Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kembali Ke Dunia Langit


__ADS_3

Penduduk desa yang lainnya segera berlutut di depan ular putih raksasa tersebut sambil melakukan pemujaan berulang kali.


Para murid kebingungan. Apakah penduduk desa ini menganggap ular roh sebagai dewi ular? Apakah otak mereka terlalu penuh dengan daging?


"Mohon dewi ular untuk tidak memakan kami. Mohon dewi ular untuk tidak memakan kami." Semua penduduk berulang kali bersujud di depan ular tersebut.


"..." Yamla tidak menduga jika penduduk desa ini bukan hanya penakut, tapi juga tinggi kepercayaan terhadap binatang roh yang menyerang wilayahnya.


Yamla dalam wujud ular putih raksasa tak sengaja melihat Xiu Jimei sedang menonton, lalu berpura-pura marah lagi.


Ular putih raksasa itu merendahkan kepalanya dan menatap para warga desa dengan mata ungu gelapnya yang dingin.


"Tahukah apa yang membuatku marah?" tanyanya pada mereka.


Para murid ujian tidak bisa berbuat apa-apa karena ular putih raksasa itu belum menyerang dan menelan korban jiwa. Sepertinya datang untuk menuntut sesuatu.


Kepala desa dan warga desa menggelengkan kepala. Mereka hanya penduduk biasa yang tidak pernah merasakan hidup mewah atau berpakaian indah. Setiap hari pergi ke ladang dan bekerja demi menghidupi keluarga.


Tapi karena kemiskinan dan binatang roh yang selalu menyerang desa, mereka tidak memiliki banyak sumber makanan. Jadi memilih untuk memakan daging manusia untuk menghilang rasa lapar.


Desa mungkin tidak jauh dari hutan, tapi warga desa tidak bisa berburu ke dalam hutan terlalu jauh. Mereka tidak memiliki jejak kultivasi yang bisa digunakan untuk bertarung atau mempertahankan diri. Karena itu, setiap kali ada kultivator yang lewat atau hanya sekadar menginap sehari, mereka akan bekerja sama untuk membunuhnya diam-diam.


Siapa yang tahu, malam ini mereka akan bertemu ular putih raksasa yang muncul dari ruang bawah tanah rahasia.


Yamla terus berakting seolah-olah dia sangat marah pada mereka. "Memakan sesama manusia dan menipu banyak kultivator lemah yang melewati desa ini. Keberanian kalian sungguh luar biasa. Malam ini, aku sudah tidak tahan lagi dengan kebiasaan tercela kalian dan meminta tumbal!"


Ekspresi warga desa segera berubah pucat. Dewi ular datang dan meminta tumbal sebagai bayarannya.


Menurut kepercayaan mereka, dewi ular adalah pemilik dunia bawah tanah. Warga desa membangun ruang bawah tanah dan menyimpan banyak mayat serta tulang belulang di sana agar tidak ketahuan oleh siapapun.


Dewi ular pasti marah karena tidak memberikan persembahan sebagai syarat menggunakan tanah.


Jika Yamla tahu apa yang ada di pikiran mereka, pasti sudah tertawa keras sambil guling-guling. Warga desa ini sungguh bodoh.


"Dewi ... Dewi ular, kami berjanji akan ... akan memberikan tumbal setiap bulan purnama tiba sebagai persyaratan. Kami juga tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Kami akan bertobat!" Kepala desa segera bersujud lagi tiga kali di depan ular putih raksasa.

__ADS_1


"..." Para murid sekte yang mengikuti ujian tidak tahu apakah harus membantu atau mengelus dada.


Ular putih raksasa di depan mereka ini jelas hanyalah ular roh di tingkat yang tidak diketahui, bukan dewi! Apakah manusia di alam sekuler ini begitu mempercayai mitos tak berdasar.


Bahkan Meng Meng juga tidak bisa berbuat banyak. Ini bukan urusannya jika warga desa percaya mitos dewi ular bukan?


"Humph! Terlambat!" Ular putih raksasa segera membuka mulutnya dan menyambar kepala desa yang berada paling depan.


"Ahh! Tidak! Tolong, tolong aku!" Kepala desa yang sudah tua dan pucat karena ketakutan kini berada di mulut ular putih raksasa.


