
Dengan perubahan besar naga ungu saat ini, Xiu Jimei jelas lebih waspada. Tuit Tuit sudah lama memasuki ruang spiritual bawaan dan tidak tahu apa yang sedang dilakukannya saat ini.
Xiu Jimei masih mempertahankan diri untuk menggunakan pedang naga es saat ini. Melihat naga ungu yang berubah menjadi naga merah, Xiu Jimei sangat waspada.
Tak lama kemudian, naga ungu menyemburkan api merah kehitaman. Kali ini apinya lebih panas dan lebih kuat daripada sebelumnya. Xiu Jimei membuat array tapi pecah. Mau tidak mau, dia hanya bisa memblokirnya dengan energi spiritualnya sendiri.
Semburan api merah kehitaman tampak seperti kobaran api raksasa yang menelan Xiu Jimei. Namun untungnya gadis itu tidak mengalami luka sama sekali kecuali wajahnya yang sedikit memerah.
"Api yang sangat kuat," gumamnya.
Xiu Jimei membaca mantra. Dia menggunakan elemen angin dan es secara bersamaan, menciptakan angin puyuh. Embusan angin bercampur elemen es menyapu sekitar. Cuma Xing sendiri berjongkok dan membuat pelindung es di tubuhnya agar tidak diterjang angin ****** buatan Xiu Jimei.
Segera, angin puyuh itu langsung bertabrakan dengan sebutan api merah kehitaman milik naga ungu. Api itu prlahan padam dan berubah menjadi asap hitam yang menguap ke udara.
"Tidak kusangka, manusia seperti dirimu kasih memiliki hal-hal seperti ini untuk memadamkan apiku," kata naga ungu serak dan menakutkan.
Karena itulah, naga ungu juga menciptakan tornado api. Angin puyuh bercampur kepingan es milik Xiu Jimei lagi-lagi diuji. Sama-sama berangin, elemen keduanya saling bertabrakan satu sama lain.
Xiu Jimei bersiap kembali untuk membuat angin puyuh yang lain. Dia menggumamkan mantra sehingga hujan es yang bercampur dengan angin puyuh mengandung percikan api. Ketika hujan es mengenai semburan api merah kehitaman, ledakan akhirnya terjadi.
Ledakan beruntun menimbulkan gempa kecil di gunung tersebut. Namun naga ungu tidak terganggu sama sekali. Dia kembali membentuk beberapa tornado api dan mengepung Xiu Jimei.
Suhu panas langsung menerpa tubuh Xuan Xing dan Xiu Jikai. Array es yang dibangun Xuan Xing untuk melindungi diri juga pecah katana tidak bisa menahan panasnya api.
Xiu Jimei cemberut. "Merepotkan!" gumamnya.
Dia hendak membuat angin puyuh dan hujan elemen es untuk memadamkan tornado api. Tapi tiba-tiba saja raungan naga samar-samar terdengar. Xiu Jimei melirik Jin Long yang berada di leher Xuan Xing, bukan dia.
Jin Long sendiri terkejut. "Nak, ada naga lain datang ke sini. Sepertinya familiar ..." Dia merasa aura spiritual dari raungan naga yang belum terlihat wujudnya.
Tak lama setelah itu, cahaya putih muncul di antara langit-langit gua. Cahaya putih itu membentuk sosok naga putih yang agung. Meski ukurannya tidak sebesar naga ungu, tapi auranya tidak kalah.
__ADS_1
Naga ungu menyipitkan mata. Naga putih itu bergegas menuju ke arah tornado api dan menyemburkan api seputih salju. Seketika, tornado api mengecil sebelum akhirnya padam.
"Siapa kamu? Berani ikut campur urusanku!" Naga ungu sangat marah. Dia tidak bisa meremehkan kekuatan pihak lain. "Sayangnya, kamu hanya nada yang bahkan tidak bisa menandingi makhluk Alam Neraka," ejeknya.
Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya. "Xiao Bai? Kenapa kamu di sini?" tanyanya.
Naga putih itu berada di sekitar Xiu Jimei saat ini, melindunginya dengan tubuh panjangnya yang besar.
"Aku merasakan getaran dari pedang naga es. Jadi datang. Kupikir kamu dalam bahaya," jawabnya.
"Ternyata seperti itu." Xiu Jimei tidak tahu tentang ini. Dia hanya iseng menggunakan pedang naga es untuk berurusan dengan naga ungu.
