
Reddish masih sedikit marah dengan gadis itu dan menjawabnya dengan nada yang agak ketus. "Tentu saja selesai! Ini bukan masalah besar," jawabnya.
Omong-omong tentang ini, Reddish hampir saja terisap oleh tornado air. Oleh sebab itulah dia agak kesal dengan Xiu Jimei yang asal menendang dirinya. Melihat harimau putih roh kuno yang lemas, ia belum tahu sebab akibatnya.
"Apakah harimau itu belum makan? Lemas?" tebaknya bercanda.
Harimau putih roh kuno ingin marah tapi tidak mampu memaki bintang roh suci ilahi kuno. Lupakan saja. Seekor binatang roh kuno tidak mampu melawan binatang suci roh kuno. Perbedaan yang sangat jauh.
Untungnya Xiu Jimei tidak terlalu kejam dan menjelaskan apa yang baru saja dilakukannya.
"Ternyata bukan lagi kelinci percobaan tapi harimau putih percobaan," kata merak merah itu seraya tertawa cukup nyaring.
"..." Elder Chi serta pengikutnya baru pertama kali ini melihat seekor burung merak yang bisa bicara dan mengejek binatang lainnya.
Harimau putih roh kuno mengaum rendam dan membayangkan jika burung merah berbulu cantik itu menjadi daging panggang di dalam pikirannya. Berani menertawakan harimau tapi tidak bisa menyerangnya. Hidup ini sulit untuk kaum yang lemah.
Namun tak lama kemudian, Reddish menyadari jika para peramal di alam sekuler ini sungguh tak tahu malu.
"Apakah yakin ini jimat penyegel dari para peramal? Kenapa perbuatan seperti ini mirip dengan yang dilakukan para penyihir?" tanyanya bingung.
__ADS_1
Elder Chi juga menggelengkan kepala. "Sebenarnya kami juga tidak terlalu mengerti. Kami hanya tahu bahwa merak mengaku sebagai peramal," jawabnya.
Reddish menatap Xiu Jimei. "Jadi kamu berniat untuk bertemu dengan para peramal itu?"
"Iya, pergi dns lihatlah sebentar sebelum kembali. Kita tidak perlu takut pada mereka bukan?"
"Tentu saja tidak." Reddish percaya diri. "Kamu adalah yang terkuat. Bagaimana mungkin mereka bisa mengalahkanmu?" Dia ingin mencibir tapi paruhnya tak bisa melakukan itu.
Elder Chi menghela napas tidak berdaya. Tidak tahu siapa yang dia bawa kali ini tapi yang jelas bukan kultivator biasa. Mendengar percakapan keduanya, sepertinya bukan masalah besar.
Kemudian Reddish mematuk salah satu ikan panggang yang hampir dingin. "Kamu menghancurkan jimat penyegelan. Aku khawatir pihak lain tahu itu dan akan segera datang."
"Kalau begitu itu yang terbaik. Aku tak perlu repot-repot pergi ke ibu kota negara ini." Xiu Jimei acuh tak acuh. Dia masih sibuk makan.
Xiu Jimei bermain-main dengan tusuk ikan yang menyisakan sedikit daging. "Tentu saja. Jimat seperti ini menggunakan energi spiritual atau setetes darah mereka untuk membuatnya. Tidak bisa sembarangan."
Benar saja, tak butuh waktu setengah batang dupa, pihak lain yang dimaksud datang. Yang datang hanya dua orang saja. Salah satunya merupakan seorang pria paruh baya dengan jubah brokat putih sederhana. Ekspresi pihak lain tidak bisa dikatakan baik atau buruk. Sementara yang satunya lagi seorang laki-laki muda.
Saat pria berpakaian putih itu datang, auranya pecah hingga membuat Elder Chi serta pengikutnya hampir jatuh berlutut. Kekuatan kultivator tingkat kedewaan sungguh tidak bisa dilawan.
__ADS_1
"Tuan Zhong," sapa Elder Chi masih sopan dsn hormat padanya.
Di dalam ruang spiritual bawaan, Xiu Jikai ingin keluar dan menjaga adiknya. Namun Xiu Jimei menolak. Merepotkan jika kakaknya muncul dan bertarung dengan pria berpakaian putih lagi. Lagi pula suadara kembarnya masih seorang kultivator kegelapan, tidak cocok untuk terlalu mencolok di alam sekuler.
Pihak lain yang berpakaian putih bernama Zhongkui. Dan laki-laki dengan seragam yang sama di belakangnya bernama Yan Chan, murid Zhongkui.
"Siapa yang menghancurkan segelku?" tanya Zhongkui sedikit tidak senang.
Jimat penyegel yang dia buat dengan sudah payah dan terhubung dengan darah, sungguh dipatahkan oleh mantra pihak lain. Dia tidak senang tapi juga terkejut. Di dunia ini, siapa yang mampu melakukannya?
"Aku." Xiu Jimei mengakuinya dengan mudah. Dia langsung memasukkan harimau putih roh kuno ke ruang spiritual bawaan.
Zhongkui dan Yan Chan akhirnya melihat seorang gadis yang memiliki perawakan di bawah dua puluh tahunan. Kecantikannya tidak biasa dan tergolong langka di alam sekuler. Keduanya terkejut.
Siapa gadis itu? Kenapa dia tidak berlutut sama sekali setelah Zhongkui menguarkan aura yang mendominasi. Justru, Xiu Jimei sangat tenang dsn makan ikan panggang bersama seekor burung merak merah.
Yan Chan sedikit sombong pada hari kerja. Dia selalu menyembah Zhongkui sebagai gurunya yang baik. Pihak lain mungkin tidak tahu siapa gurunya dan sangat acuh tak acuh bukan?
"Siapa kamu? Kenapa memecahkan jimat yang dibuat oleh guruku? Guruku sangat kuat, berlututlah dan jangan berpura-pura kuat. Aku tahu kamu tidak tahan bukan?" Yan Chan menaikkan sebelah alisnya dsn berkata dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
Namun hal ini justru membuat Xiu Jimei tak bisa menahan tawanya. Dia membuang tulang ikan ke api unggun.
"Haih ...," desahnya tidak berdaya, menatap Yan Chan dengan senyum datar. "Hanya kultivasi tingkat kedewaan yang menjadi tingkat paling dasar, apa yang harus dikagumi?" tanyanya sembrono.