Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Sebenarnya Ada Rahasia


__ADS_3

Reddish merasa tidak ada yang salah dengan identitas Ziyura, jadi memberi tahu Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Ziyura atau Tuit Tuit adalah reinkarnasi dewa binatang yang sebenarnya adalah seorang wanita.


Tahukah mereka bahwa Dewa Binatang saat ini sudah menyukai Ziyura sejak lama dan selalu ingin mencari reinkarnasinya.


Jika Dewa Binatang tahu wanita yang dicintai sudus dilahirkan kembali dari api abadi, bukankah senang sampai mati?


Dewa Pencipta Alam Para Dewa tidak pernah memikirkan hal-hal ini sebelumnya. Ia hampir lupa jika di Alam Para Dewa, masih ada dewi yang berpura-pura menjadi dewa.


Dan orang itu hanyalah Ziyura.


"Sudah lama sekali aku tidak melihatnya sejak kejadian tahun itu. Aku tidak tahu jika dia sudah mengumpulkan semua jiwanya. Lalu kenapa tidak kembali ke Alam Para Dewa?"


"Bukankah sudah jelas jika dia terlalu malu?" Reddish tanpa ragu menebaknya.


"Seharusnya tidak," kata Blacky. "Bukankah jelas dia menghindari Dewa Binatang selama ini?"


Whitely dan Bluewy mengangguk. Memang benar, Tuit Tuit menghindari merak biru tua itu.


"Ketika dia keluar nanti, mungkin akan menjadi phoenix yang memukau. Apakah merak biru tua itu masih mampu mengejarnya?" Bluewy berpikir.


"Kenapa tidak? Merak juga cantik!" Reddish sedikit tersinggung.


Blacky tanpa sadar menatap Reddish dari rambut hingga sepatu. "Jangan samakan Dewa Binatang denganmu."


"Kenapa tidak?"


"Kamu lebih rendah darinya."


Bukankah kamu juga sama? Dasar ular jelek! Reddish membatin!


Keempatnya memilih untuk kembali ke Dunia Langit. Mereka setidaknya bisa menjaga Istana Golden Lotus, memberi tahu Roh Bunga dan juga Yidao. Belum lagi Yamla serta Wuming belum tahu tentang hal ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ketika melihat keempat makhluk suci ilahi kuno kembali tanpa Xiu Jimei, Roh Bunga merasakan firasat buruk.


"Di mana anak majikan?" tanyanya.


"Dia mungkin tidak akan kembali dalam waktu dekat. Anak itu memilih untuk melatih diri di Alam Para Dewa." Whitely memberi tahu mereka lalu mencari tempat duduk yang nyaman di halaman belakang.


"Tidak kembali? Berlatih di Alam Para Dewa? Latihan apa?" Yamla sepertinya menebak jika Xiu Jimei mengambil keputusan besar sebelumnya.


"Mengolah esensi delapan dewa-dewi."

__ADS_1


Bagai petir di langit biru, Wuming seketika mematung dan wajahnya pucat. Yamla menyadari ada yang salah dengan eskpresi pria itu tapi tidak bertanya sekarang. Dia menatap mereka.


"Apakah kalian yakin?"


Bluewy mengangguk. "Dia mengajukan dirinya sendiri pada pemimpin Alam Dewa. Dan membawanya ke sana secara pribadi."


Dewa Alam Para Dewa? Yamla terkejut lagi. Dia tidak pernah berpikir jika Xiu Jimei akan melakukannya. Ia pikir gadis itu pergi ke sana hanya untuk menanyakan kabar Ming Zise. Mungkin akan ada berita.


Tapi tidak tahu jika gadis itu memiliki pemikiran yang dalam. Apakah karena Xiu Jikai pergi ke pelatihan iblis sehingga gadis itu juga dirangsang?


"Jadi, berapa lama dia akan berada di sana?" tanya Wuming agak ragu.


"Setidaknya beberapa tahun?" Blacky menebak.


Wuming terdiam lagi.


Karena masalah Xiu Jimei, mereka tidak lagi banyak bicara. Entah itu tentang Xiu Jikai atau Xiu Jimei, tampaknya sedang mempersiapkan diri untuk bencana di masa depan.


Yamla sangat kesal. Semua ini gara-gara Alam Neraka. Ning Siyu sangat tergila-gila dengan Ming Zise hingga berani menyerang pintu tertutup. Sekarang Ming Zise juga tidak tahu ada di mana. Dewa Mimpi juga menghilang.


Tanpa sadar, Yamla menggampar kepala Yidao sebagai pelampiasan.


