Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menonton Kesenangan


__ADS_3

Seraya menikmati sup ayam, Xiu Jimei banyak bertanya pada Ming Zise. Tentu saja Ming Zise tidak bisa memberi tahu ke mana dia akan mengajaknya pergi. Jika diberi tahu, maka bukan lagi misteri.


Setelah makan sup ayam, Xiu Jimei merasa energi di tubuhnya kembali pulih. Dia juga minum air roh serta makan buah persik yang dimintanya dari Roh Bunga. Walaupun Roh Bunga enggan memberikan buah pohonnya sendiri, tapi dia menyayangi anak majikan. Sama seperti induk ayam yang melindungi anaknya.


Ming Zise menyentuh bahu Xiu Jimei lalu keduanya menghilang seketika. Saat muncul kembali, keduanya berada di Alam Para Dewa.


“Alam Para Dewa? Ini bukan sesuatu yang istimewa bukan?” Xiu Jimei mengerutkan kening.


“Bukan di sini.” Ming Zise hanya berteleportasi ke Alam Para Dewa karena ada sesuatu yang harus dilaporkan pad Dewa Pencipta Alam Para Dewa.


Mau tidak mau, Xiu Jimei hanya bisa menunggu seraya menyerap sebagian kecil energi spiritual dewa yang ada di sekitarnya. Tanpa diduga, Yuu muncul setelah Ming Zise pergi. Rupanya Yuu masih takut untuk menghadapi Ming Zise kecuali ada Dewa Pencipta Alam Para Dewa di sekitarnya.


“Apakah pria itu ingin memberimu kejutan?” tebak Yuu.


“Aku tidak tahu. Tapi dia bilang ingin pergi ke suatu tempat dan mengajakku.”


“Mungkin itu kejutan cinta.”


“…” Xiu Jimei tidak yakin. Menurutnya, Ming Zise bukan tipe pria seperti itu.


Selama waktu satu dupa (±20-30 menit), Ming Zise akhirnya kembali. Pada saat itu juga Yuu langsung menghilang dari pandangan Xiu Jimei sebelum Ming Zise menceramahinya. Tentu saja Ming Zise tahu jika Yuu ada sebelumnya berkat laporan Wuming dan Yamla. Tapi dia tidak mau memperpanjang masalah tersebut.

__ADS_1


“Apakah semuanya baik-baik saja?” Xiu Jimei melihat Ming Zise tanpa ekspresi, mau tidak mau khawatir.


“Tidak ada masalah besar.”


Ming Zise tersenyum datar dan segera mengajaknya ke suatu tempat yang cukup jauh dari kawasan penghuni Alam Para Dewa. Saat Xiu Jimei melihat sekitarnya, dia menyadari jika tempat yang dimaksud Ming Zise adalah perbatasan Alam para Dewa.


Tapi rasanya ada yang aneh. Xiu Jimei melihat sekeliling. Perbatasan Alam Para Dewa dengan Alam Neraka ternyata dilindungi oleh array khusus yang tak bisa ditembus oleh sembarangan orang. Ada banyak prajurit Alam Para Dewa berjaga di perbatasan. Sementara itu di seberang mereka, perbatasan Alam neraka tidak berbeda jauh.


Namun Xiu Jimei baru pertama kali melihat perbatasan Alam Neraka secara langsung. Dia bahkan penasaran seperti apa tempat itu.


“Kenapa kamu mengajakku ke sini?” tanyanya.


“Lihat saja kesenangannya.”


“Ming Ming, kamu masih memiliki kemampuan ini!”


Xiu Jimei merasa tidak berdaya saat melihat pemandangan di depannya. seharusnya kemampuan ini digunakan oleh kultivator elemen bumi (tanah) spesialis tumbuhan. Atau oleh ras tumbuhan seperti Roh Bunga dan Poppy atau mungkin Yuu sekalipun.


Keduanya duduk di bawah pohon dan bersandar. Xiu Jimei belum mengerti apa artinya melihat kesenangan di perbatasan dua alam. Tidak ada rumput hijau atau bunga sama sekali. Sudut mulutnya berkedut.


Ada satu hal yang menarik perhatian Xiu Jimei sejak awal datang. Langit di perbatasan Alam Neraka tampaknya jauh lebih gelap dan berpetir. Tidak tahu apa yang terjadi. Petir di sana bahkan sampai menyambar tanahdu sekitarnya.

__ADS_1


Beberapa pasukan Alam Neraka langsung berhamburan. Sebagian dari mereka tidak bisa lolos dari bencana.


"Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?" tanya gadis itu.


Ming Zise memperhatikan ke arah di mana Xiu Jimei melihat. "Ingat tentang portal Alam Neraka yang dihancurkan Han Yuye?"


"Ya. Apakah ada hubungannya dengan ini semua?"


"Portal spiritual itu menghancurkan keseimbangan Alam Neraka."


"Ah ..." Xiu Jimei terkekeh. "Aku merasa tertarik sekarang. Ming Ming, kenapa kamu tidak membiarkanku menambah beberapa kekacauan lagi?"


Ming Zise melirik Xiu Jimei yang tersenyum licik. Dia merasa gatal di hatinya. "Tentu saja. Mei'er bebas."


Lagi pula Lu Zheng berada di pintu tertutup. Jika masalah Alam Neraka terlalu mengganggu, Lu Zheng mungkin keluar dari balik pintu tertutup. Sayangnya, Ming Zise tidak terlalu peduli dengan hal ini.


......................


Di wilayah Alam Neraka, Ning Siyu melihat banyak kekacauan terjadi di perbatasan. Bukan hanya sangat marah tapi juga ingin menyalahkan Lu Zheng. Jika bukan karena pria itu, Alam Neraka tidak akan berantakan saat ini.


"Bagaimana bisa portal spiritual Alam Neraka hancur begitu saja?! Dan di mana naga lima elemen yang aku segel sebelumnya?!" Ning Siyu berteriak pada semua bawahan yang ada dia sekitarnya.

__ADS_1


Wanita itu muncul dengan gaun mewahnya. Walaupun bukan lagi ratu, aura Ning Siyu tidak bisa ditekan. Mereka semua ketakutan.


__ADS_2