Sekarang Whitely muncul, Xiu Jimei tidak yakin apakah Whitely mampu menekan naga ungu. Namun biantang suci ilahi kuno berbeda dengan makhluk Alam Neraka yang jauh lebih kuat. Setidaknya, Whitely hanya bisa memblokir serangan saja.
Belum lagi, keempat makhluk suci ilahi kuno telah kehilangan banyak vitalitas sejak dulu. Tidak sekuat pada zamannya.
Tuit Tuit yang berada di ruang spiritual bawaan Xiu Jimei sedikit terkejut saat melihat Whitely. Sudah lama sekali dia tidak bertemu mereka. Mungkin tidak lagi diingat. Lagi pula, ras phoenix sudah lama punah.
"Aku tidak peduli kamu naga yang mana. Tapi hari ini, semua yang datang ke sini tidak bis akeluar hidup-hidup!" Naga ungu membuka mulutnya. Lalu bola energi spiritual merah terbentuk sedikit demi sedikit.
Ketika bola energi spiritual merah mencapai ukuran yang lumayan, naga ungu menembakkannya ke arah mereka.
"Matilah kalian kali ini!" Naga ungu tertawa mengerikan dengan kedua mata merahnya yang membelalak.
"Apa itu?" Xuan Xing sedikit berkeringat dingin.
Jin Long tak bisa menahan diri untuk sedikit mencekiknya. "Sial, itu bola energi merah yang biasanya digunakan untuk menghancurkan lawan. Ibunya gadis itu dulu pernah membuat bola energi dan meratakan anak pegunungan keseratus saat mengalahkan ku," jelasnya agak tidak diterima.
Xuan Xing terkejut. "Lalu apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak ingin mati sekarang," candanya.
"Huh, dasar manusia! Jangan khawatir, ada aku." Jin Long mau tidak mau meminta Xuan Xing membentuk array. Lalu dia menyuntik energi spiritual nya sendiri untuk memperkuat array.
__ADS_1
"Lalu Xiao Mei ..." Xuan Xing khawatir saat melihat Xiu Jimei seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Jangan pedulikan dia. Gadis itu seperti hantu, tidak akan mengalami banyak kerugian." Jin Long mendengus.
Benar saja, Xiu Jimei tidak takut sama sekali. Dia justru melompat ke tubuh Whitely sebelum akhirnya melompat ke arah bola energi spiritual merah.
Hawa panas yang luar biasa tidak membuat Xiu Jimei takut terbakar. "Aku kembalikan padamu!" teriaknya.
Xiu Jimei membungkuk salah satu kakinya dengan energi spiritual esensi delapan dewa-dewi. Dia langsung menendang bola raksasa itu ke arah naga ungu dengan kekuatan penuh.
Bukannya meledak saat ditendang oleh Xiu Jimei, bola energi spiritual merah justru bergerak ke arah naga ungu saat ini.
"...?!!" Naga ungu yang melihatnya bingung. Bagaimana mungkin!
Dia belum sempat berpikir lebih jauh dan tanpa perlindungan, bola energi spiritual merah yang diciptakannya meledak ketika menyentuh tubuhnya.
Ledakan dasar terjadi hingga gunung bergetar dan raungan naga ungu menggema hingga keluar gunung.
Naga ungu baru saja menembak dirinya sendiri di kata. Senjata makan tuan sangat tidak menyenangkan.
Ledakan luar biasa itu jelas mengandung api dan tiupan angin kencang bercampur energi. Xiu Jimei terpental ke sisi lain sementara naga putih Whitley segera menangkap tubuh gadis itu.
Dia berada di bawah tekanan ledakan energi spiritual merah naga ungu hingga tubuhnya mengalami luka bakar.
Naga ungu sangat marah dan kali ini tubuhnya bergetar. "Arrgghhh! Manusia rendahan! Beraninya melukaiku! Rasakan ini!"
Naga ungu tidak memedulikan rasa sakit di tubuhnya yang jelas tercium aroma daging terbakar. Dia langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan hendak menggigit Xiu Jimei serta naga putih yang melindunginya.
Whitely melindungi Xiu Jimei sehingga dialah yang terkena gigitan naga ungu hingga meraung kesakitan.
"Xiao Bai!" Xiu Jimei terkejut.
__ADS_1