"Kenapa kamu menamparku?" Yidao menyentuh kepalanya yang berdenyut.


"Apa hubungannya Ning Siyu denganku?" Yidao mereda dituduh.


"Bukankah kamu masih bawahannya dulu?"


"..."


Yamla segera membawa Wuming untuk membicarakan sesuatu yang penting. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya pria itu sembunyikan darinya.


Setelah dirasa tak ada orang lain, Yamla mencecarnya dengan banyak pertanyaan.


"Katakan padaku yang sebenarnya, apa yang kamu sembunyikan dariku?"


"Tidak ada yang kusembunyikan sama sekali."


"Jangan berbohong padaku! Cepat katakan!" Yamla sama sekali tidak percaya.


Melihat Yamla yang begitu keras kepala, Wuming akhirnya mendesah panjang. Dia tetap menggelengkan kepala. Lalu bicara dengan nada pelan.


"Aku tidak bisa mengatakannya. Tuan menyegel sumpahku sebelumnya untuk tidak mengatakan apapun. Dia hanya minta aku untuk membiarkan tuan putri tetap tenang."

__ADS_1


Setelah mendengar itu, Yamla juga akhirnya diam. Ming Zise tahu sesuatu tapi tidak mengatakannya sama sekali. Sepertinya ada banyak rahasia selama ini yang disembunyikan dari Xiu Jimei.


"Apakah Dewa Mimpi juga bersama tuannya?"


Wuming tidak menjawab, hanya menatap Yamla penuh arti. Harusnya tahu itu. Yamla tak perlu bertanya karena pasti yang satu ini juga tak bisa dikatakan.


"Lalu bagaimana sekarang? Tuan putri sudah pergi untuk menyatukan diri dengan esensi delapan dewa-dewi. Jika tuan tahu ini, bukankah kita akan dihukum?" Yamla merasa jika karir nya akan berakhir sebagai penjaga rahasia.


Wuming juga tidak bisa melakukan apa-apa. Dia sama sekali tidak tahu di mana Ming Zise dan Dewa Mimpi saat ini. Saat Ning Siyu dan Lu Zheng menyerang pintu kultivasi tertutup, Ming Zise hanya melemparkannya ke tumpukan bebatuan.


"Jadi, kapan tuan akan kembali?" tanya Yamla lagi.


"Aku tidak tahu tentang ini. Aku hanya punya firasat jika tuan mungkin akan muncul saat perang terjadi."


"Ini masih cukup lama! Jika tuan putri tidak pergi, bukankah dia harus menunggu tanpa kepastian?"


Wuming mengerang dalam hatinya. Tapi dia masih mengatakan hal yang sama. "Jika perang yang tak ada habisnya ini tidak diselesaikan sekaligus, bukankah masalahnya akan lebih banyak di masa depan?"


Yamla terdiam. Ini juga tidak salah. Kenapa takdir selalu memisahkan pasangan yang begitu baik?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Alam Para Dewa.


Dewi Kehidupan berkunjung ke Istana Dewa Welas Asih seperti biasanya. Setiap kali berkunjung, Ye Jue selalu sibuk membuat permen susu dari buau persik dewa dan campuran bahan lainnya.


"Ye Jue," sapanya.


"Oh, Dewi datang lagi padaku. Apakah ada hal lain hari ini?" Ye Jue meliriknya tapi tidak berniat datang untuk menyambutnya. Wanita itu sudah sering keluar masuk istananya.


"Datanglah karena bosan. Apakah kamu masih membuat permen yang sama?" tanyanya.


"Ya, tidak juga. Gadis itu suka sekali makan permen rasa buah yang dicampur susu. Jadi aku membuatnya. Jika dia keluar nanti, aku akan memberikan ini padanya."


"Gadis? Gadis mana?" Dewi Kehidupan tertegun sejenak dan menahan diri untuk tidak menunjukkan ekspresi aneh.


Ye Jue tertawa ringan dan ekskresinya menjadi lembut saat mencetak permen berbentuk kelinci.


"Duh ... Siapa lagi jika bukan Xiu Jimei. Hanya gadis itu yang mampu memintanya padaku." Ye Jue sengaja menggodanya. "Mungkinkah Dewi berpikir aku memberikannya ada gadis lain selain dia?"


"Tidak, tidak, tentu saja. Aku pikir gadis mana itu yang begitu beruntung." Dewi Kehidupan sedikit gugup lalu menghela napas lega. Ternyata gadis itu, cucunya ....


"Mungkinkah Dewi menyukaiku? Wajahmu merah," katanya.

__ADS_1


__ADS_2