Yamla menelan manusia kurus itu sedikit demi sedikit dengan perasaan arogan. Dia sama sekali tidak memiliki perasaan. Meski manusia tanpa energi spiritual tidaklah bergizi, setidaknya cukup mengisi perutnya.


Kepala desa yang ditelan oleh ular putih raksasa membuat penduduk desa ketakutan dan beberapa di antara mereka bahkan mengompol.


"Arggh!! Lari! Selamat diri! Tinggalkan desa ini!"


Entah siapa yang berteriak-teriak, semua warga desa yang berkumpul langsung berhamburan meninggalkan tempat itu.


Mereka tidak peduli dengan keberadaan para kultivator yang hadir. Yang penting nyawa sendiri harus aman.


Para murid sekte juga tidak percaya melihat ular putih itu menelan orang.


Melihat kepergian ular putih raksasa menuju lokasi Lembah Hantu, beberapa murid harus percaya jika tempat itu sangat angker.


"Untung saja aku tidak ditugaskan pergi ke Lembah Hantu. Jika itu terjadi, aku mungkin tidak akan bisa meninggalkan lembah. Ular itu sangat kuat," ujar yang lain."


"Benar, aku juga tidak akan mampu membunuhnya


Mata tombak ajaibku bahkan tumpul."


"..." Rekan satu tim yang melihat ujung tombak yang tajam sudah tumpul, suasana hati mereka rumit.


"..." Kelompok Xiu Jimei yang ditugaskan pergi ke Lembah Hantu, pura-pura tidak tahu apapun.


Tapi diskusi berpindah lagi tentang desa tersebut yang suka memakan daging manusia. Di antara mereka ada yang ingin muntah sejak tahu mungkin saja daging yang selama ini mereka makan adalah daging manusia.

__ADS_1


Namun kenapa tidak menyadarinya?


"Sepertinya mereka mencampur daging manusia dengan daging bintang buruannya?"


Tebakan itu berhasil membuat mereka mual lagi.


Khawatir kondisi psikologis para peserta ujian menjadi lebih turun, para guru pendamping memintanya untuk beristirahat. Sisanya akan diserahkan pada mereka.


Ras hantu sendiri sudah diam-diam meninggalkan desa untuk memakan jiwa penduduk desa yang melarikan diri.


......................


Pada keesokan paginya.


Semua guru pendamping sedikit berwajah tidak sehat menyelidiki ruang bawah tanah di desa. Pada akhirnya, mereka hanya bisa mengurus semuanya dengan tanah sendiri, mengubur para korban yang memiliki tubuh masih utuh. Sisanya dibakar untuk menenangkan jiwa mereka yang tersisa di dunia ini.


"Guru, apakah semuanya baik-baik saja?" Xiu Jimei melihat Ming Zise menghadiri kelompoknya dengan ekspresi di hari-hari biasa.


"Semuanya baik-baik saja. Untuk menghilangkan segala jenis penyakit yang menyebar melalui udara atau tanah, kami akan membakar tempat ini."


"Lalu bagaimana dengan penduduk desa?"


Ming Zise menyipitkan mata. Dia menggelengkan kepala. Para penduduk desa melarikan diri tanpa membawa apa-apa. Tapi saat beberapa guru pendamping memeriksa di sekitar pinggiran desa dan hutan, sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Para penduduk desa tiba-tiba saja ditemukan tak bernyawa dengan tulang terbungkus kulit. Vitalitas mereka diambil dan mayatnya dibiarkan begitu saja.


Mereka tidak menemukan apa-apa untuk ini. Kejadiannya sangat misterius. Lalu para guru pendamping juga percaya bahwa ular putih raksasa tadi mengutuk warga desa.


Tapi hanya Ming Zise yang tahu alasan kematian mereka. Ada jejak energi spiritual ras hantu di tubuh para warga desa yang menjadi korban.


Sudah dipastikan apa alasan mereka melakukan ini. Ras hantu suka memakan jiwa manusia.


"Lupakan ini. Sekarang yang penting kita akan kembali ke Dunia Langit. Aku sangat rindu udara di sana," bisik Wang Xuyue.


Ini juga benar. Jika bukan karena kontribusi Yamla, beberapa murid ujian pasti akan menjadi sup daging di dalam panci.

__ADS_1


__ADS_2