Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Shuilong


__ADS_3

Xiu Jimei juga memperhatikan sekilas tentang burung tersebut lalu mengeluarkan sebuah buku tebal yang agak besar. Buku itu bersampul aneka gambar binatang. Dilihat dari sampulnya saja sudah jelas jika buku tersebut berasal dari zaman modern. Buku tersebut diberikan oleh Wang Zheming di masa lalu.


"Biarkan aku melihatnya dulu dari daftar burung yang ada. Mungkin ada di dalamnya. Sebutkan ciri-ciri burung itu ..." Xiu Jimei sudah membuka halaman demi halaman buku. Xiu Jikai menyebutkan ciri-cirinya dengan rinci.


"..." Whitely yang mengantar mereka untuk menemukan Tuit Tuit ingin memijat pelipisnya.


Apakah kedua orang itu lupa tujuannya datang ke sini? Mereka datang bukan untuk mengamati burung laut tapi menemukan Tuit Tuit.


Whitely ingin mengatakan sesuatu tapi segera mendengar gadis itu bersuara ringan dan menghela napas.


"Nama burung itu ternyata pelikan. Burung yang mampu bertahan hidup di danau, rawa dan lautan. Tidak heran mereka memiliki paruh yang panjang," jelasnya. "Dikatakan jika burung pelikan muncul di wilayah lautan tertentu, berarti ada ikan di sekitarnya. Burung ini benar-benar pintar."


"Yah, tidak buruk." Xiu Jikai kehilangan minat setelah mengetahui jenis burung itu.


"Oh, kalau begitu ... bisakah burung itu dimakan?"


"..." Kamu hanya memikirkan makanan, batin Xiu Jikai dengan sudut mulut berkedut.


Akhirnya Whitely memecahkan percakapan keduanya yang hanyut oleh burung pelikan. "Bisakah kita mencari Tuit Tuit sekarang?"


"Ah! Aku hampir lupa dengan Tuit Tuit!" Xiu Jimei menyimpan kembali bukunya. "Ayo cari. Di mana dia sekarang?"


Whitely tidak mengeluh tentang burung pelikan. "Seharusnya tidak jauh. Tapi yang jelas mereka di sini."


"Jika Tuit Tuit ada di sini? Kenapa kita tidak menemukannya? Tidak mungkin di dalam air kan?" tebak Xiu Jimei sekenanya.


Namun apa yang baru saja dikatakan gadis itu langsung membuat Xiu Jikai dan Whitely menatapnya. Seolah-olah berkata, 'Kamu tahu itu.'

__ADS_1


"..." Xiu Jimei tidak tahu apa yang mereka maksud. Dia hanya menebaknya secara acak. Tapi siapa yang tahu itu benar bukan?


"Kamu adalah tuan kontraktual Tuit Tuit, carilah dengan ikatan kontraktualmu. Seharusnya tidak selemah sebelumnya." Whitely hanya menyarankan.


Xiu Jimei segera menyebarkan energi spiritual kontraktual untuk menemukan Tuit Tuit. Ikatan kontraktualnya masih lemah tapi tidak selemah sebelumnya. Kali ini setidaknya ada sedikit gelombang.


Belum lagi, Tuit Tuit sepertinya menyadari jika dirinya sendiri dalam bahaya dan telah berusaha keras untuk menghubungi Xiu Jimei.


Gadis itu memejamkan mata dan menerima benang kontraktual yang terhubung pada Tuit Tuit. Lalu kemudian dia membuka matanya.


"Ditemukan! Ada di bawah laut!" serunya. Tanpa sadar segera menunduk dan melihat air laut yang biru. Seberapa dalam lautan ini?


"Di bawah laut? Bagaimana burung itu ada di bawah laut. Tidak tenggelam kan?" Xiu Jikai menaikkan sebelah alisnya.


"Seharusnya tidak. Mungkin pihak lain yang membawanya sengaja mengurung Tuit Tuit di lautan. Aku akan mencarinya."


Xiu Jimei bisa membuat perisai spiritual yang membentuk seperti bola transparan. Kali ini hanya dia yang pergi. Xiu Jikai dan Whitely menunggu di permukaan air laut.


Xiu Jimei terus bergerak semakin dalam hingga sinar matahari hampir tak terlihat. Bahkan gravitasi yang menekannya semakin berat. Xiu Jimei hanya mengendalikan perisai spiritual yang sekilas mengeluarkan cahaya putih pucat jika dilihat dari kejauhan.


