
Jia Lishan tidak tahu harus berkata apa. Dia jelas tidak mampu melawan sulur air yang tampaknya dikendalikan olah sesuatu. Sebelum dia memanggil Xiu Jimei serta yang lainnya untuk datang, sulur air kembali ke permukaan dengan membawa Yan Yujie bersamanya.
"Tidak, tidak! Ke mana aku akan dibawa pergi?!" Yan Yujie merasakan firasat buruk. Dia diseret ke dalam kolam air terjun. "Shan—"
Ekspresi Jia Lishan berubah tidak baik. "Yujie!!" teriaknya.
Dia segera terjun lagi ke dalam kolam air terjun dan menyelam untuk menyelamatkan Yan Yujie. Meski kolam air terjun sangat jernih, dia ingat jika kedalamannya kurang dari dua meter. Tapi Jia Lishan sama sekali tidak melihat Yan Yujie di mana pun.
Sosok Yan Yujie sepertinya hilang.
Jia Lishan kembali ke permukaan dan melihat ke sekeliling. Tapi tidak menemukan kelainan. Dia bingung.
"Yujie! Di mana kamu?" teriaknya.
Sunyi, semuanya tampak seperti biasanya. Jia Lishan berwajah pucat dan mulai panik. Dia segera kembali ke daratan dan mengeluarkan batu komunikasi spiritual.
Setelah menyuntikkan energi spiritual ke permukaan batu komunikasi, Jia Lishan segera memberitahukan apa yang baru saja terjadi.
Pihak lain yang dia hubungi adalah Xiu Jimei. Setelah berkomunikasi, Jia Lishan segera mencari Yan Yujie lagi. Tapi masih tidak menemukannya di kolam.
Kenapa sulur air itu membawanya?
Jika terjadi sesuatu dengan Yan Yujie, bagaimana aku bisa menjelaskannya pada Paman Yan? Pikir Jia Lishan kusut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini, Yan Yujie sendiri tidak tahu jika dirinya tidak ditemukan. Saat sulur air membawanya ke air kolam, dia merasa jika tempat nya berubah. Melihat pemandangan di dalam air yang luas dan dalam, Yan Yujie kebingungan. Dia mencoba untuk menahan napas agar tidak tersedak air.
Bukankah dia berada di kolam air terjun yang dalamnya saja tidak mencapai dua meter? Lalu kenapa dia berada di perairan yang dalam seperti ini?
Belum lagi tubuhnya tenggelam perlahan. Berapa kali Yan Yujie mencoba untuk berenang ke permukaan, rasanya ada sesuatu yang menghalanginya.
Ada apa ini?
Kenapa dia di sini?
__ADS_1
Di saat Yan Yujie kebingungan, sebuah pusaran tiba-tiba mengisapnya. Tak lama setelah itu, Yan Yujie merasa kepalanya pusing dan penglihatannya mulai kabur.
Tidak tahu berapa lama, ketika Yan Yujie membuka mata, dia sudah berbaring di atas batu besar yang datar. Ada api unggun tak jauh darinya dan sepertinya berada di sebuah gua.
"Kamu sudah bangun," kata suara yang asing itu tak jauh dari Yan Yujie.
Melihat pria tua berjanggut putih yang memiliki tubuh transparan, Yan Yujie terkejut setengah mati. "HANTU!!!" teriaknya sangat nyaring.
Pria tua berjanggut putih mendengkus dan memukul kepala Yan Yujie dengan tongkatnya. "Aku ini memang hantu. Kenapa kamu takut dengan hantu baik sepertiku?" candanya.
"..." Yan Yujie mengelus kepalanya yang kesakitan dan mulai menyadari jika dirinya masih berada di tempat yang asing.
"Apakah kamu baik?" tanyanya curiga.
"Tentu saja."
"Tapi kamu hantu 'kan?"
"Ya."
Pria tua berjanggut putih itu menatap Yan Yujie dengan jijik. "Apa yang kamu pikirkan?"
"Aku sudah mati." Yan Yujie berkata pada dirinya sendiri.
Pria tua berjanggut putih malah semakin kebingungan. "Siapa yang sudah mati? Aku hanya menarikmu ke sini untuk membicarakan banyak hal. Ini menyangkut masa depan Dunia Hantu."
"Masa depan Dunia Hantu? Lalu apa hubungannya denganku?"
Bukankah ini konyol?
