerutkan kening. "Serigala?"
Iblis rubah lava Alam Neraka mendengar dan mengerti ucapan manusia. Mendengar Xiu Jimei menebaknya sebagai serigala, dia marah.
"Dasar manusia! Beraninya menganggap ku serigala! Aku adalah iblis rubah lava!"
Huang Fu Shi terkejut lagi. "Dia bisa bicara!"
Xiu Jimei tidak terkena sama sekali. Dia menatap iblis rubah lava Alam Neraka dengan serius. "Kenapa kamu ada di sini? Ini bukan tempat di mana kamu bisa tinggal."
Iblis rubah lava Alam Neraka tertawa setelah mendengar pertanyaan itu. Dia menunjukkan dertam gigi tajamnya. Sepasang mata merah menyala menatap Xiu Jimei, agak bingung dan keheranan.
Gadis itu memiliki energi spiritual yang berbeda dari laki-laki di sampingnya. Setidaknya lebih misterius. Ia tidak berani langsung menyerang. Sebagian tubuh iblis rubah lava Alam Neraka terhubung dengan lava yang ada di kolam.
"Kenapa aku di sini?" Iblis rubah lava Alam Neraka menyipitkan mata. Lalu berkata dengan santai. "Aku juga tidak tahu. Jika aku tahu, mungkin aku tidak akan ada di sini."
"Tidak tahu? Bukankah kamu diperintahkan untuk mengacau Dunia Langit sebelumnya?"
"Kenapa aku harus melakukan itu? Aku tidak diperintah sama sekali." Iblis rubah Alam Neraka tidak berbohong.
Saat dia terbangun di lingkungan yang tidak dikenal, ada kebingungan yang sangat jelas. Ia memeriksa sekitar gua dan kolam lava yang juga merupakan tempat tinggalnya juga ikut terbentuk di dalam gua tersebut.
Yang lebih menyebalkan nya lagi, tempat yang aneh itu telah membuat energi spiritualnya ditekan hingga setengahnya. Sangat merugikan.
__ADS_1
"Kalau begitu, tempat apa ini?" Iblis rubah lava Alam Neraka betanya dengan polos.