Beberapa ikan sepertinya tidak sadar jika Xiu Jikai ada di dekatnya dan berenang dengan tenang. Bahkan Xiu Jimei bisa melihat ikan perairan dalam yang tak dikenal?


"Apakah ikan di sini begitu jelek?" gumamnya.


Hampir semua ikan di sini bahkan tidak memikirkannya energi spiritual.


Xiu Jimei merasa jika ikaran kontraktualnya dengan Tuit Tuit mulai terasa lebih kuat sedikit demi sedikit. Dia yakin jika Tuit Tuit tak jauh lagi darinya. Ia bergerak lebih cepat karena perisai spiritualnya tak bisa bertahan terlalu lama di dalam air.

__ADS_1


Pada akhirnya, ia bisa melihat sebuah bola spiritual yang mengunci Tuit Tuit di dalamnya. Di dalam bola spiritual itu, Tuit Tuit telah mengambil wujud seorang anak perempuan berambut jingga kemerahan. Dia terlihat lesu dan wajahnya pucat.


"Tuit Tuit!" Xiu Jimei memanggil.


Sepertinya Tuit Tuit mendengar suara gadis itu dan mulai membuka matanya yang kelelahan. Karena sepenuhnya bersandar pada bola spiritual, ia menoleh perlahan ke arah suara. Kemudian terkejut saat melihat Xiu Jimei.


"Tuan!" Suara lucu anak perempuan itu tampak sedikit serak. Ia senang Xiu Jimei datang tapi di sisi lain ia khawatir jika Shuilong akan segera menyadari jika wilayahnya telah dilanggar.


Sebelumnya, Tuit Tuit yang belum bisa menggunakan energi spiritualnya, hanya bisa mengubah diri menjadi manusia. Dengan begitu, ia akan menghemat lebih banyak energi ketimbang saat menjadi seekor burung phoenix. Belum lagi, lebih mudah baginya bergerak dengan tubuh manusia.


Tuit Tuit mencoba untuk bangun dan meminta Xiu Jimei untuk kembali. "Tuan, kembalilah dulu. Aku baik-baik saja. Pergilah cepat sebelum dia datang."


Xiu Jimei tidak memedulikan peringatannya. Ia sudah berada di dekat bola spiritual yang memenjarakan Tuit Tuit. "Siapa yang menangkapmu?"


"Sebenarnya —"


Sebelum Tuit Tuit mengatakan sesuatu, gelombang air bercampur gelombang datang ke arah mereka dengan cepat. Tuit Tuit mengubah ekspresi wajahnya yang pucat. Dia meminta Xiu Jimei untuk pergi sekarang juga. Tapi gadis itu sama sekali tidak panik atau takut, justru penasaran.


Tuit Tuit lupa jika Xiu Jimei sebelumnya bisa membuat Jin Long tunduk. Apa lagi Shuilong bukan? Tapi ... Shuilong adalah naga biru yang sombong. Dia selalu merasa menjadi penguasa elemen air di mana-mana. Mungkin saja Shuilong tidak tahu tentang Naga Hitam dan Naga Kabut.


"Dia datang!" Tuit Tuit berkata dengan nada lemah.


Gelombang gulungan air bercampur gelembung terlihat semakin jelas dan bergerak sangat cepat ke arah Xiu Jimei. Tentu saja untuk menyerangnya. Namun Xiu Jimei tetap tenang. Dia langsung mengembunkan energi spiritual di telapak tangannya. Ketika energi spiritual terkumpul membentuk bola kecil, ia melemparkannya ke arah air yang menggulung.


Saat bola energi spiritual mengenai air yang menggulung tersebut, ledakan langsung terjadi dan memicu gelombang air di permukaan. Xiu Jikai dan Whitely bahkan bisa merasakan getaran air di bawah kakinya.


Setelah ledakan terjadi, gulungan air raksasa di depan Xiu Jimei tadi seketika pecah. Namun tak lama setelah itu, sosok naga biru dengan mata putih bercahaya mulai terbentuk. Shuilong akhirnya menampakkan diri pada Xiu Jimei.

__ADS_1


"Manusia, kamu sangat berani datang ke wilayah ku. Tapi kekuatanmu lumayan." Shuilong baru saja menabrak bola energi spiritual dan berdampak pada tubuhnya. Sungguh tidak terduga.


"Naga biru?" Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya.


__ADS_2