Sebelumnya, kelompok ras hantu menyerangnya berulang kali agar mati dan tidak menghalangi mata raja hantu. Tapi dia tidak tahu di mana keduanya saling menyinggung.
Pria tua berjanggut putih itu pun mulai berwajah serius. "Nak, kamu adalah calon raja hantu berikutnya. Jelas keberadaanmu sangat penting selama ini. Bukankah beberapa kelompok ras hantu itu mencoba untuk membunuhmu?"
Yan Yujie tertegun dan memikirkan hal ini dengan serius. Benar, kelompok ras hantu menyerangnya dengan alasan yang kurang pasti. Tapi yang pasti menghalangi jalan raja hantu.
__ADS_1
Namun sekarang akhirnya dia mengerti sesuatu. Mereka ingin membunuhnya karena khawatir akan mengambil alih kursi raja.
"Tapi aku tidak mau menjadi raja hantu. Itu konyol. Aku jelas manusia, bagaimana mungkin aku menjadi raja di sana?"
"Nak, apakah kamu bodoh?!" Pria tua berjanggut putih itu melayang ke sisinya.
Kali ini, pembicaraan keduanya semakin serius. Pria tua berjanggut putih memberitahukan banyak hal pada Yan Yujie dan bercerita tentang masa lalunya sebagai raja hantu generasi lama. Setidaknya sebelum raja dan raja saat ini berkuasa di Dunia Hantu.
Namun seiring berkembangnya waktu, para raja yang memimpin telah dibutakan oleh kekuasaan. Mereka tidak lagi memedulikan pewaris selanjutnya dan malah membunuh para pewaris sebelum benar-benar mampu memimpin Dunia Hantu.
Yan Yujie adalah salah satunya.
Awalnya pria tua berjanggut putih tidak terlalu peduli tentang kejahatan raja hantu sebelumnya. Tapi kali ini lebih serius lagi. Mantan raja hantu generasi lama tidak mungkin lagi duduk diam.
"Jika kamu adalah mantan raja hantu generasi lama, lalu kenapa ada di sini?" Yan Yujie hanya melihat jika sekelilingnya hanyalah gua batu yang sunyi. Lalu hanya ada penerangan dari obor yang terpasang di dinding.
Pria tua berjanggut putih menghela napas. "Semua hantu yang telah mencapai batas hidupnya di Dunia Hantu tentu saja akan menjadi jiwa dan menyatu kembali dengan jiwa yang ada di alam kematian. Barulah bisa pergi ke lautan jiwa untuk mencapai tempat reinkarnasi. Aku hanya akan pergi setelah tugasku selesai," jelasnya.
"Tugas? Tugas apa?"
"Tentu saja setelah Dunia Hantu memiliki pemimpin yang adil untuk penghuninya, aku akan bereinkarnasi dengan tenang. Nak, kamu adalah harapan ... Penghuni Dunia Hantu tidak akan menolak kepemimpinanmu di masa depan. Hanya saja ... kamu harus berusaha untuk mencapai puncaknya sebelum menikmati itu semua."
Pria tua berjanggut putih itu lalu memberikan sebuah buku kuno tentang kultivasi hantu. "Tidak perlu menjadi hantu untuk menjadi Raja Hantu. Kamu memiliki darah ras hantu di tubuhmu. Itu sudah cukup ...."
Pada saat yang bersamaan, setelah Yan Yujie menerima buku kuno itu, angin dingin berembus. Pria tua berjanggut putih tahu ini sudah tiba baginya untuk mengembalikan Yan Yujie.
Pihak lain yang mencari Yan Yujie sungguh kuat. Dengan bantuan mereka, pria tua berjanggut putih yakin jika Yan Yujie akan mencapai puncaknya dengan baik.
"Selamat tinggal," kata pria berjanggut putih.
Sebelum Yan Yujie bisa berkata sesuatu, gelombang ombak tiba-tiba menyapu gua dan Yan Yujie kembali tenggelam di air.
Laki-laki itu membuka matanya dan melihat jika sekelilingnya hanyalah air jernih yang dalam.
Samar-samar, Yan Yujie bisa melihat sosok ramping berenang ke arahnya. Ketika sosok itu semakin dekat, akhirnya tahu siapa yang berenang dan mengulurkan tangan padanya.
__ADS_1
"Xiao Mei," gumamnya sampai menyadari jika air mulai masuk ke paru-parunya.