Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Ilusi Bola Paralel


__ADS_3

Di Dunia Langit saat ini.


Semenjak misi menjelajahi Dunia Langit dimulai, Xiu Jimei dan kelompoknya telah berhasil menyelesaikan misi. Tapi ada sedikit keanehan saat mereka berada di pagoda dua puluh lantai.


Xiu Jimei serta yang lainnya kesulitan untuk mencari jalan keluar bahkan suasana di dalam pagoda dua puluh lantai sedikit aneh. Karena Ming Zise tidak bisa masuk untuk ikut campur dalam ujian, mereka semua hanya bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri.


"Sepertinya kita sudah lama tinggal di lantai ini. Kenapa masih belum bisa naik ke lantai berikutnya?" Wang Xuyue terlihat kelelahan.


Saat ini, mereka berada di lantai delapan belas dan merupakan tingkat kesulitan terburuk. Xiu Jimei dan Xiu Jikai mungkin tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bagaimana pun juga, pagoda dua puluh lantai ini hanya untuk kultivator di bawah ranah bumi.


Sementara mereka adalah kultivator ranah langit. Melihat mereka tampak kelelahan, Xiu Jimei tidak memaksakan diri untuk mencari pintu masuk menuju lantai sembilan belas.


"Kita sudah seminggu di sini, tapi tetap tidak bisa keluar. Apakah ada yang salah?" Jia Lishan juga bingung.


Pertama kali memasuki pagoda dua puluh lantai di ujian sebelumnya, sepertinya tidak ada yang salah.


"Mungkinkah ini tingkat kerumitan lantai delapan belas yang sesungguhnya?" tanya Kin Wenqian juga menebak.


Ekspresi Xiu Jimei berubah serius. "Seharusnya tidak. Aku dan Kakak sudah memasuki pagoda ini di masa lalu dan tidak ada kesulitan apapun," jelasnya. "Sepertinya ada yang salah dengan tempat ini."


"Kamu benar." Xiu Jikai mengangguk.


Perasaan nya tidak nyaman sejak memasuki lantai delapan belas sini. Sepertinya ada sesuatu yang menahan mereka agar tidak bisa keluar.


Anehnya, mereka tidak tahu benda mistis apa yang bisa membuat mereka terjebak di lantai delapan belas. Belum lagi, tidak ada satu pun murid kelompok lain yang datang.


Mungkinkah ini ilusi? Tapi saat Xiu Jikai memeriksa, tidak ada ilusi apapun.


Tak lama, Tuit Tuit keluar dari ruang spiritual bawaan.


"Tuan, kita terjebak dalam ilusi bola paralel," katanya.


"Apa itu?" Xiu Jimei penasaran.


"Sesuai namanya, ini speed terjebak di tempat yang sama tapi sebenarnya hanyalah buatan. Saat memasuki lantai delapan belas, aku merasakan sesuatu yang aneh. Barulah saat itu aku menyadari jika kita telah masuk ke dalam ilusi bola paralel. Siapapun yang memasukinya, tidak akan bisa keluar. Bahkan orang yang di luar ilusi saja tidak akan menyadarinya," kelas Tuit Tuit seraya bertengger di bahu Xiu Jimei.

__ADS_1


"Tuit Tuit, bagaimana kamu tahu?" tanya Wang Xuyue.


"Yah, pokoknya rahasia. Tapi yang penting, ini adalah teknik kultivator dewa dan hanya kultivator dewa juga yang bisa mematahkan ilusinya," jawab Tuit Tuit sedikit ragu. "Hanya saja aku tidak tahu mengapa ilsui bola paralel ini ada di sini," gumamnya.


Tuit Tuit memiliki identitas rahasia sebagai phoenix api. Bahkan Xiu Jimei tidak tahu identitas aslinya meski keduanya saling terhubung satu sama lain.


Mereka terdiam saat ini. Kemungkinan besar kelompok peserta yang lain sudah berhasil keluar dati pagoda dua puluh lantai.


"Xiao Mei, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Wang Xuyue menhadi khawatir.


Xiu Jimei berpikir serius saat ini lalu bertanya lagi pada Tuit Tuit. "Ilusi yang diciptakan ini, apakah ada perantara nya?"


"Tentu saja. Tapi perantara ini harusnya berada di luar ilusi dan menjaga bola paralel agar tidak pecah atau rusak. Jika sampai rusak, ilusi dipatahkan."


