
Sudah beberapa hari sejak Xiu Jimei kembali dari kerajaan ras duyung dan menyelamatkan Ratu Duyung, Ming Zise masih belum kembali. Pria itu bahkan hanya mengirim pesan suara melalui batu spiritual.
Namun Xiu Jimei tidak puas dan dia diam-diam pergi ke Alam Para Dewa untuk mencarinya. Tanpa diduga, saat tiba di sana, situasi di Alam Para Dewa sedikit salah.
Yamla juga mengikutinya saat ini dan benar-benar tidak menyangka jika situasinya akan lebih buruk daripadanya dugaannya.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Xiu Jimei bingung.
"Putri, sepertinya iblis neraka sudah mulai menyerang saat ini." Yamla hanya memiliki tebakan liar saja. "Berhati-hatilah. Iblis neraka saat ini mengincar esensi delapan dewa-dewi. Mari cari tuan untuk mencari tahu," katanya.
Xiu Jimei setuju. Dia diam-diam menyelinap dan mencari Ming Zise di istananya. Tapi pria itu tidak ada. Dia berkunjung ke beberapa istana dewa dan dewi lainnya tanpa merasa bersalah.
Bahkan Dewa Jodoh sedikit terkejut saat Xiu Jimei datang mencari Ming Zise.
"Nak, jangan buru-buru pergi dan datanglah dulu untuk minum teh. Dewa Kesialan juga ada di sini. Mari saling menyapa," katanya.
Xiu Jimei yang hendak pergi tertarik untuk berbicara dengan Dewa Jodoh.
Para dewa memiliki penampilan yang luar biasa di mata Xiu Jimei. Dia mengikuti Dewa Jodoh ke gazebo halaman belakang. Ternyata, Dewa Kesialan juga ada di sana—sedang minum teh.
Ketika melihat Xiu Jimei, Dewa Kesialan terkejut dan sedikit ngeri. "Kenapa kamu di sini?" tanyanya agak kasar.
"...??" Xiu Jimei sepertinya tidak pernah bertemu dengan Dewa Kesialan. Tapi kenapa dia merasa jika pihak lain memusuhinya?
Dewa Jodoh menegur Dewa Kesialan. "Nada apa yang kamu miliki? Hormatilah sedikit!"
"..." Apakah kamu sengaja menyenangkan gadis itu?
__ADS_1
Xiu Jimei bergabung dengan mereka dan mencoba teh harum yang sangat enak. Teh Alam Para Dewa sangat enak.
Lalu Dewa Jodoh menceritakan alasan kenapa Dewa Kesialan sedikit tidak senang dengan Xiu Jimei karena Yan Yujie. Setiap kali Yan Yujie sial, Dewa Kesialan juga terkena karmanya.
"Oh, ternyata kamu yang selalu ini membuat sepupuku hampir menemui Raja Yama* yang sesungguhnya? Ini memang layak untuk terkena sial," cibir Xiu Jimei sama sekali tidak takut dengannya.
"..." Dewa Kesialan ingin marah tapi tidak bisa. Dia khawatir Xiu Jimei tak sengaja mengutuknya.
...----------------...
*NB: Raja Yama di sini adalah penguasa dunia akhirat menurut kepercayaan rakyat Tiongkok atau disebut Yanluowang atau Yan Luo Wang (Yen Lo Wang).
...----------------...
Dewa Kesialan hanya bisa mengganti topik pembicaraan. "Apakah kamu mencari mantan dewa tertinggi?"
Kedua dewa itu memiliki ekspresi serius. Dewa Jodoh akhirnya menjelaskan. "Saat ini dia diperintahkan untuk pergi ke perbatasan gerbang Alam Neraka oleh Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Situasi di sini sedang tidak baik saat ini. Seharusnya kamu tidak datang ke sini. Kamu bahkan lebih rentan terkena bahaya. Jika sesuatu terjadi padamu, bagaimana aku bisa menjelaskannya pada priamu nanti?"
"Bukankah dalam buku jodohmu, aku dan Ming Ming tidak terpisahkan?"
"Benar." Dewa Jodoh mengangguk seperti orang bodoh.
"Apakah itu akan putus?"
"Tentu saja tidak! Jika terjadi, aku pasti pensiun sejak lama!"
"Kalau begitu, apa yang harus ditakutkan? Aku tidak selemah itu." Xiu Jimei mengerutkan bibirnya.
__ADS_1
"..." Dewa Jodoh merasa jatuh ke dalam perangkap tak terlihat.
Xiu Jimei tidak mau membahas itu lagi. "Apa yang terjadi dengan iblis neraka? Kenapa menyerang Alam Para Dewa?" tanyanya.
"Semuanya demi pohon keabadian yang menjadi ciri khas Alam Para Dewa. Dulu ...." Dewa Jodoh menceritakan secara singkat tentang kejadian di masa lalu.
Setelah mendengarkan ceritanya, Xiu Jimei mau tidak mau terkejut. "Jadi ... Kalian berpikir jika Ratu Alam Neraka ada di Alam Para Dewa dan menyamar?" tebaknya.
"Benar. Bukan hanya tebakan kami tapi hampir semua dewa-dewi memahami ini. Terutama Dewa Kegelapan yang menebak lebih awal tentang kemungkinan ini."
"Siapa yang dicurigai kira-kiranya?"
"Ning Siyu," kata keduanya pelan.
Akhirnya suasananya menjadi hening.
Saat ini, ras Alam Neraka menyerang Alam Para Dewa diam-diam dan prajurit khusus telah dikerahkan untuk membunuh mereka semua agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Ming Zise saat ini, pria kuat biasa itu melayang di udara dan menggerakan pedangnya untuk memblokir semua serangan ras iblis neraka. Dia tidak sendiri, ada beberapa dewa lain dan para prajurit khusus membantunya.
Dewa Perang juga hadir membawa ribuan pasukan untuk membersihkan perbatasan Alam Para Dewa dan Alam Neraka.
"Tuan Ming, ini tidak akan berhasil dengan cepat. Mereka sepertinya sedang bermain-main dengan kita," kata Dewa Perang tidak senang. Dia memakai jubah besi dan pelindung kepala, terlihat seperti jenderal yang berkuasa memiliki jutaan pasukan.
Ming Zise mengerutkan kening. "Sepertinya begitu," timpalnya dengan suara rendah.
__ADS_1