
Mereka melihat Mei Rong dan Fan Li datang untuk membantu, akhirnya tidak diragukan lagi langsung pergi. Lagi pula, keduanya juga merupakan orang penting di Sekte Hantu. Kekuatan mereka juga tidak kecil.
Yan Yujie melihat dua ras hantu itu datang, akhirnya tahu betapa seriusnya masalah ini.
Anak beruang roh kuno masih berteriak tidak suka pada ras hantu dan ingin melepaskan diri. Namun Mei Rong dengan mudahnya mencubit anak beruang roh kuno itu dan menggantung nya di udara seperti serangga kecil.
"Anak beruang yang bodoh. Aku sungguh ingin membunuhnya." Mei Rong menatap anak beruang roh kuno yang berteriak. "Diam!"
Anak beruang roh kuno terdiam sebentar lalu berteriak lagi dan menendang udara. Ingin melepaskan diri.
Yan Yujie melihat hal itu tidak berdaya. Dia masih berhati-hati. Xiu Jikai dan yang lain mungkin tertahan oleh ras hantu lain. Jadi dia hanya bisa berjuang sendiri.
Fan Li tidak peduli dengan anak beruang roh kuno. Dia menatap Yan Yujie yang sepertinya tidak tega melihat binatang roh kontraktualnya menderita.
"Kamu benar-benar beruntung. Setelah dicelakai beberapa kali, masih bisa selamat. Tapi semua itu karena teman-temanmu. Tanpa mereka, kamu tidak akan selamat." Fan Li mengeluarkan seruling dan bersiap untuk meniupnya.
Boneka kanibal yang dikendalikan Mi Sai juga siap untuk menyerang kali. Adapun Mei Rong, dia lebih memilih untuk menjaga anak beruang roh kuno. Mungkin bisa menyakitinya sedikit demi sedikit untuk menghilangkan fokus Yan Yujie.
Saat ini, Yan Yujie tahu situasinya lebih buruk. Mereka benar-benar datang untuk membunuhnya.
Mula-mula, boneka kanibal menyerang Yan Yujie. Dengan Mi Sai sebagai pengendali, dia hanya bisa menghindari serangan sambil memotong beberapa bagian tubuh boneka kanibal.
Sayangnya, boneka kanibal itu akan menyatu kembali dengan benang spiritual hantu seolah-olah tidak pernah terkoyak sedikit pun. Hal ini membuat Yan Yujie terkejut.
Boneka kanibal itu tidak bisa diserang dengan cara biasa.
"Jangan sia-sia kan tenagamu. Aku hanya ingin mencicipi darah keturunan ras hantu di tubuhmu. Rasanya pasti enak! Fan Li, sekarang!" Mi Sai melirik Fan Li.
Pria itu mengangguk. Dia mulai meniup sering giok ilusi pelahap jiwa. Alunana melodi lembut menyebar di sekitarnya hingga embusan angin dan energi spiritual gelap bercampur.
Sayangnya Yan Yujie tidak menyadari saat daun kering jauh dari ranting pohon, seketika terbelah menjadi dua ketika terkena embusan angin.
__ADS_1
Seruling giok ilusi pelahap jiwa awalnya mengeluarkan nada lembut yang menenangkan tapi kini berubah menjadi senjata.
"Suara ini ..." Yan Yujie mengingatnya. Suara ini sama seperti suara seruling di pagoda dua puluh lantai sebelumnya.
Seruling giok ilusi pelahap jiwa.
Suara dari seruling tersebut mampu membuat lawannya kehilangan nyawa dengan cara jiwa yang keluar dari tubuh. Lalu terisap oleh seruling. Sesuai dengan namanya, seruling tersebut mampu melahap jiwa sebagai makanan.
Kali ini Yan Yujie merasa kepalanya agak pusing.
"Tidak ada satu pun makhluk yang tidak akan terpengaruh oleh seruling ilusi pelahap jiwa ini. Termasuk kamu." Mi Sai tampak bangga. Dia menggerakkan boneka kanibalnya lagi untuk menyerang Yan Yujie.
Kali ini Yan Yujie tidak sempat menghindar lebih cepat. Bahunya tergores oleh dua tangan boneka yang memiliki cakar agak tajam.
Darah mulai merembes ke pakaiannya.
Boneka kanibal sepertinya merasakan darah di cakarnya mulai terisap. Tapi entah kenapa boneka kanibal sedikit tidak suka.
"Kau begitu, isaplah lebih banyak!" Mi Sai membaca mantra tas hantu yang mampu membuat boneka kanibalnya menjadi lebih agresif.
