
Sementara itu, Ning Siyu yang membenci Xiu Jimei, kini semakin membenci lagi ketika melihat orangnya. Xiu Jimei sangat cantik. Walaupun usianya baru seratus tahun, tapi kecantikan Xiu Jimei sangat alami. Tidak perlu menggunakan teknik riasan apapun.
"Ternyata kamu adalah Xiu Jimei." Ning Siyu menenangkan diri. "Namaku adakah Ning Siyu. Aku adalah dewi kecantikan dari Alam Para Dewa. Aku juga orang terdekat Ming Zise," katanya memperkenalkan diri. Sengaja menggunakan nama Ming Zise untuk membuat Xiu Jimei berpikir jika pria itu adalah kekasihnya.
Yamla merasa muak dengan alasannya. "Tidak! Jangan mempercayai kata-katanya. Dia adalah wanita yang suka mengganggu tuan di mana-mana!"
"Yamla, diamlah! Ming Zise adalah milikku dan hanya aku yang cocok bersanding dengannya."
Xiu Jimei mengerutkan kening. Jika Yamla adalah bawahan Ming Zise, maka Ning Siyu ini bisa dikatakan sebagai wanita bodoh yang tergila-gila dengan Ming Zise.
Guru pendamping sangat baik dan tampan. Ning Siyu mengaku sebagai dewi kecantikan. Itu artinya Ming Zise berasal dari Alam Para Dewa. Ini sempat terpikirkan oleh Xiu Jimei tapi tidak menyangka akan benar-benar berasal dari Alam Para Dewa.
Identitas Ming Zise tidak biasa.
"Jadi?" Xiu Jimei tidak mengerti kenapa Ning Siyu tampaknya sangat membenci dirinya.
Ning Siyu tersenyum pada Xiu Jimei dan terlihat lebih arogan. "Jadi, aku harap kamu tidak memiliki angan-angan untuk berada di samping Zise. Kamu hanya kultivator penghuni Dunia Langit yang tidak mungkin bersanding dengan kami penduduk Alam Para Dewa. Kamu harus tahu identitas dirimu sendiri."
"Apa identitasku?" Xiu Jimei tampak berpikir. "Aku sendiri bahkan tidak tahu," katanya bercanda.
"..." Ning Siyu khawatir jika gadis ini sengaja menggodanya sekarang.
"Apakah para dewa dan dewi di Alam Para Dewa sangat kuat?" tanyanya pada Yamla.
"Tuanku tentu saja kuat. Tapi tidak tahu yang lain," jawab Yamla apa adanya. Dia hanya bawahan, wajar jika tidak bisa menang melawan para dewa atau dewi. Tapi mungkin Ming Zise lebih kuat hingga dewa-dewi saja enggan berurusan dengannya.
Ning Siyu menggertakkan gigi. "Xiu Jimei, sepertinya kamu selalu suka berpura-pura polos selama ini dan menipu banyak orang. Aku tidak mungkin membiarkan gadis seperti mu berada di samping Ming Zise dan menodai keagungan penghuni Alam Para Dewa. Karena aku sudah di sini, bagaimana jika kamu menghadapi cermin langit ku?"
__ADS_1
Dia punya ide lain saat ini. Cermin langit miliknya mampu melihat penampilan sejati seseorang. Baik dan buruk hingga mengubah penampilan kecantikannya. Ning Siyu sangat ingin Xiu Jimei berada di titik terendah, ketakutan hingga frustasi dengan wajah jeleknya di masa depan.
Jadi dia segera mengeluarkan cermin langit yang ukurannya cukup besar, setidaknya lebih dari dua meter. Ukuran cermin langit dengan bingkai indah itu membuat Xiu Jimei takjub untuk sementara waktu.
Ketika cermin langit dikeluarkan, Yamla sendiri tidak mau Xiu Jimei menderita di tangan Ning Siyu.
"Dewi Kecantikan, kamu terlalu berlebihan. Cermin langit digunakan untuk mengubah nasib para wanita yang terpilih karena suatu sebab dan akibat. Bagaimana bisa digunakan begitu santai? Apakah Xiu Jimei berada dalam daftar itu?" Yamla tampaknya bisa mengerti kecemburuan Ning Siyu terhadap kecantikan wanita lain.
"Ini tidak ada dalam daftar." Ning Siyu juga tidak mengerti kenapa Xiu Jimei tidak ada dalam daftar. Tapi justru karena inilah Ning Siyu tidak berdamai.