"Ide hantu apa lagi yang kamu miliki?" Xiu Jikai meliriknya.


"Bisakah kita menghancurkan dinding ilusi ini?"


Xiu Jikai tidak langsung menjawab. "Coba saja. Aku akan mencobanya. Sudut mana yang harus dihancurkan?"


Xiu Jikai berjalan menuju dinding dan mengumpulkan energi spiritual di kepalan tangannya. Setelah itu, dia meninju dinding sekuat tenaga.


Awalnya tidak ada yang salah. Tapi lambat laun tampaknya ada gelombang energi spiritual aneh yang menyelimuti dinding.


Xiu Jikai kembali meninjunya sekuat tenaga dan benar saja, gelombang energi spiritual aneh muncul di permukaan tapi dengan cepat tenggelam.


"Ini sia-sia saja," katanya.


"Biarkan aku mencoba." Xiu Jimei tidak sabar.


Tapi Xuan Xing merasa ragu. "Bukankah pagoda dua puluh lantai ini juga dilindungi energi spiritual khusus?"


"Ya, tapi energi spiritual yang menyelimuti pagoda masih bisa membuat dinding hancur. Tapi kali ini tidak. Bukankah kamu juga melihat Xiao Kai meninju dinding sekuat tenaga?" Yan Yujie sedikit pintar saat ini.


"Benar juga," gumam Xuan Xing.

__ADS_1


Kali ini Xiu Jimei menyentuh dinding dan merasakan jika energi spiritual yang aneh itu menyelimuti permukaan tanpa adanya kesalahan. Tuit Tuit juga merasakannya.


"Tuan, cobalah untuk meninjunya. Gunakan sedikit energi esensi delapan dewa-dewi," katanya.


Xiu Jimei melakukan apa yang dikatakan Tuit Tuit. Dia menuju dinding sekuat tenaga dan embusan angin di sekitar kepalan tangannya membuat beberapa helaian ranbutnya berkibar.


Kali ini, getaran di dinding lebih besar dan lebih kuat daripada saat Xiu Jikai meninjunya. Bahkan lantai delapan belas pagoda dua puluh lantai juga bergetar.


"Apa yang terjadi?" Yan Yujie sedikit waspada.


Xiu Jikai tidak menjawab pertanyaan dan membuat klaimnya sendiri. "Ini mungkin akan berhasil," gumamnya.


Xiu Jimei kembali meninju dinding beberapa kali tanpa memedulikan ruangan yang bergetar. Energi spiritual yang aneh kembali terlihat lagi dan sedikit demi sedikit mulai melemah.


Sementara itu di luar ilusi bola paralel, ketiga kultivator ras hantu berada di kegelapan sambil memperhatikan bola kaca putih yang menunjukkan sedikit retakan.


Mereka terkejut.


"Apa yang terjadi?" Fan Li waspada.


"Aku tidak tahu. Tapi menurut raja, jika bola paralel ini pecah, maka ilusi dipatahkan," jawab Mei Rong.


Ketiganya tak lain adalah ras hantu yang sering mengganggu Yan Yujie. Kali ini mereka diperintahkan oleh raja hantu untuk melakukan serangan kembali.


Hanya saja, cara kali ini berbeda. Mereka hanya perlu menjebak kelompok Xiu Jimei ke dalam ilusi bola paralel. Rajanya juga menjamin jika kali ini si kembar Xiu juga tidak akan mampu mematahkan ilusi.


Kepercayaan diri raja hantu memang membuat Fan Li, Mi Sai dan Mei Rong curiga. Mereka tidak memiliki benda semacam ini di Dunia Hantu dan kemungkinan bukan dari Dunia Hantu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Apa lagi? Kita tidak diminta untuk melakukan semua yang lain selain menjaga bola ini," jawab Mi Sai polos. "Entah kenapa aku merasa bersalah. Jika calon raja hantu tahu itu ulah kita, bukankah hidup kita berakhir?"


"Kalau begitu jangan sampai dia tahu." Mei Rong menatapnya tidak suka. Tapi hatinya juga gelisah. Semenjak dia dilubangi di dadanya hari itu, perasaan takut mengakar dalam dirinya.


Perlahan, retakan pada bola paralel semakin jelas dan bisa pecah kapan saja.

__ADS_1


__ADS_2