Di sisi lain, Fan Li terus meniup serulingnya. Kali ini nadanya menjadi lebih cepat dan ganas hingga Yan Yujie mengeluarkan darah dari hidungnya.
Yan Yujie tidak mau kalah. Dia adalah kultivator ranah surga. Jika tidak mampu mengatasi hal seperti ini, maka dia tidak layak menyandang nama belakang ayahnya.
Dia menggertakkan gigi. Kepalanya pusing namun Yan Yujie masih menggunakan bola energi spiritual untuk menyerang mereka. Ras hantu takut dengan api suci kecuali api Yin. Oleh karena itu, dia mencoba membentuk api suci untuk bisa menyerang mereka.
"Tiga lawan satu, benar-benar tercela!" cibir Yan Yujie.
"Kami tidak peduli, yang penting hasilnya jelas." Mei Rong berteriak marah.
"..." Senang mengakuinya, pikir Yan Yujie.
__ADS_1
Api suci berwarna putih keperakan muncul di telapak tangan Yan Yujie. Walaupun laki-laki itu sudah tidak bisa menahan diri untuk mempertahankan kesadarannya, dia masih mampu fokus pada pengumpul energi spiritual di telapak tangan.
Ketiga kultivator ras hantu itu melihat api suci di tangan Yan Yujie, merasa ada kejutan yang dalam.
"Tidak menyangka, meski kultivasi mu hanya ranah surga, kemampuannya tidak kecil. Tidak heran raja ingin benar-benar membunuhmu!" Fan Li mengedipkan matanya beberapa kali. Keningnya berkerut. Dia sebenarnya tidak mau membunuh manusia.
Bagi Fan Li, manusia dan ras hantu itu berbeda dunia dan jalan hidup masing-masing. Setiap manusia yang meninggalkan akan menyisakan jiwa dan sebagian jiwa akan menjadi hantu. Fan Li, Mei Rong dan Mi Sai dulunya juga manusia yang kehilangan ingatan dan menjadi hantu sejati setelah berkultivasi lama.
Yan Rusheng, ayah dari Yan Yujie saat itu juga merupakan hantu. Tapi tidak pergi ke Dunia Hantu dan malah membentuk tubuh di pohon jiwa yang ada di negeri Alam Baka. Ini sungguh tidak terduga.
Sekarang anak Yan Rusheng ditakdirkan untuk menjadi musuh raja hantu. Sangat disayangkan.
Fan Li meniup seruling lagi dan kali ini berniat untuk mengambil jiwanya. Di sisi lain, Mi Sai juga memanfaatkan ini untuk menyerap darah Yan Yujie.
"Boneka sayangku, pergilah dan minum darah sepuasnya!"
Boneka kanibal menjadi lebih hidup saat ini dan bergegas ke arah Yan Yujie tanpa bantuan benang spiritual Mi Sai yang mengendalikannya. Namun sebenarnya boneka kanibal enggan untuk menyipi darah Yan Yujie lagi. Ada penolakan di wajahnya.
Yan Yujie terbatuk darah. Api suci di tangannya lenyap. Dia menghindar ke sisi lain dan menebaskan pedangnya ke kepala boneka hingga kepalanya putus. Tapi boneka itu kembali utuh seperti sedia kala.
Tebakan Yan Yujie benar. Boneka tersebut terbuat dari tulang-tulang yang disusun menjadi sebuah boneka. Tidak tahu tulang apa, yang penting bukan tulang manusia.
Kali ini Yan Yujie memiliki luka baru di beberapa bagian tubuhnya. Selain karena tidak bisa menghindar dengan benar, dia juga merasakan jiwanya akan keluar dari tubuh.
Wajahnya pucat. Hingga saat boneka kanibal mencakar dadanya, darah segar keluar dan terisap oleh kuku boneka kanibal. Namun boneka kanibal menjadi lebih agresif untuk menolak mengisapnya.
Mi Sai langsung muntah darah.
"Mi Sai!" Mei Rong melihatnya terkena serangan balik. Merasa bingung. Anak beruang roh kuno di tangannya mulai berteriak nyaring lagi.
Mei Rong membuang anak beruang ke belakang dan menghampiri Mi Sai. Jika sampai terjadi luka internal yang parah, Mi Sai tidak bisa mempertahankan wujud manusianya. Atau jika tidak, wujud hantunya akan memudar.
__ADS_1
"Kenapa ini terjadi?" Mi Sai menyentuh dadanya yang kesakitan.