Tidak mungkin bagi Xiu Jimei yang merupakan kultivator Dunia Langit biasa begitu sempurna dalam hal kecantikan dan penampilan. Tidak ada sebab atau akibat. Garis takdir gadis itu sangat misterius.
"Tapi, meksipun tidak ada dalam daftar, aku hanya tidak suka seseorang berada di dekat Ming Zise dengan penuh kebohongan. Ming Zise tidak bisa ditipu oleh wanita polos tapi berhati dingin." Ning Siyu menatap Xiu Jimei dengan beberapa perhitungan kecil. Dia tidak bisa lama-lama di sini atau Ming Zise akan datang untuk mencari gadis ini lagi.
"Itu hanya alasanmu. Kamu juga memiliki alasan ini sebelum melemparkanku ke alam sekuler." Ular putih raksasa itu menjulurkan lidahnya dan menatap tajam Ning Siyu.
Ning Siyu mengelak. Dia selalu menggunakan alasan sebagai dewi kecantikan untuk menguji sifat asli seseorang melalui cermin langit. Bahkan mengubah wajah mereka yang awalnya sangat cantik menjadi biasa-biasa saja. Katakanlah, berdasarkan karma.
Xiu Jimei sepertinya melihat penampilan Ning Siyu yang penuh aura kesombongan, berpenampilan cantik seolah-olah merupakan yang paling indah di dunia ini.
Sudut mulut gadis itu berkedut sedikit. Kenapa dia lebih merindukan Roh Bunga?
Di matanya, Roh Bunga lebih cantik daripada wanita.
Namun Xiu Jimei masih menatap polos pada Ning Siyu dan sangat antusias dengan cermin langit. "Kalau begitu, cepat turunkan cermin langitnya dan biarkan aku bercermin," katanya.
Ning Siyu mendengkus tapu masih menuruni apa yang dikatakannya. Cermin langit perlahan turun tak jauh di depan Xiu Jimei.
__ADS_1
Gadis itu langsung bisa melihat dirinya di cermin besar itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Penampilannya yang cantik, memakai gaun yang pas serta rambut ditata rapi. Xiu Jimei seperti sedang bergaya di depan cermin.
"Oh, ini bagus. Cermin nya sangat jernih dan pantulannya juga sangat baik. Ternyata selama ini aku sangat cantik!" Xiu Jimei sempat mengambil beberapa pose di depan cermin dan merasa malu sendiri.
Baik Ning Siyu maupun Yamla yang mendengar ini tampaknya agak tidak percaya. Bagaimana mungkin Xiu Jimei masih begitu santai?
Ning Siyu menggertakkan gigi, menunggu perubahan pada cermin langit dan sesekali akan merangsang energi spiritual dewa ke cermin langit. Semua itu dilakukan hanya untuk membiarkan cermin langit melihat sifat asli Xiu Jimei dan menentukan tingkat kecantikannya.
Tapi cermin langit masih belum menunjukkan perubahan apapun.
"Nona, apakah kamu tidak merasakan sesuatu?" tanya Yamla yang masih dilanda rasa terkejut di hatinya.
Xiu Jimei yang fokus bergaya pun akhirnya sedikit tersadar. "Aku hampir lupa jika ini bukan cermin biasa. Tapi aku tidak merasakan apapun," jawabnya jujur.
Xiu Jimei melihat dirinya sendiri, tidak ada yang aneh.
"Tidak mungkin!" Ning Siyu tidak percaya jika cermin langit berbohong padanya. "Jelas kamu tidak selembut di permukaan, kenapa cermin langit tidak mau menunjukkannya? Apakah kamu melakukan sesuatu pada cermin langit?" tuduhnya.
"Melakukan sesuatu? Kamu ingin mengakui jika aku lebih kuat darimu? Maukah kamu memberikan posisi dewi kecantikan untukku kalau begitu?"
Ning Siyu mundur sedikit dan tidak menduga hal ini akan terjadi. Tentu saja tidak mungkin! Dia tidak mengaku jika Xiu Jimei lebih kuat darinya.
Tapi cermin langit ....
"Ini cermin langit yang spiritual?" Xiu Jimei tampak acuh tak acuh tapi penampilannya masih polos. "Tapi di mataku ini seperti cermin biasa."
Ning Siyu ditampar oleh beberapa fakta yang tidak bisa dipercaya. "Tidak mungkin! Kalau begitu jangan salahkan aku untuk memaksamu menampakkan sifat aslimu di cermin!"
__ADS_1
Tiba-tiba saja permukaan cermin memiliki gelombang dan energi spiritual dewa berfluktuasi di cermin tersebut.
Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya. Apakah ini penyerangan secara paksa?